WISATA
Bukan Cuma Aceh, Ini 15 Provinsi yang Siap Jadi Surga Wisata Ramah Muslim
A. Firdaus
Kamis 02 Juli 2026 / 18:39
- Penetapan daerah tersebut mengacu pada Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang disusun berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI).
- Pemerintah juga mempermudah wisatawan memperoleh informasi melalui laman khusus Muslim Friendly Travel di Indonesia.travel.
- Arab Saudi masih dipandang sebagai salah satu pasar potensial karena konektivitas penerbangan menuju Indonesia tetap terjaga.
Jakarta: Kementerian Pariwisata terus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata ramah Muslim dunia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan 15 provinsi yang dinilai memiliki potensi besar menjadi tujuan wisata ramah Muslim berkualitas.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, penetapan daerah tersebut mengacu pada Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang disusun berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI).
Sebanyak 15 provinsi yang masuk dalam daftar pengembangan meliputi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk memperkuat daya tarik daerah-daerah tersebut, Kementerian Pariwisata memasukkan berbagai agenda yang menyasar wisatawan Muslim ke dalam program Karisma Event Nusantara (KEN).
Sejumlah acara unggulan yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan antara lain Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, Muslim Life Fest, Balangan Islamic Festival, Pawai Takbir Batam, hingga Batam Wonderfood & Art Ramadhan.
Selain menghadirkan berbagai event, pemerintah juga mempermudah wisatawan memperoleh informasi melalui laman khusus Muslim Friendly Travel di Indonesia.travel. Halaman tersebut menyediakan informasi mengenai destinasi, kalender acara, lokasi tempat ibadah, hingga pilihan paket wisata ramah Muslim.
Menpar Widiyanti mengatakan pengembangan wisata ramah Muslim tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas ibadah, tetapi juga memperluas ragam pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
"Produk wisata ramah Muslim Indonesia juga terus didiversifikasi, mulai dari wisata religi, kuliner halal, hingga wellness berbasis nilai spiritual," ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata juga memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui program pendampingan bisnis, sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi penyedia paket wisata ramah Muslim.
Pemerintah menilai Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim, terutama dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), meski kawasan Timur Tengah tengah menghadapi dinamika geopolitik.
Arab Saudi masih dipandang sebagai salah satu pasar potensial karena konektivitas penerbangan menuju Indonesia tetap terjaga. Namun, Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut agar strategi promosi dapat disesuaikan.
Tak hanya menyasar negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan Uzbekistan, pemerintah juga membidik pasar non-OKI yang memiliki permintaan tinggi terhadap wisata ramah Muslim.
Negara-negara seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China, Australia, dan Selandia Baru dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber wisatawan Muslim ke Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, penetapan daerah tersebut mengacu pada Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang disusun berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI).
Sebanyak 15 provinsi yang masuk dalam daftar pengembangan meliputi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Untuk memperkuat daya tarik daerah-daerah tersebut, Kementerian Pariwisata memasukkan berbagai agenda yang menyasar wisatawan Muslim ke dalam program Karisma Event Nusantara (KEN).
Sejumlah acara unggulan yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan antara lain Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, Muslim Life Fest, Balangan Islamic Festival, Pawai Takbir Batam, hingga Batam Wonderfood & Art Ramadhan.
Selain menghadirkan berbagai event, pemerintah juga mempermudah wisatawan memperoleh informasi melalui laman khusus Muslim Friendly Travel di Indonesia.travel. Halaman tersebut menyediakan informasi mengenai destinasi, kalender acara, lokasi tempat ibadah, hingga pilihan paket wisata ramah Muslim.
Wisata religi hingga wellness
Menpar Widiyanti mengatakan pengembangan wisata ramah Muslim tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas ibadah, tetapi juga memperluas ragam pengalaman wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
"Produk wisata ramah Muslim Indonesia juga terus didiversifikasi, mulai dari wisata religi, kuliner halal, hingga wellness berbasis nilai spiritual," ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata juga memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui program pendampingan bisnis, sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi penyedia paket wisata ramah Muslim.
Bidik pasar Timur Tengah hingga Asia Timur
Pemerintah menilai Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim, terutama dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), meski kawasan Timur Tengah tengah menghadapi dinamika geopolitik.
Arab Saudi masih dipandang sebagai salah satu pasar potensial karena konektivitas penerbangan menuju Indonesia tetap terjaga. Namun, Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut agar strategi promosi dapat disesuaikan.
Tak hanya menyasar negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan Uzbekistan, pemerintah juga membidik pasar non-OKI yang memiliki permintaan tinggi terhadap wisata ramah Muslim.
Negara-negara seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China, Australia, dan Selandia Baru dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber wisatawan Muslim ke Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)