KULINER

Warga Banyumas Patut Bangga, Mendoan Kini Masuk Warisan Budaya Takbenda

Sri Yanti Nainggolan
Selasa 02 November 2021 / 10:10
Jakarta: Mendoan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya takbenda (WBTb) dalam Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021. Sidang tersebut digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Jakarta pada 26-30 Oktober.

"Mendoan akhirnya terdaftar sebagai WBTb kategori Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional setelah mengalami perjalanan panjang. Proses pengusulannya sudah dilakukan sejak tahun 2020," kata Kepala Seksi Nilai Tradisi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Mispan, dilansir dari Antara, Selasa, 2 November 2021. 

Mispan menyebutkan bahwa mendoan belum bisa lolos sebagai warisan budaya takbenda pada sidang tahun lalu. Ia tak menjelaskan alasannya. 

Baca: Cara Buat Tempe Mendoan

"Akan tetapi tahun ini, akhirnya bisa ditetapkan sebagai WBTb. Penetapan ini sangat membanggakan masyarakat Banyumas," tutur Mispan. 

Menurut dia, penetapan ini karena mendoan yang sejak lama dijadikan menu santapan sehari-hari juga menjadi identitas masyarakat Banyumas.

Mendoan kini masuk dalam warisan budaya takbenda. Foto: Endeus
Mendoan kini masuk dalam warisan budaya takbenda. Foto: Dok/Endeus

Ia mengatakan proses seleksi dilakukan secara berjenjang. Yakni seleksi administrasi oleh Sekretariat Warisan Budaya Takbenda, rapat usulan kesatu dan kedua oleh Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda, serta verifikasi dan pemaparan usulan oleh dinas terkait di tingkat provinsi/kota/kabupaten yang mewakili.

Pihaknya juga mengirimkan data foto, video, dan kajian akademis untuk kebutuhan administrasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang selanjutnya diusulkan ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek.
 

Kesenian ebeg juga masuk warisan budaya takbenda 

Lebih lanjut, Mispan mengatakan Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2021 tersebut juga menetapkan kesenian ebeg sebagai WBTb kategori seni pertunjukan. Budaya ini lolos setelah melalui dua kali sidang untuk mempertahankan argumen karena memiliki kemiripan dengan kesenian daerah lain, seperti jathilan di Purworejo dan kuda lumping di Jawa Timur.

"Namun secara substansi di Banyumas namanya ebeg," lanjut Mispan. 

Ia mengatakan salah satu tokoh punakawan dalam wayang Banyumasan, yakni Bawor juga diusulkan untuk ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda. Namun, usulan tersebut masih ditangguhkan karena membutuhkan kajian akademis yang lebih kuat untuk diverifikasi kembali.

Berdasarkan informasi yang disajikan melalui laman resmi Kemendikbud Ristek, Sidang Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2021 menghasilkan rekomendasi sebanyak 289 karya budaya menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia tahun 2021 dari 28 provinsi.
(MBM)

MOST SEARCH