WISATA
Hotel Makin Digital, Pengalaman Menginap Harus Tetap Personal
A. Firdaus
Jumat 25 September 2026 / 16:10
- Fame Hotels memperkuat transformasi digital melalui konsep smart hospitality.
- Transformasi hospitality tidak sebatas memperbarui fasilitas hotel.
- Transformasi digital di dunia perhotelan bukan semata-mata soal mengganti layanan konvensional dengan teknologi.
Tangerang: Cara wisatawan memilih hotel dan menikmati perjalanan terus berubah. Kini, berbagai kebutuhan mulai dari mencari informasi, melakukan reservasi, hingga berkomunikasi dengan hotel semakin banyak dilakukan melalui kanal digital.
Perubahan tersebut ikut mendorong industri perhotelan beradaptasi. Bukan hanya menghadirkan fasilitas yang lebih modern, tetapi juga mencari cara agar teknologi bisa membuat pengalaman menginap terasa lebih praktis dan nyaman.
Hal itu menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan Parador Hotels & Resorts melalui brand Fame Hotels, termasuk Fame Hotel Gading Serpong dan Fame Hotel Sunset Road Bali.
Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts Johannes Hutauruk mengatakan, transformasi hospitality tidak sebatas memperbarui fasilitas hotel.
“Transformasi hospitality tidak berhenti pada pembaruan fasilitas. Kami juga terus melihat bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pengalaman tamu, mulai dari desain dan fasilitas hotel hingga operasional dan layanan, sehingga pengalaman menginap dapat menjadi semakin nyaman dan relevan dengan kebutuhan wisatawan saat ini,” ujar Johannes.
Fame Hotel Gading Serpong sejak awal membawa positioning sebagai smart hotel. Hotel ini menyasar wisatawan bisnis, keluarga, serta konsumen yang sudah terbiasa menggunakan berbagai layanan digital dalam kesehariannya.
Sementara itu, Fame Hotel Sunset Road Bali memperkuat kehadiran brand Fame di salah satu destinasi wisata utama Indonesia.
Karakter wisatawan yang dinamis di Bali membuat pendekatan digital menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang lebih praktis dan seamless. Pengalaman tersebut bahkan bisa dimulai sejak wisatawan merencanakan perjalanan hingga selama berada di hotel.
Memasuki 2026, konsep smart hospitality pun tidak lagi sekadar bicara tentang seberapa banyak teknologi yang digunakan sebuah hotel.
Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi tamu.
Teknologi dapat membantu membuat sejumlah proses menjadi lebih sederhana, sementara sisi hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia agar pengalaman menginap tidak terasa kaku atau terlalu transaksional.
Bagi Fame Hotels, perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman menginap yang sesuai dengan perilaku wisatawan masa kini.
Pengalaman tersebut turut dirasakan Wayan Franki, salah satu tamu Fame Hotel Sunset Road Bali. Menurutnya, penggunaan kanal digital membuat sejumlah proses selama perjalanan terasa lebih praktis.
“Selama menginap di Fame Hotel Sunset Road Bali, saya merasakan pengalaman yang praktis dan nyaman. Proses reservasi dan komunikasi sebelum kedatangan juga terasa semakin mudah melalui kanal digital,” ujar Wayan.
Ia juga mengapresiasi bagaimana konsep hotel yang modern tetap dipadukan dengan pelayanan yang ramah dan responsif.
“Sehingga pengalaman menginap terasa lebih seamless, baik untuk kebutuhan perjalanan maupun menikmati waktu liburan di Bali,” tambahnya.
Pada akhirnya, transformasi digital di dunia perhotelan bukan semata-mata soal mengganti layanan konvensional dengan teknologi.
Ada kebutuhan untuk menemukan titik tengah antara kecepatan dan kemudahan teknologi dengan pengalaman hospitality yang tetap terasa personal.
Melalui Fame Hotel Gading Serpong dan Fame Hotel Sunset Road Bali, Parador Hotels & Resorts terus mengembangkan pendekatan tersebut untuk menjawab perubahan kebutuhan wisatawan.
Sebab, bagi wisatawan masa kini, hotel bukan cuma tempat untuk tidur setelah seharian jalan-jalan. Pengalaman yang praktis, responsif, dan terhubung dengan gaya hidup digital juga semakin menjadi bagian dari perjalanan.
(FIR)
Perubahan tersebut ikut mendorong industri perhotelan beradaptasi. Bukan hanya menghadirkan fasilitas yang lebih modern, tetapi juga mencari cara agar teknologi bisa membuat pengalaman menginap terasa lebih praktis dan nyaman.
Hal itu menjadi bagian dari transformasi yang dilakukan Parador Hotels & Resorts melalui brand Fame Hotels, termasuk Fame Hotel Gading Serpong dan Fame Hotel Sunset Road Bali.
Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts Johannes Hutauruk mengatakan, transformasi hospitality tidak sebatas memperbarui fasilitas hotel.
“Transformasi hospitality tidak berhenti pada pembaruan fasilitas. Kami juga terus melihat bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pengalaman tamu, mulai dari desain dan fasilitas hotel hingga operasional dan layanan, sehingga pengalaman menginap dapat menjadi semakin nyaman dan relevan dengan kebutuhan wisatawan saat ini,” ujar Johannes.
Ketika Hotel Makin Dekat dengan Gaya Hidup Digital
Fame Hotel Gading Serpong sejak awal membawa positioning sebagai smart hotel. Hotel ini menyasar wisatawan bisnis, keluarga, serta konsumen yang sudah terbiasa menggunakan berbagai layanan digital dalam kesehariannya.
Sementara itu, Fame Hotel Sunset Road Bali memperkuat kehadiran brand Fame di salah satu destinasi wisata utama Indonesia.
Karakter wisatawan yang dinamis di Bali membuat pendekatan digital menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang lebih praktis dan seamless. Pengalaman tersebut bahkan bisa dimulai sejak wisatawan merencanakan perjalanan hingga selama berada di hotel.
Memasuki 2026, konsep smart hospitality pun tidak lagi sekadar bicara tentang seberapa banyak teknologi yang digunakan sebuah hotel.
Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi tamu.
Teknologi dapat membantu membuat sejumlah proses menjadi lebih sederhana, sementara sisi hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia agar pengalaman menginap tidak terasa kaku atau terlalu transaksional.
Bagi Fame Hotels, perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman menginap yang sesuai dengan perilaku wisatawan masa kini.
Teknologi Bukan Berarti Kehilangan Sentuhan Personal
Pengalaman tersebut turut dirasakan Wayan Franki, salah satu tamu Fame Hotel Sunset Road Bali. Menurutnya, penggunaan kanal digital membuat sejumlah proses selama perjalanan terasa lebih praktis.
“Selama menginap di Fame Hotel Sunset Road Bali, saya merasakan pengalaman yang praktis dan nyaman. Proses reservasi dan komunikasi sebelum kedatangan juga terasa semakin mudah melalui kanal digital,” ujar Wayan.
Ia juga mengapresiasi bagaimana konsep hotel yang modern tetap dipadukan dengan pelayanan yang ramah dan responsif.
“Sehingga pengalaman menginap terasa lebih seamless, baik untuk kebutuhan perjalanan maupun menikmati waktu liburan di Bali,” tambahnya.
Pada akhirnya, transformasi digital di dunia perhotelan bukan semata-mata soal mengganti layanan konvensional dengan teknologi.
Ada kebutuhan untuk menemukan titik tengah antara kecepatan dan kemudahan teknologi dengan pengalaman hospitality yang tetap terasa personal.
Melalui Fame Hotel Gading Serpong dan Fame Hotel Sunset Road Bali, Parador Hotels & Resorts terus mengembangkan pendekatan tersebut untuk menjawab perubahan kebutuhan wisatawan.
Sebab, bagi wisatawan masa kini, hotel bukan cuma tempat untuk tidur setelah seharian jalan-jalan. Pengalaman yang praktis, responsif, dan terhubung dengan gaya hidup digital juga semakin menjadi bagian dari perjalanan.
(FIR)