Jakarta - Bisa dibilang keikutsertaan Julian Johan di Dakar Rally 2026 (DR) jadi hal besar dalam kiprah pembalap Indonesia di ajang balap dunia. Mengingat ajang DR dari tahun ke tahun sudah jadi ajang pamungkas para pereli lintas negara dunia, untuk membuktikan kemampuannya.
Julian Johan atau yang akrab disapa Kang Jeje ini, memang baru tahun ini mengikuti reli terganas dunia itu. Namun bisa dibilang Ia cukup cepat beradaptasi dengan kondisi dan tantangan yang diterapkan di ajang balap yang menelusuri gurun pasir itu.
Meski bisa beradaptasi dengan kondisi dan tantangan yang ada dari sisi lintasan, namun kiprah Jeje juga tak mudah. Lantaran Toyota Land Cruiser 100 yang Ia tunggangi merupakan mobil dengan setir kiri. Sehingga kadang Ia terlalu ke kanan dalam mengambil lajur yang Ia lalui.
"Memang sedikit butuh adaptasi yang besar terutama di kebiasaan berkendara. Mengingat di Indonesia pakai sistem setir kanan, kadang saat balapan ini justru Saya terlalu ngambil jalur ke kanan. Akibatnya di SS1 sempat mengalami masalah ban bocor," kisah Jeje di akun instagram pribadinya.
Baca Juga:
Ciri-Ciri Fuel Pump Motor Injeksi Rusak
Jeje berpasangan dengan co-driver Mathieu Monplaisi dan bakal balapan hingga 17 Januari 2026 mendatang dengan total jarak tempuh sekitar 8000 kilometer. Tentu hal ini membutuhkan kesiapan fisik, mental hingga kesiapan teknis kendaraan yang mumpuni.
Usai menjalani sesi prolog sejauh sekitar 80 km, Ia pun membuktikan performanya di Special Stage hari pertama dengan jarak tempuh sejauh 219 km. Hari ini Jeje akan melanjutkan SS2 dengan kesiapan dan pelajaran berharga dari SS1. Semoga sukses terus Jeje!
Jakarta - Bisa dibilang keikutsertaan
Julian Johan di
Dakar Rally 2026 (DR) jadi hal besar dalam kiprah pembalap Indonesia di ajang balap dunia. Mengingat ajang DR dari tahun ke tahun sudah jadi ajang pamungkas para pereli lintas negara dunia, untuk membuktikan kemampuannya.
Julian Johan atau yang akrab disapa Kang Jeje ini, memang baru tahun ini mengikuti reli terganas dunia itu. Namun bisa dibilang Ia cukup cepat beradaptasi dengan kondisi dan tantangan yang diterapkan di ajang balap yang menelusuri gurun pasir itu.
Meski bisa beradaptasi dengan kondisi dan tantangan yang ada dari sisi lintasan, namun kiprah Jeje juga tak mudah. Lantaran Toyota Land Cruiser 100 yang Ia tunggangi merupakan mobil dengan setir kiri. Sehingga kadang Ia terlalu ke kanan dalam mengambil lajur yang Ia lalui.
"Memang sedikit butuh adaptasi yang besar terutama di kebiasaan berkendara. Mengingat di Indonesia pakai sistem setir kanan, kadang saat balapan ini justru Saya terlalu ngambil jalur ke kanan. Akibatnya di SS1 sempat mengalami masalah ban bocor," kisah Jeje di akun instagram pribadinya.
Jeje berpasangan dengan co-driver Mathieu Monplaisi dan bakal balapan hingga 17 Januari 2026 mendatang dengan total jarak tempuh sekitar 8000 kilometer. Tentu hal ini membutuhkan kesiapan fisik, mental hingga kesiapan teknis kendaraan yang mumpuni.
Usai menjalani sesi prolog sejauh sekitar 80 km, Ia pun membuktikan performanya di Special Stage hari pertama dengan jarak tempuh sejauh 219 km. Hari ini Jeje akan melanjutkan SS2 dengan kesiapan dan pelajaran berharga dari SS1. Semoga sukses terus Jeje!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)