WISATA
Gubernur Jatim Khofifah Resmikan Mega Science Center, Dorong Anak Cinta STEM
A. Firdaus
Jumat 18 September 2026 / 09:45
- Mega Science Center dan Budaya di Jatim Park 1 resmi trial opening.
- Destinasi ini menghadirkan sains, teknologi, AI, STEM, sejarah, dan budaya dalam pengalaman interaktif.
- Pemberian tiket tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses masyarakat, khususnya pelajar, terhadap pengalaman edukasi.
Batu: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka tahap trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, Rabu, 16 September 2026.
Kehadiran Khofifah dalam pembukaan destinasi edukasi baru Jawa Timur Park Group tersebut sekaligus menandai dimulainya pengenalan Mega Science Center dan Budaya kepada masyarakat. Destinasi ini memadukan pengalaman sains, teknologi, kebencanaan, sejarah, dan budaya dalam satu kawasan.
Dalam momentum tersebut, Khofifah menilai Mega Science Center dan Budaya dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mendukung penguatan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) bagi anak-anak.
“Harapan kita ini akan menjadi referensi terutama penguatan STEM, Science, Technology, Engineering and Mathematics,” kata Khofifah seusai membuka trial opening Mega Science Center dan Budaya.
Menurut Khofifah, konsep pembelajaran berbasis pengalaman yang ditawarkan destinasi tersebut dapat membantu memperkenalkan sains dan teknologi kepada anak-anak dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
Terlebih, teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) kini semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Digital IT dan Artificial Intelligence itu menyatu dalam suasana di mana anak-anak bisa sambil belajar. Dan ini ruang belajar yang luar biasa, yang tidak mudah dan tidak murah kalau harus disiapkan oleh unit-unit sekolah,” ujar Gubernur Khofifah.
Karena itu, Khofifah melihat kunjungan pelajar ke Mega Science Center dan Budaya dapat menjadi bagian dari kegiatan belajar di luar sekolah.
Ia juga mendorong pengenalan STEM dilakukan sejak usia dini agar anak-anak mulai memiliki ketertarikan terhadap sains dan teknologi.
“Terutama dari anak-anak TK sudah dikenalkan, supaya mereka cinta STEM,” lanjutnya.
Trial opening Mega Science Center dan Budaya turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran Forkopimda, akademisi, serta tokoh budaya.
Hadir Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H., Wakil Wali Kota Batu H. Heli Suyanto, S.H., M.H., Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Bupati Malang H. Sanusi, serta jajaran Forkopimda Kota Batu.

Di trial opening, akan dibagikan total 3000 tiket untuk para pelajar. Dok. Ist
Dari kalangan akademisi, hadir Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. Sementara dari unsur budaya turut hadir perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Momentum tersebut menjadi bagian dari pengenalan awal destinasi yang dikembangkan Jawa Timur Park Group sebagai ruang edukasi berbasis pengalaman.
Tidak hanya meresmikan tahap trial opening, momentum tersebut juga diisi dengan pemberian akses kepada pelajar untuk mengenal Mega Science Center dan Budaya secara langsung.
Jawa Timur Park Group memberikan 1.000 tiket kepada pelajar Kota Batu yang diterima Wali Kota Batu H. Nurochman. Sementara 2.000 tiket diberikan kepada pelajar Jawa Timur dan diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Selain itu, sebanyak 200 tiket diberikan kepada anak-anak yang berada di bawah naungan LKSA di Kota Batu.

Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo. Dok. Ist
Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo mengatakan pemberian tiket tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses masyarakat, khususnya pelajar, terhadap pengalaman edukasi.
“Kami ingin Mega Science Center dan Budaya tidak hanya menjadi sebuah destinasi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang bisa diakses oleh sebanyak mungkin pelajar,” ujar Rio.
Ia berharap pengalaman langsung yang diberikan melalui alat peraga dan koleksi di dalam destinasi dapat memantik rasa ingin tahu anak-anak terhadap sains, teknologi, sejarah, dan budaya.
Trial opening pada 16 September 2026 menjadi tahap awal sebelum Mega Science Center dan Budaya beroperasi secara penuh. Selama masa ini, Jawa Timur Park Group juga akan terus melakukan penyempurnaan berdasarkan pengalaman dan masukan dari berbagai pihak.
Kehadiran destinasi tersebut menambah pilihan wisata edukasi di Kota Batu, sekaligus membawa pesan yang cukup jelas dari Khofifah: pembelajaran sains dan teknologi bisa dimulai dari pengalaman yang menyenangkan, bahkan sejak anak-anak masih duduk di bangku TK.
(FIR)
Kehadiran Khofifah dalam pembukaan destinasi edukasi baru Jawa Timur Park Group tersebut sekaligus menandai dimulainya pengenalan Mega Science Center dan Budaya kepada masyarakat. Destinasi ini memadukan pengalaman sains, teknologi, kebencanaan, sejarah, dan budaya dalam satu kawasan.
Dalam momentum tersebut, Khofifah menilai Mega Science Center dan Budaya dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mendukung penguatan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) bagi anak-anak.
Baca Juga :
Perjalanan 25 Tahun Jatim Park, Menyiapkan Masa Depan Wisata Batu yang Lebih Berkelanjutan
“Harapan kita ini akan menjadi referensi terutama penguatan STEM, Science, Technology, Engineering and Mathematics,” kata Khofifah seusai membuka trial opening Mega Science Center dan Budaya.
Menurut Khofifah, konsep pembelajaran berbasis pengalaman yang ditawarkan destinasi tersebut dapat membantu memperkenalkan sains dan teknologi kepada anak-anak dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.
Terlebih, teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) kini semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Digital IT dan Artificial Intelligence itu menyatu dalam suasana di mana anak-anak bisa sambil belajar. Dan ini ruang belajar yang luar biasa, yang tidak mudah dan tidak murah kalau harus disiapkan oleh unit-unit sekolah,” ujar Gubernur Khofifah.
Karena itu, Khofifah melihat kunjungan pelajar ke Mega Science Center dan Budaya dapat menjadi bagian dari kegiatan belajar di luar sekolah.
Ia juga mendorong pengenalan STEM dilakukan sejak usia dini agar anak-anak mulai memiliki ketertarikan terhadap sains dan teknologi.
“Terutama dari anak-anak TK sudah dikenalkan, supaya mereka cinta STEM,” lanjutnya.
Dihadiri Pejabat dan Akademisi
Trial opening Mega Science Center dan Budaya turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran Forkopimda, akademisi, serta tokoh budaya.
Hadir Wali Kota Batu H. Nurochman, S.H., M.H., Wakil Wali Kota Batu H. Heli Suyanto, S.H., M.H., Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Bupati Malang H. Sanusi, serta jajaran Forkopimda Kota Batu.

Di trial opening, akan dibagikan total 3000 tiket untuk para pelajar. Dok. Ist
Dari kalangan akademisi, hadir Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. Sementara dari unsur budaya turut hadir perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Momentum tersebut menjadi bagian dari pengenalan awal destinasi yang dikembangkan Jawa Timur Park Group sebagai ruang edukasi berbasis pengalaman.
Khofifah Serahkan 2.000 Tiket Pelajar
Tidak hanya meresmikan tahap trial opening, momentum tersebut juga diisi dengan pemberian akses kepada pelajar untuk mengenal Mega Science Center dan Budaya secara langsung.
Jawa Timur Park Group memberikan 1.000 tiket kepada pelajar Kota Batu yang diterima Wali Kota Batu H. Nurochman. Sementara 2.000 tiket diberikan kepada pelajar Jawa Timur dan diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Selain itu, sebanyak 200 tiket diberikan kepada anak-anak yang berada di bawah naungan LKSA di Kota Batu.

Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo. Dok. Ist
Direktur Jawa Timur Park Group Rio Imam Sendjojo mengatakan pemberian tiket tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas akses masyarakat, khususnya pelajar, terhadap pengalaman edukasi.
“Kami ingin Mega Science Center dan Budaya tidak hanya menjadi sebuah destinasi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang bisa diakses oleh sebanyak mungkin pelajar,” ujar Rio.
Ia berharap pengalaman langsung yang diberikan melalui alat peraga dan koleksi di dalam destinasi dapat memantik rasa ingin tahu anak-anak terhadap sains, teknologi, sejarah, dan budaya.
Trial opening pada 16 September 2026 menjadi tahap awal sebelum Mega Science Center dan Budaya beroperasi secara penuh. Selama masa ini, Jawa Timur Park Group juga akan terus melakukan penyempurnaan berdasarkan pengalaman dan masukan dari berbagai pihak.
Kehadiran destinasi tersebut menambah pilihan wisata edukasi di Kota Batu, sekaligus membawa pesan yang cukup jelas dari Khofifah: pembelajaran sains dan teknologi bisa dimulai dari pengalaman yang menyenangkan, bahkan sejak anak-anak masih duduk di bangku TK.
(FIR)