WISATA
Kunjungan PM India ke Prambanan Jadi Angin Segar bagi Pariwisata Indonesia
A. Firdaus
Kamis 09 Juli 2026 / 11:35
- Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah serta peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad.
- Jejak hubungan tersebut masih terlihat melalui seni, sastra, arsitektur, tradisi spiritual, hingga kisah epik Ramayana dan Mahabharata yang hidup dalam budaya kedua negara.
- Pada periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 298.450 wisatawan India berkunjung ke Indonesia.
Yogyakarta: Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Candi Prambanan, Yogyakarta, dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia dan India, khususnya di sektor pariwisata budaya dan spiritual.
Pemerintah berharap momen ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga meningkatkan minat wisatawan India untuk menjelajahi berbagai destinasi unggulan di Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah serta peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad. Jejak hubungan tersebut masih terlihat melalui seni, sastra, arsitektur, tradisi spiritual, hingga kisah epik Ramayana dan Mahabharata yang hidup dalam budaya kedua negara.
"Kami melihat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Prambanan sebagai momentum yang sangat penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat antara Indonesia dan India. Hubungan kedua negara bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan peradaban yang telah terbangun sejak lama," ujar Menpar Widiyanti saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto di Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, Candi Prambanan menjadi simbol kuat kedekatan sejarah kedua bangsa. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai budaya India berakulturasi dengan budaya Nusantara dan melahirkan identitas yang khas.
Tak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, Candi Prambanan juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual bagi wisatawan India, berdampingan dengan Bali yang selama ini telah menjadi tujuan favorit.
Untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan India, Kementerian Pariwisata terus memperluas kerja sama dengan pemerintah India, termasuk meningkatkan konektivitas menuju destinasi budaya di Indonesia.
Salah satu upaya yang tengah didorong adalah pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Selain itu, pemerintah juga mendorong penyusunan paket wisata yang menghubungkan Prambanan, Borobudur, desa wisata, hingga destinasi budaya lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Penguatan kerja sama pariwisata kedua negara sebenarnya telah berlangsung sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2000. Kolaborasi tersebut mencakup promosi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, investasi, penyelenggaraan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), hingga pertukaran budaya.
Indonesia dan India juga terus mempererat hubungan melalui berbagai forum internasional, termasuk ASEAN–India, G20, BRICS, dan Indian Ocean Rim Association (IORA).
Selain memperkuat aksesibilitas, pemerintah juga terus mengembangkan berbagai agenda budaya untuk menarik wisatawan India.
Sejak 2025, Indonesia mulai mengembangkan perayaan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kalender wisata budaya dan spiritual. Kawasan Prambanan juga semakin aktif menghadirkan berbagai event, seperti Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, hingga beragam pertunjukan seni yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.
India menjadi salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asal India terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 298.450 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sepanjang 2023 hingga 2025, jumlah kunjungan juga naik dari 606.439 menjadi 734.490 wisatawan.
Melihat tren tersebut, pemerintah optimistis kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan India akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan wisata budaya, spiritual, wellness tourism, hingga investasi pariwisata.
Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Prambanan, pemerintah berharap eksposur pariwisata Indonesia di pasar India semakin meningkat. Tak hanya mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, langkah ini juga diharapkan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman budaya, sejarah, dan spiritual berkelas dunia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Pemerintah berharap momen ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga meningkatkan minat wisatawan India untuk menjelajahi berbagai destinasi unggulan di Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah serta peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad. Jejak hubungan tersebut masih terlihat melalui seni, sastra, arsitektur, tradisi spiritual, hingga kisah epik Ramayana dan Mahabharata yang hidup dalam budaya kedua negara.
"Kami melihat kunjungan Perdana Menteri Modi ke Prambanan sebagai momentum yang sangat penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat antara Indonesia dan India. Hubungan kedua negara bukan hanya hubungan diplomatik, tetapi juga hubungan budaya dan peradaban yang telah terbangun sejak lama," ujar Menpar Widiyanti saat mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto di Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, Candi Prambanan menjadi simbol kuat kedekatan sejarah kedua bangsa. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai budaya India berakulturasi dengan budaya Nusantara dan melahirkan identitas yang khas.
Tak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, Candi Prambanan juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual bagi wisatawan India, berdampingan dengan Bali yang selama ini telah menjadi tujuan favorit.
Perkuat konektivitas dan paket wisata
Untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan India, Kementerian Pariwisata terus memperluas kerja sama dengan pemerintah India, termasuk meningkatkan konektivitas menuju destinasi budaya di Indonesia.
Salah satu upaya yang tengah didorong adalah pembukaan penerbangan langsung menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Selain itu, pemerintah juga mendorong penyusunan paket wisata yang menghubungkan Prambanan, Borobudur, desa wisata, hingga destinasi budaya lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Penguatan kerja sama pariwisata kedua negara sebenarnya telah berlangsung sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2000. Kolaborasi tersebut mencakup promosi pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, investasi, penyelenggaraan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), hingga pertukaran budaya.
Indonesia dan India juga terus mempererat hubungan melalui berbagai forum internasional, termasuk ASEAN–India, G20, BRICS, dan Indian Ocean Rim Association (IORA).
Wisata budaya dan spiritual jadi andalan
Selain memperkuat aksesibilitas, pemerintah juga terus mengembangkan berbagai agenda budaya untuk menarik wisatawan India.
Sejak 2025, Indonesia mulai mengembangkan perayaan Siwaratri dan Mahasiwaratri sebagai bagian dari kalender wisata budaya dan spiritual. Kawasan Prambanan juga semakin aktif menghadirkan berbagai event, seperti Prambanan Shiwa Festival, Prambanan Jazz Festival, hingga beragam pertunjukan seni yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata budaya kelas dunia.
Minat wisatawan India terus meningkat
India menjadi salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia. Data Kementerian Pariwisata menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asal India terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 298.450 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sepanjang 2023 hingga 2025, jumlah kunjungan juga naik dari 606.439 menjadi 734.490 wisatawan.
Melihat tren tersebut, pemerintah optimistis kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan India akan membuka peluang lebih besar bagi pengembangan wisata budaya, spiritual, wellness tourism, hingga investasi pariwisata.
Melalui momentum kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Prambanan, pemerintah berharap eksposur pariwisata Indonesia di pasar India semakin meningkat. Tak hanya mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, langkah ini juga diharapkan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman budaya, sejarah, dan spiritual berkelas dunia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)