Langkah ini diyakini akan memperkuat daya saing industri sekaligus mengoptimalkan nilai aset negara di bidang pariwisata.
Melalui proses konsolidasi tersebut, InJourney diproyeksikan mengelola sekitar 120 hotel, menjadikannya operator hotel terbesar kedua di Indonesia.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai penyatuan seluruh hotel BUMN menjadi langkah strategis untuk membangun industri hospitality yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif.
"Penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah payung InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berdaya saing. Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel kedua terbesar di Indonesia," kata Dony dikutip pada Sabtu, 27 Juni 2026.
| Baca juga: Danantara Dorong Transformasi Nasional Lewat Efisiensi dan Revitalisasi BUMN |
Konsolidasi dimulai, 45 hotel sudah menandatangani CSPA
Transformasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) oleh 45 hotelMenurut Dony, momentum positif ini akan terus dijaga. Ia pun memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan.
"Ini adalah langkah konkret menuju optimalisasi nilai aset dan struktur manajemen yang lebih tangguh," ucapnya.
Adapun skema CSPA ini memastikan bahwa proses konsolidasi aset berjalan prudent dan mengedepankan tata kelola yang baik. Dengan terkonsolidasinya seluruh hotel BUMN menjadi pondasi yang solid untuk melakukan value creation.
"Transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi," tuturnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda