KULINER
Merayakan Kekayaan Kuliner Nusantara lewat TikTok Food Fest 2026
Elang Riki Yanuar
Selasa 15 September 2026 / 13:13
- TikTok Food Fest 2026 merayakan kekayaan kuliner Nusantara dengan mengangkat cerita di balik bahan, resep, tradisi, dan sajian lokal.
- TikTok Food Fest 2026 mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas untuk mengembangkan ekosistem kuliner Indonesia.
- TikTok Food Fest 2026 membawa kuliner ke ruang nyata lewat festival gratis, aktivitas sehat, dan dukungan pangan bergizi bagi masyarakat rentan.
Jakarta: TikTok kembali menghadirkan TikTok Food Fest 2026 untuk merayakan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas dalam satu rangkaian kegiatan.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, TikTok Food Fest 2026 mengusung tema Every Ingredient Tells a Story. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat lebih jauh cerita di balik makanan, mulai dari bahan pangan lokal, resep kreatif, tradisi, hingga pilihan makanan sehat.
TikTok melihat kuliner bukan hanya soal makanan yang tersaji di atas meja. Di balik setiap hidangan terdapat cerita mengenai bahan yang digunakan, orang yang mengolahnya, hingga budaya dan pengalaman yang membuat sebuah sajian memiliki karakter tersendiri.
“Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama. Melalui tema "Every Ingredient Tells a Story", kami ingin mengangkat kisah di balik setiap bahan, mulai dari asal-usul dan tradisi hingga kreativitas yang melahirkan sajian baru,” ujar Fadlia Hifzia, Commercial Partnership, TikTok SEA.
Antusiasme terhadap konten kuliner juga terus berkembang di TikTok. Pada 2025, jumlah konten terkait makanan meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah tagar seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat bahkan telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.
Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia. Pada 2025, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,38 persen, sementara sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 7,41 persen.
Melalui ekosistemnya, TikTok juga berupaya mempertemukan inspirasi kuliner dengan peluang bagi pelaku usaha. Kreator dapat mengenalkan makanan dan cerita di baliknya kepada audiens, sementara pelaku usaha memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu kreator yang memanfaatkan tren kuliner di TikTok adalah Jesselyn Lauwreen (@jesselynmci8). Sejak 2021, dia mengembangkan berbagai konten resep sesuai keahliannya sebagai chef, mulai dari masakan rumahan hingga kreasi menggunakan bahan pangan lokal.
Jesselyn juga pernah memanfaatkan popularitas sambal matah sebagai inspirasi untuk membuat kreasi ayam suwir dan mi goreng. Dalam kontennya, dia turut membagikan pengalaman berjualan sambal sejak masih sekolah, sehingga konten yang dibuat tidak hanya berisi resep, tetapi juga cerita mengenai perjalanan bisnis kulinernya.
Kreator affiliate Vinny Laurencia (@kulinersamacici) juga menghadirkan pendekatan berbeda dengan menceritakan perjalanan pemilik usaha dan kisah di balik produk yang dia rekomendasikan. Kontennya mengenai rumah makan nasi Padang Pondok Salero di Jakarta, misalnya, mendapat respons besar dari audiens hingga membantu mendatangkan pelanggan.
Peran kreator juga dapat berlanjut hingga mendukung transaksi produk kuliner. Dalam kampanye Lebaran yang didukung TikTok tahun lalu, Vinny mencatat penjualan kue sus hingga ratusan juta rupiah dalam enam jam dan total penjualan hingga miliaran rupiah melalui rangkaian TikTok LIVE selama lima hari berturut-turut.
Sementara itu, peluang bagi pelaku usaha kuliner di ranah digital turut terlihat dari pertumbuhan transaksi. Pada semester pertama 2026, jumlah pesanan produk F&B di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat hampir 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B juga meningkat sebesar 184 persen.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan peluang tersebut adalah Cimol Bojot AA (@cimolbojot.aa). Setelah berpartisipasi dalam TikTok Food Fest 2025, bisnis tersebut mencatat pertumbuhan GMV bulanan sebesar 66 persen di seluruh akun TikTok Shop by Tokopedia pada November 2025.
Ekosistem kuliner tersebut kini semakin luas dengan hadirnya TikTok GO by Tokopedia. Layanan ini menghubungkan penemuan restoran di TikTok dengan pengalaman bersantap secara langsung, sehingga perjalanan pengguna tidak berhenti pada konten atau pembelian secara daring.
Semangat tersebut kemudian diteruskan melalui rangkaian TikTok Food Fest 2026 yang telah berlangsung sejak Juli. Sejumlah kegiatan seperti Food Directory dan Kolaborasi Kreator Kuliner mempertemukan kreator dengan pelaku usaha untuk menghasilkan berbagai kreasi makanan sekaligus mengangkat cerita di balik sajian Nusantara.
Puncak TikTok Food Fest 2026 akan berlangsung secara offline pada 26 hingga 27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta. Lebih dari 40 pelaku usaha F&B akan hadir membawa beragam pilihan makanan dan minuman untuk dinikmati pengunjung.
Selain mencicipi kuliner, pengunjung dapat mengikuti demonstrasi memasak, pertunjukan musik, aktivitas kebugaran, serta berbagai pengalaman interaktif. Ada pula permainan dan aktivitas berhadiah seperti Culinary Passport dan Make a TikTok, Lucky Draw.
Seluruh rangkaian festival tersebut dapat diikuti secara gratis. TikTok Food Fest 2026 juga menghadirkan Makan Dengan Makna yang mengajak masyarakat mengenal pilihan makanan lebih sehat, memahami nutrisi, dan menerapkan gaya hidup aktif.
Melalui Fun Run, permainan Catching the Ingredient, demonstrasi memasak, serta aktivitas lainnya, pengunjung dapat memperoleh pengetahuan mengenai pola makan sehat dengan cara yang lebih menyenangkan.
Tidak hanya merayakan kuliner, rangkaian Makan Dengan Makna juga membawa misi sosial. Partisipasi dalam berbagai aktivitas akan mendukung penyediaan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat rentan melalui donasi kepada Foodbank of Indonesia dengan target donasi hingga Rp1 miliar.
“Melalui TikTok Food Fest 2026, kami berharap rangkaian ini tidak hanya membawa pengalaman penemuan kuliner dari TikTok ke dunia nyata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kuliner Indonesia,” tutup Fadlia.
(ELG)
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, TikTok Food Fest 2026 mengusung tema Every Ingredient Tells a Story. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat lebih jauh cerita di balik makanan, mulai dari bahan pangan lokal, resep kreatif, tradisi, hingga pilihan makanan sehat.
TikTok melihat kuliner bukan hanya soal makanan yang tersaji di atas meja. Di balik setiap hidangan terdapat cerita mengenai bahan yang digunakan, orang yang mengolahnya, hingga budaya dan pengalaman yang membuat sebuah sajian memiliki karakter tersendiri.
“Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama. Melalui tema "Every Ingredient Tells a Story", kami ingin mengangkat kisah di balik setiap bahan, mulai dari asal-usul dan tradisi hingga kreativitas yang melahirkan sajian baru,” ujar Fadlia Hifzia, Commercial Partnership, TikTok SEA.
Antusiasme terhadap konten kuliner juga terus berkembang di TikTok. Pada 2025, jumlah konten terkait makanan meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah tagar seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat bahkan telah menghimpun lebih dari 8 juta unggahan.
Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia. Pada 2025, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,38 persen, sementara sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman mencatat pertumbuhan 7,41 persen.
Melalui ekosistemnya, TikTok juga berupaya mempertemukan inspirasi kuliner dengan peluang bagi pelaku usaha. Kreator dapat mengenalkan makanan dan cerita di baliknya kepada audiens, sementara pelaku usaha memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Salah satu kreator yang memanfaatkan tren kuliner di TikTok adalah Jesselyn Lauwreen (@jesselynmci8). Sejak 2021, dia mengembangkan berbagai konten resep sesuai keahliannya sebagai chef, mulai dari masakan rumahan hingga kreasi menggunakan bahan pangan lokal.
Jesselyn juga pernah memanfaatkan popularitas sambal matah sebagai inspirasi untuk membuat kreasi ayam suwir dan mi goreng. Dalam kontennya, dia turut membagikan pengalaman berjualan sambal sejak masih sekolah, sehingga konten yang dibuat tidak hanya berisi resep, tetapi juga cerita mengenai perjalanan bisnis kulinernya.
Kreator affiliate Vinny Laurencia (@kulinersamacici) juga menghadirkan pendekatan berbeda dengan menceritakan perjalanan pemilik usaha dan kisah di balik produk yang dia rekomendasikan. Kontennya mengenai rumah makan nasi Padang Pondok Salero di Jakarta, misalnya, mendapat respons besar dari audiens hingga membantu mendatangkan pelanggan.
Peran kreator juga dapat berlanjut hingga mendukung transaksi produk kuliner. Dalam kampanye Lebaran yang didukung TikTok tahun lalu, Vinny mencatat penjualan kue sus hingga ratusan juta rupiah dalam enam jam dan total penjualan hingga miliaran rupiah melalui rangkaian TikTok LIVE selama lima hari berturut-turut.
Sementara itu, peluang bagi pelaku usaha kuliner di ranah digital turut terlihat dari pertumbuhan transaksi. Pada semester pertama 2026, jumlah pesanan produk F&B di Tokopedia dan TikTok Shop meningkat hampir 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B juga meningkat sebesar 184 persen.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan peluang tersebut adalah Cimol Bojot AA (@cimolbojot.aa). Setelah berpartisipasi dalam TikTok Food Fest 2025, bisnis tersebut mencatat pertumbuhan GMV bulanan sebesar 66 persen di seluruh akun TikTok Shop by Tokopedia pada November 2025.
Ekosistem kuliner tersebut kini semakin luas dengan hadirnya TikTok GO by Tokopedia. Layanan ini menghubungkan penemuan restoran di TikTok dengan pengalaman bersantap secara langsung, sehingga perjalanan pengguna tidak berhenti pada konten atau pembelian secara daring.
Semangat tersebut kemudian diteruskan melalui rangkaian TikTok Food Fest 2026 yang telah berlangsung sejak Juli. Sejumlah kegiatan seperti Food Directory dan Kolaborasi Kreator Kuliner mempertemukan kreator dengan pelaku usaha untuk menghasilkan berbagai kreasi makanan sekaligus mengangkat cerita di balik sajian Nusantara.
Puncak TikTok Food Fest 2026 akan berlangsung secara offline pada 26 hingga 27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta. Lebih dari 40 pelaku usaha F&B akan hadir membawa beragam pilihan makanan dan minuman untuk dinikmati pengunjung.
Selain mencicipi kuliner, pengunjung dapat mengikuti demonstrasi memasak, pertunjukan musik, aktivitas kebugaran, serta berbagai pengalaman interaktif. Ada pula permainan dan aktivitas berhadiah seperti Culinary Passport dan Make a TikTok, Lucky Draw.
Seluruh rangkaian festival tersebut dapat diikuti secara gratis. TikTok Food Fest 2026 juga menghadirkan Makan Dengan Makna yang mengajak masyarakat mengenal pilihan makanan lebih sehat, memahami nutrisi, dan menerapkan gaya hidup aktif.
Melalui Fun Run, permainan Catching the Ingredient, demonstrasi memasak, serta aktivitas lainnya, pengunjung dapat memperoleh pengetahuan mengenai pola makan sehat dengan cara yang lebih menyenangkan.
Tidak hanya merayakan kuliner, rangkaian Makan Dengan Makna juga membawa misi sosial. Partisipasi dalam berbagai aktivitas akan mendukung penyediaan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat rentan melalui donasi kepada Foodbank of Indonesia dengan target donasi hingga Rp1 miliar.
“Melalui TikTok Food Fest 2026, kami berharap rangkaian ini tidak hanya membawa pengalaman penemuan kuliner dari TikTok ke dunia nyata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kuliner Indonesia,” tutup Fadlia.
(ELG)