WISATA
Liburan di Dalam Negeri Makin Didorong, GATF 2026 Jadi Momentum Wisnus Jalan-Jalan
A. Firdaus
Rabu 02 September 2026 / 14:36
- GATF 2026 didukung Kemenpar untuk mendorong wisatawan nusantara menjelajahi destinasi Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
- Dalam GATF 2026, Kemenpar turut menghadirkan booth Wonderful Indonesia dengan tema “Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja”.
- GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi antara sektor transportasi dan pariwisata untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan perjalanan.
Jakarta: Liburan ke berbagai destinasi di Indonesia kini semakin mudah dengan pilihan konektivitas dan paket wisata yang beragam. Momentum ini turut didorong melalui penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung GATF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Gelaran tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sekaligus mengajak masyarakat menjadikan destinasi dalam negeri sebagai pilihan perjalanan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan GATF memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mencari inspirasi perjalanan, mulai dari pilihan tiket dan konektivitas Garuda Indonesia hingga berbagai paket wisata untuk menjelajahi destinasi di Indonesia.
“Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Potensi perjalanan domestik memang terbilang besar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan.
Angka tersebut tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan mobilitas masyarakat untuk berwisata di dalam negeri masih terus bergerak.
Bukan sekadar jalan-jalan, tingginya pergerakan wisnus juga memberikan efek domino bagi perekonomian daerah. Ketika wisatawan datang, berbagai sektor ikut bergerak, mulai dari transportasi, hotel dan akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif hingga UMKM.
“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujar Ni Made.
Dalam GATF 2026, Kemenpar turut menghadirkan booth Wonderful Indonesia dengan tema “Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja”.
Booth tersebut diisi delapan seller pariwisata yang telah dikurasi, yakni Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management.
Kehadiran para seller ini memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin menyusun rencana perjalanan, termasuk menemukan paket wisata untuk berbagai destinasi di Indonesia.
Menurut Ni Made, konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat bepergian. Akses transportasi yang semakin baik dapat membuka peluang wisatawan untuk menjangkau lebih banyak destinasi.
Namun, konektivitas saja belum cukup. Destinasi juga perlu didukung produk dan layanan pariwisata yang berkualitas agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga betah tinggal lebih lama, tertarik untuk kembali, hingga merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain.
“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.
Karena itu, GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi antara sektor transportasi dan pariwisata untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan perjalanan.
Kemenpar pun terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memilih berlibur di dalam negeri dan semakin besar pula dampaknya terhadap perekonomian masyarakat di destinasi.
“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.
(FIR)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung GATF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Gelaran tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sekaligus mengajak masyarakat menjadikan destinasi dalam negeri sebagai pilihan perjalanan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan GATF memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mencari inspirasi perjalanan, mulai dari pilihan tiket dan konektivitas Garuda Indonesia hingga berbagai paket wisata untuk menjelajahi destinasi di Indonesia.
“Wisatawan nusantara memiliki potensi yang sangat besar. Potensi ini perlu terus dioptimalkan agar semakin banyak masyarakat melakukan perjalanan dan mengenal keragaman destinasi di Indonesia,” kata Ni Made dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Ratusan Juta Perjalanan Wisnus
Potensi perjalanan domestik memang terbilang besar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada semester I 2026 mencapai 630,41 juta perjalanan.
Angka tersebut tumbuh 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan mobilitas masyarakat untuk berwisata di dalam negeri masih terus bergerak.
Bukan sekadar jalan-jalan, tingginya pergerakan wisnus juga memberikan efek domino bagi perekonomian daerah. Ketika wisatawan datang, berbagai sektor ikut bergerak, mulai dari transportasi, hotel dan akomodasi, kuliner, atraksi wisata, ekonomi kreatif hingga UMKM.
“Potensi ini perlu kita perkuat agar semakin banyak masyarakat memilih destinasi di Indonesia. Dengan demikian, manfaat ekonominya juga semakin besar dirasakan masyarakat di daerah,” ujar Ni Made.
Cari Inspirasi Liburan di Booth Wonderful Indonesia
Dalam GATF 2026, Kemenpar turut menghadirkan booth Wonderful Indonesia dengan tema “Terbang ke Destinasi Impian, DiIndonesiaAja”.
Booth tersebut diisi delapan seller pariwisata yang telah dikurasi, yakni Selaras Jiwo Journey, PT Flores Fantastic Tours, Remen Jawi, Tanjung Lesung Resort, Antik Hospitality Service, Sejiva, Explorer.id, serta Always Tour & Event Management.
Kehadiran para seller ini memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin menyusun rencana perjalanan, termasuk menemukan paket wisata untuk berbagai destinasi di Indonesia.
Menurut Ni Made, konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong masyarakat bepergian. Akses transportasi yang semakin baik dapat membuka peluang wisatawan untuk menjangkau lebih banyak destinasi.
Namun, konektivitas saja belum cukup. Destinasi juga perlu didukung produk dan layanan pariwisata yang berkualitas agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga betah tinggal lebih lama, tertarik untuk kembali, hingga merekomendasikan pengalamannya kepada orang lain.
“Kemudahan konektivitas menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk mengunjungi berbagai destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Ni Made.
Karena itu, GATF 2026 menjadi salah satu momentum kolaborasi antara sektor transportasi dan pariwisata untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai pilihan perjalanan.
Kemenpar pun terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang memilih berlibur di dalam negeri dan semakin besar pula dampaknya terhadap perekonomian masyarakat di destinasi.
“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujar Made.
(FIR)