WISATA

Pariwisata Indonesia Makin Ngebut, 7,45 Juta Turis Asing Datang di Semester I 2026

A. Firdaus
Selasa 11 Agustus 2026 / 08:06
Ringkasnya gini..
  • Capaian tersebut tidak lepas dari strategi pemerintah yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar.
  • Angka tersebut meningkat 2,71 persen dibandingkan semester I 2025.
  • Ramainya aktivitas wisata juga ikut memberikan efek domino terhadap perekonomian nasional.
Jakarta: Pariwisata Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Bukan cuma jumlah wisatawan mancanegara yang meningkat, pergerakan wisatawan nusantara hingga investasi di sektor pariwisata juga ikut tumbuh.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari strategi pemerintah yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. Strateginya antara lain menggeser fokus ke pasar-pasar potensial, memperkuat promosi di negara dengan peluang pertumbuhan tinggi, mendorong perjalanan wisatawan nusantara, serta mengembangkan destinasi dan produk wisata yang semakin berkualitas.

“Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari besarnya manfaat ekonomi yang mereka tinggalkan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan daerah,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya.
 

7,45 Juta Turis Asing Berkunjung


Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menerima 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sejumlah pasar wisatawan juga menunjukkan pertumbuhan cukup menarik. Kunjungan dari kawasan Asia lainnya meningkat hampir 10 persen, sementara Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen dan Oseania naik 6,60 persen.

Pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Tak cuma jumlah kunjungan yang meningkat, kualitas aktivitas wisata juga ikut terlihat dari rata-rata pengeluaran turis asing. Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai sekitar USD1.313 per kunjungan, atau naik 6,36 persen.
 

Wisatawan Lokal Juga Makin Aktif


Pergerakan wisatawan dalam negeri turut menjadi salah satu penopang sektor pariwisata. Sepanjang semester I 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan.

Angka tersebut meningkat 2,71 persen dibandingkan semester I 2025.

Di sisi lain, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri justru turun 2,40 persen menjadi 4,46 juta perjalanan. Dengan kondisi tersebut, Indonesia mencatat surplus kunjungan sebesar 2,99 juta perjalanan.

Aktivitas wisata yang semakin ramai juga ikut berdampak pada industri akomodasi. Tingkat okupansi hotel tercatat 48,20 persen, naik 2,48 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 

Investasi Pariwisata Tembus Rp39,68 Triliun


Pertumbuhan pariwisata juga terlihat dari sisi investasi. Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi sektor pariwisata mencapai Rp39,68 triliun, meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Investasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing sebesar Rp12,19 triliun dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp27,48 triliun. Masing-masing tumbuh 37 persen dan 9,39 persen.

Menurut Widiyanti, investasi di sektor pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan hotel, destinasi, atau fasilitas wisata. Dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor lain, termasuk lapangan kerja dan pelaku usaha lokal.

“Investasi pariwisata tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai destinasi,” jelasnya.
 

Pariwisata Ikut Dorong Ekonomi


Ramainya aktivitas wisata juga ikut memberikan efek domino terhadap perekonomian nasional.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen. Sejumlah sektor yang berkaitan erat dengan pariwisata turut mencatatkan pertumbuhan.

Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 10,60 persen, transportasi dan pergudangan 5,65 persen, jasa perusahaan 5,08 persen, serta jasa lainnya 6,36 persen.

Secara keseluruhan, sektor-sektor tersebut memberikan kontribusi sekitar 0,86 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bagaimana perjalanan wisata mampu menggerakkan banyak sektor sekaligus,” kata Widiyanti.

Dengan tren tersebut, pemerintah melihat pariwisata bukan sekadar aktivitas jalan-jalan atau liburan. Ketika wisatawan datang dan membelanjakan uangnya di sebuah destinasi, dampaknya bisa ikut dirasakan hotel, restoran, transportasi, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat lokal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH