- Pemesanan perjalanan oleh wisatawan Indonesia meningkat 33% untuk rute internasional.
- Destinasi dalam negeri masih menjJadi favorit.
- Jumlah wisatawan dari Vietnam meningkat lebih dari 251%.
Jakarta: Momen libur Hari Raya Idulfitri kembali menjadi periode penting bagi masyarakat Indonesia untuk bepergian, baik untuk mudik maupun berwisata. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan dalam pemesanan tiket perjalanan, baik domestik maupun internasional.
Berdasarkan data Trip.com, pemesanan perjalanan oleh wisatawan Indonesia meningkat 33% untuk rute internasional dan 28% untuk perjalanan domestik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 28%.
General Manager Trip.com Indonesia, Krishna Arya, mengatakan bahwa Lebaran menjadi momen krusial bagi industri perjalanan. Menurutnya, lebih dari 70% wisatawan Indonesia merencanakan perjalanan dalam rentang 15 hingga 60 hari sebelum keberangkatan.
“Ini menunjukkan proses pengambilan keputusan yang relatif cepat, baik dalam hal anggaran maupun pemilihan destinasi,” ujarnya.
Untuk perjalanan internasional, wisatawan Indonesia cenderung memilih destinasi yang dekat secara geografis. Kota-kota seperti Kuala Lumpur, Singapura, dan Bangkok menjadi tujuan paling populer. Sementara itu, Perth dan Hong Kong melengkapi daftar lima besar destinasi luar negeri.
Meski demikian, tren menunjukkan adanya minat terhadap destinasi baru seperti Arab Saudi, Vietnam, dan Timor-Leste.
Di dalam negeri, minat perjalanan selama periode Lebaran juga meningkat sebesar 27%. Tren ini menegaskan bahwa tradisi mudik tetap menjadi prioritas utama masyarakat Indonesia, sekaligus dimanfaatkan untuk berwisata bersama keluarga.
Indonesia juga mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan asing selama periode Lebaran. Negara asal utama wisatawan mancanegara antara lain Malaysia, Tiongkok, dan Singapura.
Menariknya, terjadi lonjakan signifikan dari pasar non-tradisional. Jumlah wisatawan dari Vietnam meningkat lebih dari 251%, disusul Belanda yang tumbuh lebih dari 200%. Selain itu, minat juga datang dari negara seperti Ethiopia dan Oman.
Untuk destinasi favorit, kawasan Bali dan Lombok masih menjadi primadona. Beberapa lokasi seperti Nusa Penida dan Bali Exotic Marine Park banyak diminati wisatawan. Selain itu, Candi Borobudur tetap menjadi daya tarik utama berkat nilai sejarah dan budayanya.
Seiring meningkatnya minat perjalanan, wisatawan kini semakin mengandalkan platform digital untuk merencanakan perjalanan secara praktis. Trip.com sendiri menawarkan berbagai layanan mulai dari pemesanan transportasi, hotel, hingga aktivitas wisata dalam satu aplikasi.
Dengan lebih dari 300.000 pilihan aktivitas di lebih dari 2.000 kota di seluruh dunia, wisatawan kini dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah, fleksibel, dan sesuai kebutuhan.
Kenaikan tren perjalanan selama Lebaran ini menunjukkan bahwa selain menjadi momen silaturahmi, periode Idulfitri juga semakin identik dengan aktivitas wisata yang terus berkembang di kalangan masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Berdasarkan data Trip.com, pemesanan perjalanan oleh wisatawan Indonesia meningkat 33% untuk rute internasional dan 28% untuk perjalanan domestik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 28%.
General Manager Trip.com Indonesia, Krishna Arya, mengatakan bahwa Lebaran menjadi momen krusial bagi industri perjalanan. Menurutnya, lebih dari 70% wisatawan Indonesia merencanakan perjalanan dalam rentang 15 hingga 60 hari sebelum keberangkatan.
“Ini menunjukkan proses pengambilan keputusan yang relatif cepat, baik dalam hal anggaran maupun pemilihan destinasi,” ujarnya.
Destinasi regional masih jadi favorit
Untuk perjalanan internasional, wisatawan Indonesia cenderung memilih destinasi yang dekat secara geografis. Kota-kota seperti Kuala Lumpur, Singapura, dan Bangkok menjadi tujuan paling populer. Sementara itu, Perth dan Hong Kong melengkapi daftar lima besar destinasi luar negeri.
Meski demikian, tren menunjukkan adanya minat terhadap destinasi baru seperti Arab Saudi, Vietnam, dan Timor-Leste.
Perjalanan domestik tetap tinggi
Di dalam negeri, minat perjalanan selama periode Lebaran juga meningkat sebesar 27%. Tren ini menegaskan bahwa tradisi mudik tetap menjadi prioritas utama masyarakat Indonesia, sekaligus dimanfaatkan untuk berwisata bersama keluarga.
Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat
Indonesia juga mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan asing selama periode Lebaran. Negara asal utama wisatawan mancanegara antara lain Malaysia, Tiongkok, dan Singapura.
Menariknya, terjadi lonjakan signifikan dari pasar non-tradisional. Jumlah wisatawan dari Vietnam meningkat lebih dari 251%, disusul Belanda yang tumbuh lebih dari 200%. Selain itu, minat juga datang dari negara seperti Ethiopia dan Oman.
Untuk destinasi favorit, kawasan Bali dan Lombok masih menjadi primadona. Beberapa lokasi seperti Nusa Penida dan Bali Exotic Marine Park banyak diminati wisatawan. Selain itu, Candi Borobudur tetap menjadi daya tarik utama berkat nilai sejarah dan budayanya.
Tren travel makin praktis
Seiring meningkatnya minat perjalanan, wisatawan kini semakin mengandalkan platform digital untuk merencanakan perjalanan secara praktis. Trip.com sendiri menawarkan berbagai layanan mulai dari pemesanan transportasi, hotel, hingga aktivitas wisata dalam satu aplikasi.
Dengan lebih dari 300.000 pilihan aktivitas di lebih dari 2.000 kota di seluruh dunia, wisatawan kini dapat merencanakan perjalanan dengan lebih mudah, fleksibel, dan sesuai kebutuhan.
Kenaikan tren perjalanan selama Lebaran ini menunjukkan bahwa selain menjadi momen silaturahmi, periode Idulfitri juga semakin identik dengan aktivitas wisata yang terus berkembang di kalangan masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)