WISATA

Fasilitas Pengecatan Pesawat Standar Internasional Ikut Jadi Penunjang Pariwisata di Bali

Elang Riki Yanuar
Senin 06 Juli 2026 / 18:00
Ringkasnya gini..
  • Aircraft painting booth di Bali memperkuat infrastruktur penerbangan sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan sektor pariwisata.
  • Bali berpeluang menjadi pusat layanan MRO Asia Tenggara setelah fasilitas pengecatan pesawat mulai melayani maskapai internasional.
  • Skyway Airlines asal Filipina menjadi pelanggan pertama aircraft painting booth di Bali yang mulai beroperasi pada akhir Juni 2026.
Jakarta: Posisi Bali sebagai salah satu destinasi wisata internasional terus didukung perkembangan infrastruktur penerbangan. Kehadiran aircraft painting booth atau fasilitas pengecatan pesawat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi tambahan layanan yang dapat memperkuat ekosistem penerbangan di Pulau Dewata.

Fasilitas pengecatan pesawat yang dioperasikan FL Technics Indonesia tersebut mulai beroperasi pada akhir Juni 2026. Kehadirannya menambah kapabilitas layanan Maintenance, Repair, and Overhaul atau MRO yang tersedia di salah satu kawasan dengan aktivitas penerbangan internasional yang tinggi.

Industri penerbangan memiliki hubungan erat dengan perkembangan pariwisata Bali. Tingginya mobilitas wisatawan domestik maupun internasional membuat keberadaan infrastruktur dan layanan pendukung penerbangan menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas Pulau Dewata.

Aircraft painting booth tersebut memungkinkan maskapai memperoleh layanan pengecatan pesawat di Bali. Operator penerbangan dari Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara tidak perlu melakukan ferry flight jarak jauh atau mengirimkan pesawat ke fasilitas MRO di luar kawasan.

Tak lama setelah mulai beroperasi, fasilitas tersebut langsung menerima pelanggan pertamanya pada 30 Juni 2026. Maskapai kargo asal Filipina, Skyway Airlines, menggunakan layanan tersebut untuk melakukan pengecatan livery pesawat.
Proyek perdana tersebut mencakup pengerjaan pesawat ketiga Skyway Airlines berjenis Boeing 737-400F. Setelah proses pengecatan selesai, pesawat diterbangkan menuju Clark International Airport, Filipina, untuk mengikuti seremoni peresmian pada 3 Juli 2026.

"Kehadiran aircraft painting booth khusus di Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan MRO yang semakin komprehensif di kawasan ini," ujar Martynas Grigas, Chairman FL Technics Indonesia.

Kehadiran maskapai dari Filipina sebagai pelanggan pertama menunjukkan bahwa fasilitas penerbangan di Bali memiliki potensi untuk melayani operator dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

Perkembangan tersebut dapat memperkuat posisi Bali yang selama ini lebih dikenal dunia sebagai destinasi pariwisata. Selain menjadi tujuan perjalanan wisata, Bali juga memiliki peluang mengembangkan industri pendukung penerbangan.

Martynas mengatakan permintaan terhadap layanan pengecatan pesawat dari operator di kawasan Asia Tenggara terus meningkat. Sejumlah proyek juga telah diamankan untuk dikerjakan dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami bangga menyambut Skyway Airlines sebagai pelanggan pertama yang memanfaatkan fasilitas ini. Dalam beberapa bulan ke depan, kami telah mengamankan sejumlah proyek pengecatan pesawat lainnya, sekaligus menerima permintaan yang terus meningkat dari berbagai operator di Asia Tenggara yang membutuhkan layanan ini," jelasnya.

Aircraft painting booth di Bali dibangun dengan mengacu pada standar industri internasional. Fasilitas tersebut dirancang untuk menangani berbagai proyek pengecatan livery dengan tingkat presisi tinggi, efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan.

Keberadaan fasilitas MRO yang semakin lengkap dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem penerbangan di Bali. Sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas yang menjadi salah satu penopang utama industri pariwisata.

Kebutuhan terhadap layanan perawatan pesawat di Asia Tenggara juga terus meningkat. Lamanya waktu pengiriman pesawat baru membuat sejumlah operator memilih memperpanjang masa operasional armada yang telah dimiliki. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap pemeliharaan pesawat, termasuk pengecatan ulang livery untuk keperluan rebranding, transisi wet lease, maupun program return-to-service.

Bertambahnya layanan pendukung penerbangan dapat membuka peluang baru bagi perkembangan Bali di luar sektor pariwisata. Infrastruktur tersebut juga dapat memperkuat ekosistem yang menunjang aktivitas penerbangan menuju salah satu destinasi wisata utama dunia.

Kehadiran aircraft painting booth pun menunjukkan bahwa perkembangan industri penerbangan dan pariwisata dapat berjalan beriringan. Selain terus menarik kedatangan wisatawan, Bali memiliki peluang memperkuat posisinya sebagai lokasi strategis bagi layanan penerbangan di kawasan Asia Tenggara.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

MOST SEARCH