WISATA

Karya Maestro Bali Hadir di Hotel Mewah, Wajib Masuk Bucket List

A. Firdaus
Jumat 06 Februari 2026 / 14:13
Ringkasnya gini..
  • Made Wianta (1949–2020) dikenal sebagai tokoh transformatif seni rupa Bali.
  • Pembukaan pameran turut diisi dialog interaktif bersama Intan Kirana Wianta
  • Pengalamannya menetap di Brussel pada pertengahan 1970-an.
Jakarta: The Apurva Kempinski Bali membuka tahun 2026 dengan menghadirkan pameran seni eksklusif bertajuk Gallery of Art: Wianta & Legacy. Pameran ini menampilkan karya mendiang maestro seni kontemporer Bali, Made Wianta, sekaligus menjadi bentuk komitmen hotel dalam merayakan dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Dibuka untuk umum mulai 23 Januari 2026 di Pendopo Lobby, pameran ini menyoroti seri karya Mandala, salah satu fase penting dalam perjalanan kreatif Made Wianta. Melalui eksplorasi garis, titik, bentuk geometri, dan ruang, karya-karya tersebut mengajak penikmat seni memandang alam semesta sebagai sistem yang saling terhubung dan harmonis.

Made Wianta (1949–2020) dikenal sebagai tokoh transformatif seni rupa Bali. Lahir di Tabanan, ia berhasil melampaui batas tradisi klasik dan membawa seni Bali ke arah yang lebih modern. Pengalamannya menetap di Brussel pada pertengahan 1970-an memperkaya perspektif artistiknya, memadukan pengaruh seni Barat dengan akar budaya lokal seperti karawitan Bali dan seni lukis wayang.
 
Perjalanan kariernya mencatat sejumlah pencapaian internasional, termasuk mewakili Indonesia di Venice Biennale 2003 serta pameran di New York. Warisan pemikirannya terdokumentasi dalam berbagai publikasi seni yang menjembatani tradisi dan inovasi, memperkuat posisinya sebagai salah satu figur penting seni Indonesia.
 

Mandala dalam perspektif modern


Sebelas karya yang dipamerkan mewakili seri besar ketiga dalam perjalanan kreatif Made Wianta. Seri Mandala terinspirasi dari konsep Pangider-ider, simbol sembilan penjuru mata angin dalam spiritualitas Bali, yang diterjemahkan ke dalam bahasa visual modern.


Warisan pemikirannya terdokumentasi dalam berbagai publikasi seni. Dok. Ist

Bagi Made Wianta, mandala bukan sekadar simbol religius, melainkan representasi keseimbangan kosmis. Komposisi melingkar dalam karyanya mencerminkan hubungan antara alam semesta dan ketenangan batin manusia. Pengaruh alam Bali, khususnya gunung dan laut, terasa kuat dalam visual yang memancarkan harmoni.
 

Dialog seni dan warisan


Pembukaan pameran turut diisi dialog interaktif bersama Intan Kirana Wianta, istri mendiang Made Wianta, didampingi kedua putrinya. Intan Wianta dikenal sebagai akademisi dan figur yang berperan penting dalam perjalanan kreatif sang maestro.


Intan Kirana Wianta, istri mendiang Made Wianta. Dok. Ist

Acara juga dimeriahkan pertunjukan tari kontemporer oleh Ayu Anantha dari Kerta Art Studio. Koreografi yang terinspirasi dari seri Mandala menghadirkan dialog antara seni lukis dan gerak tubuh, menafsirkan ulang hubungan tradisi dan ekspresi modern.

General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, menyebut pameran ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seri Mandala ditampilkan secara lengkap kepada publik.

“Kami percaya pelestarian budaya adalah bagian dari identitas kami. Pameran ini memberi kesempatan bagi para tamu untuk menikmati karya seni Indonesia yang luar biasa,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH