WISATA

Sambangi Cianjur, Ini Rencana Sandiaga Uno tentang Situs Gunung Padang

A. Firdaus
Selasa 27 September 2022 / 12:08
Cianjur: Destinasi wisata sejarah situs kebudayan Megalitikum di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Objek wisata kelas dunia tersebut dikenal dengan Desa Wisata Gunung Padang.

Lokasi desa ini berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi desa tersebut untuk menikmati kekayaan warisan budaya ini.   

Desa Wisata Gunung Padang merupakan kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki area situs sekitar 3 hektare. Sedangkan luas kompleks utama sekitar 900 meter persegi pada ketinggian 885 mdpl.

Selain memiliki Situs Gunung Padang yang merupakan cagar budaya tertua dan terbesar di Asia Tenggara, desa wisata ini juga memiliki perkebunan teh. Perkebunan ini menjadi daya tarik wisatawan.

Menparekraf Sandiaga tiba bersama rombongan Kemenparekraf disambut oleh tarian Pangbagea (selamat datang). Dalam kesempatan itu ia dan rombongan membeli produk UMKM seperti madu, gula aren, kopi, alat kesenian karinding, keranjang bambu, gantungan kunci, tas selendang, dan batik khas Cianjur.

Di area UMKM juga ditampilkan ajeng-ajeng Ayam Pelung khas Cianjur. Satu ajeng utama dan delapan ajeng bambu Ayam Pelung. Keunikan Ayam Pelung khas Cianjur antara lain suara panjang mengalun merdu, bobot besar, dan tampilan menarik.

Menparekraf melanjutkan perjalanan menuju Situs Cagar Budaya Gunung Padang menggunakan mobil warawiri. Setibanya di pintu masuk Situs Cagar Budaya Gunung Padang, ia menaiki anak tangga landai atau beton menuju puncak Situs Gunung Padang seraya mendengarkan kesenian Kacapi Suling.



Sampai di teras pertama, Menparekraf disambut dengan kesenian Karinding. Ia lalu melakukan prosesi penandatanganan prasasti, memberikan sertifikat, plakat, dan CHSE Kit kepada pengelola Desa Wisata Situs Gunung Padang.

"Situs Gunung Padang Cianjur ditetapkan sebagai cagar budaya nasional oleh Kemendikbud pada 2014. Saya mengajak masyarakat terlibat dalam pengelolaannya. Kita jaga dan kembangkan ekonomi kreatif seperti Karinding dan Pencaksilat dan produk ekraf seperti kopi,” ujar Sandi.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Cianjur Achmad Haidar Setiawan mengatakan, dukungan pihaknya adalah membangun fasilitas penunjang di Situs Gunung Padang. Berdasarkan instruksi, nanti ada teropong dari puncak tersebut yang bisa melihat langsung ke Gunung Padang ini.

Pemkab Cianjur menargetkan kunjungan wisata sebanyak 1,9 juta orang pada 2022, dan baru tercapai 68 persen sekitar 900 ribu orang. Target itu dapat tercapai pada akhir tahun ini.

"Pengembangan adalah pelatihan produk ekonomi kreatif, pendampingan permodalan, pembiayaan, dan pemasaran. Destinasi yang menjadi andalan bisa meningkatan ekonomi kreatif adalah jawaban menghadapi berbagai masalah ekonomi ke depan," ujar Menparekraf Sandiaga.

”Situs Pundan berundak terbesar di Asia Tenggara harus kita preservasi, konservasi dengan pendekatan internasional dan multirateral, berkoordinasi dengan Kemendikikbud Ristek dan Pemprov, Pemkab dan mengundang internasional supaya menjadi bagian proses ini ke depan," sambungnya.

Seperti Borobudur dan Muaro Jambi, situs ini akan menjadi daya tarik unggulan. Menparekraf Sandiaga juga akan berbicara kepada semua pihak, apakah situs ini dibiarkan natural seperti ini atau ada alternatif sebagai eskavasi.

"Saya akan dengar dulu masukan dari semua pihak, apakah dibiarkan seperti ini tapi replika yang dibangun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sebagai alternatif atau kita eskavasi seperti model Borobudur dan Muaro Jambi, nanti ahli-ahli yang akan menentukan untuk konservasi situs ini,” pungkas Sandi.
(FIR)

MOST SEARCH