KULINER

Wadah Tumbuhkan Cinta Anak Muda Terhadap Kuliner Nusantara

Elang Riki Yanuar
Rabu 26 November 2025 / 18:00
Jakarta: Babak puncak kompetisi memasak antar pelajar SMK Tata Boga tingkat nasional akhirnya tiba. Setelah menarik perhatian sejak pertengahan tahun, ajang “Koki Muda Koepoe Koepoe 2025” resmi memasuki Grand Final yang mempertemukan sembilan tim terbaik dari total 675 tim peserta yang berasal dari 45 sekolah. 

Mereka bersaing membawa nama sekolah sekaligus memperjuangkan mimpi sebagai chef profesional masa depan. Perjalanan menuju babak final tidak mudah. Para peserta harus melewati rangkaian roadshow dan kompetisi yang digelar di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sebelum akhirnya terpilih sebagai finalis yang berhak tampil di panggung utama.

Setiap tim datang dengan strategi dan kreativitas masing masing untuk membuktikan kemampuan terbaiknya dalam dunia kuliner.

Kompetisi ini merupakan inisiatif Koepoe Koepoe, brand rempah Indonesia berusia lebih dari 75 tahun. Melalui ajang ini, merekaingin menghadirkan ruang yang nyata bagi generasi muda untuk mengembangkan keahlian, berinovasi dengan rasa, dan menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan kuliner Nusantara.

“Kami percaya bahwa kuliner Indonesia akan terus berkembang jika talenta muda diberikan panggung untuk berkarya. Dan hari ini, melalui Grand Final Koki Muda Koepoe Koepoe, panggung itu benar benar ada di depan mereka. Kami ingin menyalakan semangat generasi baru untuk mencintai dan mengangkat hidangan Nusantara ke level berikutnya, dan kami yakin para finalis memiliki potensi besar untuk menjadi wajah masa depan kuliner Indonesia," kata Linus Ligo, COO PT Anggana Catur Prima.
"Tren kuliner berubah cepat, dan generasi muda adalah kuncinya. Grand Final ini bukan hanya kompetisi, melainkan titik awal perjalanan profesional mereka. Kami ingin mereka bangga pada identitas kuliner Indonesia dan berani membawa rasa Nusantara ke panggung dunia," lanjutnya. 

Grand Final menghadirkan tantangan yang dirancang untuk menguji seluruh aspek kemampuan peserta. Para finalis harus mengolah daging ikan perairan Indonesia sebagai hidangan utama, sekaligus menyajikan appetizer dan dessert yang konsisten secara konsep. Penilaian tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga inovasi, teknik memasak, dan estetika penyajian.

Pada tahap ini, jajaran juri profesional terlibat mengawal penilaian dengan ketat. Mereka datang dari latar belakang kuliner yang beragam dan berpengalaman untuk memastikan standar kompetisi tetap tinggi. Setiap hidangan finalis diperiksa secara teliti mulai dari teknik dasar hingga kemampuan menyampaikan cerita melalui makanan.

“Di Grand Final ini, kami ingin melihat lebih dari sekadar kemampuan memasak. Kami ingin melihat identitas seorang chef tercermin dalam setiap elemen hidangan mulai dari teknik yang kuat, rasa yang matang, hingga kemampuan finalis menceritakan kisah kuliner Nusantara melalui masakan mereka. Inilah panggung bagi para finalis untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya,” tegas Chef Rafael.

Chef Vindex Tengker yang juga menjabat sebagai Vice President Association of Culinary Professionals Indonesia memberikan sudut pandang mengenai pentingnya mentalitas dalam kompetisi tingkat tinggi. 

“Grand Final bukan hanya ajang memperebutkan gelar juara, tetapi ujian mental dan konsistensi. Di dapur profesional, tekanan, waktu, dan emosi selalu berpacu. Siapa pun yang mampu tetap kreatif, akurat, dan fokus dalam situasi seperti itu dia lah yang benar benar layak menyandang gelar Juara Koki Muda Koepoe Koepoe," ujar Chef Vindex Tengker.

Sementara itu, juri utama Chef Ronald N Tokilov menyoroti aspek pengolahan bumbu sebagai elemen yang tidak dapat dipisahkan dari identitas kuliner Indonesia. Di tahap Grand Final ini, kemampuan mengolah bumbu dengan benar akan sangat menentukan hasil akhir hidangan para finalis.

Setelah digellar, Juara 1 dimenangkan oleh Sinta Mira Yusrina dan Encender Rico Felicidad S dari SMKN 9 Bandung. Sementara Raffi Rizki Santoso dan Azra Nadhira dari SMK Pariwisata Telkom Bandung meraih Juara 2, disusul Afifah Jelang Ramadhani dan Vania Aisha Rahman dari SMKN 3 Purworejo sebagai Juara 3.

Dengan melibatkan para pelajar dalam ajang seperti ini, mereka berharap semangat untuk mengangkat rasa Indonesia dapat tumbuh semakin kuat dan hadir lebih luas di panggung kuliner dunia.

"Kami berharap dapat menjadi jembatan bagi lahirnya generasi baru chef Indonesia yang siap bersaing di ajang nasional maupun internasional. Kompetisi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga membuka jalan bagi para pelajar untuk terus berani bereksperimen dan mencintai kekayaan kuliner Nusantara," tutupnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(ELG)

MOST SEARCH