Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Situs Cagar Budaya Gunung Padang. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Situs Cagar Budaya Gunung Padang. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Dedi Mulyadi: Sejarah Peradaban Jangan Dikaitkan dengan Mistis

Ilham Pratama Putra • 16 Desember 2025 09:45
Cianjur: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau biasa disapa KDM, menyebut sejarah adalah bukti peradaban. Dia menekankan apa yang terjadi dalam sejarah tidak bisa serta merta dikaitkan dengan kejadian mistis.
 
"Jangan terus kita selalu menghubungkan peninggalan masa lalu dengan mistik," kata KDM di Situs Cagar Budaya Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Senin, 15 Desember 2025.
 
Seharusnya, kata dia, peninggalan masa lalu dihubungkan dengan teknologi walaupun pada abad terdahulu belum ada teknologi mempuni. Ia mencontohkan di Situs Cagar Budaya Gunung Padang yang memiliki tinggi 885 meter di atas permukaan laut (MDPL) terdapat susunan batu-batu besar dan berat.

"Ini bukti kita pada abad itu sudah memiliki teknologi yang tinggi. Jadi mengangkat batu ini pakai orang, bukan pakai jin. Waktu itu berarti sudah ada teknologi pengangkatan batu. Cuma kita enggak tahu," tutur dia.
 
KDM menegaskan apa yang terjadi di Situs Gunung Padang adalah peradaban dari kacamata teknologi. Karena itu, baiknya situs cagar budaya tersebut dapat didalami dari segi teknologi.
 
"Kita enggak tahu. Pokoknya jangan dihubungkan dulu pakai alam gaib. Enggak, pakai alam nyata," sebut dia. 
 
KDM memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengalokasikan anggaran untuk rekonstruksi Situs Gunung Padang. Menurutnya, harus ada dana untuk pelestarian cagar budaya.
 
"Mudah-mudahan rekonstruksi ini berjalan aman. Mudah-mudahan biayanya tersedia. Kalaupun tidak tersedia harus disediakan. Negara bertanggung jawab penuh terhadap berbagai rekonstruksi peninggalan sejarah. Saya pikir APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten Cianjur kalau bersama-sama bisa merekonstruksi ini," tutur dia. 

Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014. Arkeolog Junus Satrio Atmodjo menuturkan situs Gunung Padang merupakan tinggalan budaya megalitik berupa punden berundak yang tersusun dari batuan kekar kolom berbentuk balok dengan lima teras berundak.
 
Terdapat nilai-nilai penting Gunung Padang sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional dapat menjadi suatu stimulan dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya. Sehingga, Gunung Padang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bukti kejayaan peradaban nusantara di masa lampau.
 
Gunung Padang juga merupakan situs arkeologis dan geologis yang unik. Tetapi, rentan terhadap bencana alam, sehingga perlu perhatian khusus dalam pelestariannya
 
Semua lapisan batuan kolom di bagian atas bukit Gunung Padang disusun oleh manusia dan tidak ada yang alamiah. Lebih lanjut diperlukan penelitian berkelanjutan untuk mengungkapkan lebih banyak tentang situs ini dan mengembangkan potensi pariwisata yang dapat mendukung ekonomi lokal dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
 
Situs ini juga dinilai memiliki makna spiritual dan historis. Dalam kontes tersebut kemungkinan Gunung Padang bukan hanya struktur alami tetapi juga dibentuk oleh manusia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan