WISATA

Aktivitas Wisata di Tanjung Lesung Berjalan Normal, Ahli Geologi: Berada di Luar Radius Rekomendasi GAK

A. Firdaus
Sabtu 12 September 2026 / 20:11
Ringkasnya gini..
  • Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga, tetapi aktivitas wisata di Tanjung Lesung tetap berjalan normal.
  • Kawasan wisata Tanjung Lesung berada jauh di luar radius 3 kilometer yang menjadi batas rekomendasi aktivitas.
  • Meski demikian, status Siaga tetap berarti wisatawan perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mendekati area yang memang masuk dalam zona larangan.
Jakarta: Kabar aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mungkin membuat sebagian orang berpikir ulang untuk berlibur ke kawasan Banten. Apalagi, gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Namun, situasi di Tanjung Lesung ternyata tetap berjalan seperti biasa. Aktivitas wisata, akomodasi, hingga fasilitas rekreasi di kawasan tersebut masih beroperasi dan wisatawan tetap berdatangan.

Salah satunya Yanuar, 39, wisatawan asal Jakarta yang datang bersama keluarganya. Rencana berlibur ke Tanjung Lesung sebenarnya sudah disusun sejak jauh-jauh hari.
Begitu mengetahui adanya aktivitas Gunung Anak Krakatau, ia sempat mencari informasi sebelum memutuskan berangkat. Setelah melihat lokasi Tanjung Lesung berada cukup jauh dari gunung api tersebut, Yanuar dan keluarganya akhirnya tetap melanjutkan perjalanan.

“Awalnya kami sempat mencari informasi dulu terkait erupsi ini. Setelah mengetahui lokasinya cukup jauh dari Tanjung Lesung, kami tetap melanjutkan rencana liburan. Sampai sekarang suasananya normal dan anak-anak juga menikmati liburannya,” kata Yanuar yang menginap di Villa Bora, Tanjung Lesung Beach & Hotel.

Buat Yanuar, informasi resmi menjadi pertimbangan penting sebelum membawa keluarga bepergian. Bukan sekadar melihat kabar yang beredar di media sosial, tetapi memastikan kondisi berdasarkan informasi dari pihak yang berwenang.
 

Berjarak sekitar 50 kilometer dari Krakatau


Kekhawatiran wisatawan terhadap aktivitas gunung api tentu bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Karena itu, memahami jarak dan zona rekomendasi menjadi penting.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, per 11 September 2026 periode pukul 06.00–12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam laporan tersebut, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 26,5–29,5 derajat Celsius dengan kelembapan 67–83 persen.

Gunung api juga teramati dengan kondisi kabut 0–III. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan mencapai sekitar 10–50 meter dari puncak.

PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.

Sementara itu, Penyelidik Bumi Madya Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata, menjelaskan bahwa posisi Tanjung Lesung berada sekitar 50 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau.

WhatsApp Image 2026-09-12 at 16_37_26
Bincang menarik bersama Bapak Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata, Penyelidik Bumi Madya di Tanjung Lesung Beach & Resort. Dok. Ist

Artinya, kawasan wisata Tanjung Lesung berada jauh di luar radius 3 kilometer yang menjadi batas rekomendasi aktivitas.

“Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan serta pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman untuk dikunjungi,” kata Nugraha saat berada di Tanjung Lesung Beach & Resort, KEK Tanjung Lesung.

Ia datang bersama Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., ahli gunung api dari ITB.

“Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah,” tambah Nugraha.

Meski demikian, status Siaga tetap berarti wisatawan perlu mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mendekati area yang memang masuk dalam zona larangan.
 

Wisata tetap jalan, tapi ada yang ditutup sementara


Bagi pengelola Tanjung Lesung, keselamatan wisatawan tetap menjadi perhatian utama. Manajemen terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG, dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Chief Operating Officer Tanjung Lesung, Ivonne Anggraini, mengatakan operasional kawasan masih berlangsung normal karena lokasinya berada di luar zona dampak langsung.

“Aktivitas Gunung Anak Krakatau dipantau secara ketat oleh PVMBG dan BMKG. Hingga saat ini operasional kawasan tetap berlangsung normal karena berada di luar zona dampak langsung. Kami terus memantau perkembangan situasi secara real time dan siap mengambil langkah-langkah sesuai prosedur jika diperlukan,” ujar Ivonne.

Meski aktivitas wisata tetap berjalan, bukan berarti seluruh pilihan perjalanan ke sekitar Krakatau dibiarkan berlangsung.

Untuk sementara, manajemen menutup paket wisata yang mendekati area Gunung Anak Krakatau, termasuk Krakatau Trip. Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi sembari tetap mengikuti perkembangan kondisi gunung api.

Dengan kata lain, wisatawan masih bisa menikmati Tanjung Lesung, tetapi aktivitas yang mendekati area gunung api bukan pilihan untuk saat ini.
 

Banten bukan cuma soal Krakatau


Ada satu hal lain yang menarik dari situasi ini. Ketika Gunung Anak Krakatau sedang menjadi perhatian, wisatawan sebenarnya tidak kehilangan pilihan untuk mengeksplorasi Banten.

Provinsi ini punya banyak destinasi yang tidak bergantung pada aktivitas Krakatau.

Wisatawan bisa menyusuri jejak Kesultanan Banten di Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Ada pula Desa Baduy dengan kekayaan budaya masyarakat adatnya.

Bagi pencinta alam, Taman Nasional Ujung Kulon menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari snorkeling, trekking hingga susur sungai. Sementara Tanjung Lesung sendiri punya garis pantai dan aktivitas bahari yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Berbagai pengalaman tersebut bahkan dapat dijangkau dari Tanjung Lesung dalam waktu kurang dari dua jam.

Di kawasan Tanjung Lesung sendiri, empat pantai masih menjadi magnet wisatawan, khususnya pada akhir pekan.

Ivonne mengatakan jumlah kunjungan bahkan meningkat selama periode libur sekolah pada 22 Juni–11 Juli 2026.

Empat pantai tersebut yakni Pantai Lalassa, yang menjadi pusat aktivitas olahraga air, Pantai Ladda, Pantai Bodur, serta Pantai Tanjung Lesung yang dapat diakses secara eksklusif oleh tamu Tanjung Lesung Beach & Hotel.

Wisatawan bisa berenang, berjalan santai di tepi pantai, atau mencoba sejumlah aktivitas air seperti jetski, banana boat, dan kayak di Pantai Lalassa.

Jadi, bagi wisatawan yang sudah merencanakan liburan ke Tanjung Lesung, aktivitas Gunung Anak Krakatau bukan berarti seluruh kawasan wisata Banten otomatis harus ditinggalkan.

Kuncinya tetap sama: cek informasi terbaru, patuhi radius yang ditetapkan, dan ikuti arahan petugas.

“Pada akhirnya, kami ingin wisatawan tetap dapat menikmati Tanjung Lesung dengan nyaman. Karena itu, keselamatan tetap menjadi prioritas kami, dan kami akan terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, PVMBG serta pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas wisata berjalan dengan baik,” tutup Ivonne.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH