WISATA
Menpar: Sport Tourism Perkuat Promosi Destinasi Indonesia
Aulia Putriningtias
Jumat 05 Juni 2026 / 07:17
- 44 persen wisatawan rela berpergian ke luar negeri atau ke daerah lain untuk menghadiri event olahraga yang mereka inginkan.
- Sports tourism menyumbang 10 persen dari total belanja wisatawannya global pada tahun 2023.
- Kemenpar menggaungkan dukungan terhadap acara 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026.
Jakarta: Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa sport tourism atau wisata olahraga dapat memperkuat promosi destinasi wisata Indonesia.
"Penyelenggaran event sports tourism tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi saran efektif untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global," jelasnya dalam konferensi pers 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026 di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut data yang dipaparkan oleh Menpar Widiyanti, Survei Expedia menyebutkan bahwa 44 persen wisatawan rela berpergian ke luar negeri atau ke daerah lain untuk menghadiri event olahraga yang mereka inginkan.
Secara global, UN Tourism mencatat bahwa sports tourism menyumbang 10 persen dari total belanja wisatawannya global pada tahun 2023. Ini diproyeksikan akan tumbuh besar hingga 17,5 persen pada periode 2023-2030.
"Sports tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia," paparnya.
"Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal," lanjutnya.

Ki-ka: Ali Patiwiri (Sekjen Pengurus Bezar Akuatik Indonesia) - Menpar Widiyanti - Zoraya Perucha (Ketua Bidang Humas dan Promosi). Dok. Aulia/Medcom
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafidz Agung Rifai menambahkan bahwa sport tourism bisa berpotensi besar bersamaan dengan wellness tourism.
"Kita sama-sama tahu potensinya sangat luar biasa untuk menyelenggarakan sporturism. Khususnya di bidang merit seperti ini," katanya.
"Sejalan dengan wellness juga kita percaya bahwa mereka yang habis melakukan olahraga itu pasti akan membutuhkan wellness," paparnya.
Sementara itu, dalam aspek sport tourism, Kementerian Pariwisata menggaungkan dukungan terhadap acara 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026. Acara ini akan dilaksanakan Pantai Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, pada 13-15 Juni mendatang.
Ajang ini akan menjadi salah satu kejuaraan renang perairan terbuka terbesar di Asia. Pun, sekaligus momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism internasional.
Sebanyak 128 atlet dari 18 negara Asia akan ambil bagian pada Asian Open Water Swimming Championship. Untuk A•STREAM OWS Series Bali sendiri diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kategori.
"Mari bersama-sama kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia mampu menghadirkan event internasional yang berkualitas dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan wisatawan," tutup Menpar Widiyanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
"Penyelenggaran event sports tourism tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi saran efektif untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global," jelasnya dalam konferensi pers 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026 di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut data yang dipaparkan oleh Menpar Widiyanti, Survei Expedia menyebutkan bahwa 44 persen wisatawan rela berpergian ke luar negeri atau ke daerah lain untuk menghadiri event olahraga yang mereka inginkan.
Secara global, UN Tourism mencatat bahwa sports tourism menyumbang 10 persen dari total belanja wisatawannya global pada tahun 2023. Ini diproyeksikan akan tumbuh besar hingga 17,5 persen pada periode 2023-2030.
"Sports tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia," paparnya.
"Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal," lanjutnya.

Ki-ka: Ali Patiwiri (Sekjen Pengurus Bezar Akuatik Indonesia) - Menpar Widiyanti - Zoraya Perucha (Ketua Bidang Humas dan Promosi). Dok. Aulia/Medcom
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Hafidz Agung Rifai menambahkan bahwa sport tourism bisa berpotensi besar bersamaan dengan wellness tourism.
"Kita sama-sama tahu potensinya sangat luar biasa untuk menyelenggarakan sporturism. Khususnya di bidang merit seperti ini," katanya.
"Sejalan dengan wellness juga kita percaya bahwa mereka yang habis melakukan olahraga itu pasti akan membutuhkan wellness," paparnya.
Sementara itu, dalam aspek sport tourism, Kementerian Pariwisata menggaungkan dukungan terhadap acara 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 dan A•STREAM OWS Series Bali 2026. Acara ini akan dilaksanakan Pantai Hotel Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, pada 13-15 Juni mendatang.
Ajang ini akan menjadi salah satu kejuaraan renang perairan terbuka terbesar di Asia. Pun, sekaligus momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism internasional.
Sebanyak 128 atlet dari 18 negara Asia akan ambil bagian pada Asian Open Water Swimming Championship. Untuk A•STREAM OWS Series Bali sendiri diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kategori.
"Mari bersama-sama kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia mampu menghadirkan event internasional yang berkualitas dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan wisatawan," tutup Menpar Widiyanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)