FITNESS & HEALTH

Alasan Gen Z Malas Menikah: Dari Ekspektasi hingga Trauma Masa Kecil

Yatin Suleha
Minggu 30 November 2025 / 15:28
Jakarta: Di era digital ini, banyak Gen Z yang memilih menunda atau bahkan menghindari pernikahan, sebuah tren yang semakin menonjol di tengah perubahan sosial dan ekonomi.

Fenomena ini bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan hasil dari tekanan kompleks yang melibatkan ekspektasi keluarga, luka masa lalu, pengaruh media sosial, dan tantangan finansial yang tak kunjung reda.

Generasi muda saat ini lebih memilih pernikahan sederhana atau intim dan hanya mengundang orang-orang terdekat sebagai bentuk perlawanan terhadap tradisi yang mengharuskan acara besar-besaran. 
 
Namun, harapan orang tua sering kali bertentangan, menciptakan konflik yang membuat banyak anak muda merasa terbebani.

Persiapan pernikahan kini melibatkan aspek mental yang mendalam, di mana trauma masa kecil yang belum teratasi bisa menghambat komitmen jangka panjang.

"Ini bukan hanya soal pesta, tapi juga tuntutan lain seperti berapa anak yang harus dimiliki atau bagaimana hidup setelah menikah," ujar Alvina, M.Psi. Psikolog dari RS Royal Taruma saat ditemui di Digihub Media Group, Rabu, 26 November 2025.

Dengan sosial media yang memudahkan akses ke berita perceraian dan ketidakharmonisan keluarga, Gen Z menjadi lebih sadar akan risiko, sehingga banyak yang memilih fokus pada karier atau kehidupan pribadi daripada membangun rumah tangga.

Alvina menggarisbawahi perbedaan ekspektasi antara generasi muda dan orang tua juga sangat berpengaruh dalam keputusan Gen Z saat ini.

"Generasi sekarang lebih suka intimate wedding atau private wedding, di mana undangan hanya untuk orang dekat saja. Tapi orang tua sering kali mengharapkan acara yang lebih meriah, dengan banyak tamu dan tradisi yang harus diikuti," ujarnya.

"Kita mau menjalani sebuah pernikahan itu kan harus persiapannya bukan cuman secara finansial, tapi mental juga. Terkadang dari mental sendiri pun kita tuh punya trauma masa kecil yang belum selesai, dan itu terkadang juga mengganggu hubungan," jelasnya.

Trauma ini bisa beragam bentuknya, seperti pola asuh yang kurang tepat, di mana figur ayah kurang hadir atau pernikahan orang tua yang tidak harmonis.

"Misalnya, melihat orang tua mengalami KDRT atau perselingkuhan membuat anak takut berujung seperti itu. 'Buat apa sih aku nikah kalau nanti aku berujung-ujung jadi seperti mamaku yang tidak bahagia ini?'" kata Alvina.

Selain itu, pengaruh sosial media memperburuk situasi karena mudahnya melihat berita perceraian dan ketidakharmonisan keluarga.


(Alvina, M.Psi. Psikolog dari RS Royal Taruma. Foto: Dok. Medcom.id/Secillia Nur Hafifah)

Gen Z lebih terbuka dan berani bicara, sehingga mereka sadar bahwa tuntutan ekonomi tidak semudah dulu.

"Beli rumah aja sekarang minimal 25 tahun nyicilnya, anak sekolah mahal, asuransi, les musik, les olahraga, semuanya butuh biaya besar," jelas Alvina.

Akibatnya, banyak yang memilih child-free, meski menikah karena trauma masa kecil atau kesadaran bahwa mereka belum selesai dengan masalah pribadi.

"Gen Z punya awareness yang tinggi, sehingga merasa aku enggak mau menjadi orang tua kalau masih punya trauma masa kecil," tambahnya.

Masalah finansial menjadi poin krusial dalam pembahasan Alvina. 

"Masalah finansial ini kan menjadi salah satu stressor tertinggi, apalagi di zaman sekarang. Pendapatan dan pengeluaran dulu hampir setara, tapi sekarang tabungan sulit terkumpul," ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan ini, Alvina menyarankan pendekatan yang realistis yang penting adalah mempunyai goal yang sama dengan pasangan

Selain itu, kesehatan mental harus stabil. "Kalau kesehatan mental kita aja enggak stabil, misalnya punya depresi, bagaimana kita bisa treat pasangan dengan baik kalau belum sembuh diri sendiri?" tanyanya.
 
Pesan kepada Gen Z dari Alvina adalah ia mendorong para gen Z agar tidak gampang menyerah. 

"Jangan nyerah, cari kerja apa saja dulu, asal ada usaha. Zaman sekarang enggak harus kerja kantoran, bisa ngojek atau apa, yang penting ada usaha," sarannya.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(TIN)

MOST SEARCH