WISATA

Pahami Risiko Besar Membeli Mobil Bekas Banjir

Ahmad Garuda
Rabu 07 Januari 2026 / 16:13
Jakarta - Banyak yang paham risiko membeli mobil yang pernah terendam banjir dan menghitung biaya perbaikan total jika ingin memiliki mobil tersebut. Namun bagi Sobat Medcom yang belum paham dengan risikonya, sini-sini, coba baca beberapa risiko yang akan Medcom.id paparkan berikut ini. 

Sebelum memutuskan membeli mobil second bekas banjir, ketahui dulu beberapa potensi risikonya seperti di bawah ini:

1. Kerusakan pada Mesin

Dampak paling buruk dari air banjir adalah menyebabkan kerusakan pada mesin kendaraan. Air yang masuk ke dalam ruang mesin bisa menyebabkan kerusakan pada komponen penting, seperti transmisi dan sistem pembakaran. 

Mesin yang mengalami water hammer dapat berdampak pada penurunan fungsi sehingga membutuhkan perbaikan besar untuk membuatnya normal kembali. 

2. Kerusakan pada Sistem Kelistrikan

Air banjir juga bisa menyebabkan kerusakan pada sistem kelistrikan hingga berpotensi korsleting. Komponen sistem kelistrikan seperti Engine Control Unit (ECU) dan kabel kelistrikan rentan rusak jika terkena air. 

Baca Juga:
Aki Soak di Perjalanan? Nih Cara Jumper yang Gampang!


Kerusakan pada sistem kelistrikan bisa berdampak pada banyak komponen kendaraan seperti AC, lampu, hingga dan perangkat elektronik lainnya. Untuk mengatasinya, butuh perbaikan dan penggantian komponen yang membutuhkan biaya mahal.

3. Korosi di Bagian Bawah Mobil  

Risiko membeli mobil bekas banjir yang selanjutnya adalah mengakibatkan korosi khususnya di bagian bawah mobil. Air banjir umumnya mengandung tinggi garam dan asam yang dapat mempercepat proses korosi pada logam. 

Beberapa bagian yang berisiko tinggi mengalami korosi antara lain sistem suspensi dan bagian rangka. Jika dibiarkan, korosi dapat merusak struktur mobil hingga membahayakan keselamatan saat berkendara. 

4. Masalah Sistem Pengereman

Dampak air banjir juga bisa berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman. Sistem pengereman yang terendam air saat banjir menyebabkan karat komponen kampas rem dan cakram rem. 

Masalah atau kerusakan pada sistem pengereman ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan akibat proses pengereman yang tidak maksimal. Selain itu, biaya perbaikan untuk kerusakan ini juga relatif mahal. 

Baca Juga:
Julian Johan Debut di Dakar Rally 2026, Impresif tapi Kudu Adaptasi!

5. Biaya Perbaikan Tinggi  

Mobil yang terendam banjir umumnya membutuhkan service secara menyeluruh sehingga biaya perbaikan yang dibutuhkan juga tinggi. Penggantian komponen mesin, kelistrikan hingga sistem pengereman juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Selain itu, mobil yang sudah pernah diservice akibat terendam banjir tidak akan bisa normal 100%. Ini memungkinkan mobil akan mengalami kerusakan di masa depan yang justru akan merugikan Anda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(UDA)

MOST SEARCH