TikTok Food Fest 2026 mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas untuk merayakan kekayaan kuliner Indonesia. Foto: TikTok Indonesia
TikTok Food Fest 2026 mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas untuk merayakan kekayaan kuliner Indonesia. Foto: TikTok Indonesia

Dari Konten Jadi Bisnis, TikTok Dorong Pertumbuhan Industri F&B Indonesia

Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 September 2026 17:56
Ringkasnya gini..
  • TikTok Food Fest 2026 kembali digelar untuk mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas sekaligus mendorong pertumbuhan industri F&B Indonesia.
  • Data internal TikTok menunjukkan konten terkait makanan meningkat 52 persen pada 2025
  • Puncak TikTok Food Fest 2026 berlangsung pada 26-27 September di Hutan Kota GBK, Jakarta.
Jakarta: Konten kuliner di media sosial tidak lagi sekadar menjadi referensi untuk mencari makanan. Bagi pelaku usaha, konten juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, hingga mendorong transaksi.

Melihat perkembangan tersebut, TikTok kembali menggelar TikTok Food Fest 2026, kampanye kuliner tahunan yang mempertemukan kreator, pelaku usaha, dan komunitas untuk merayakan kekayaan kuliner Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B).

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, TikTok Food Fest 2026 mengusung tema “Every Ingredient Tells a Story”. Tema tersebut mengangkat berbagai cerita di balik makanan, mulai dari bahan pangan lokal dan tradisi hingga kreativitas dalam menciptakan sajian baru.

Konten Kuliner di TikTok Meningkat

Pertumbuhan minat terhadap konten kuliner menjadi salah satu alasan TikTok melihat peluang besar dalam ekosistem F&B Indonesia.

Berdasarkan data internal TikTok, jumlah konten terkait makanan meningkat 52 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah tagar kuliner seperti #Kuliner, #JajananTikTok, #JelajahKuliner, #MakananSehat, dan #CemilanSehat juga telah mengumpulkan lebih dari 8 juta unggahan.

Perkembangan tersebut berlangsung seiring dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia. TikTok mengutip data Kementerian Keuangan yang menunjukkan industri makanan dan minuman tumbuh 6,38 persen pada 2025. Sementara itu, sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tumbuh 7,41 persen.

TikTok menilai ekosistem digital dapat mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen melalui berbagai tahapan, mulai dari penemuan produk melalui konten hingga pembelian dan kunjungan langsung ke tempat usaha.

“Cara masyarakat menikmati kuliner kini semakin beragam. Bukan hanya dengan mencoba hidangan atau tempat makan baru, tetapi juga dengan berbagi cerita dan terhubung melalui kecintaan yang sama,” ujar Commercial Partnership TikTok SEA, Fadlia Hifzia, dalam keterangan resminya, Selasa (15/9/2026).

Pesanan Produk F&B Naik Hampir 95 Persen

Peluang tersebut juga terlihat dari perkembangan perdagangan digital. TikTok mencatat jumlah pesanan produk F&B di Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia pada semester pertama 2026 meningkat hampir 95 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B juga meningkat 184 persen.

Salah satu pelaku usaha yang disebut TikTok adalah Cimol Bojot AA (@cimolbojot.aa). Setelah mengikuti TikTok Food Fest 2025, bisnis tersebut mencatat pertumbuhan GMV bulanan sebesar 66 persen di seluruh akun TikTok Shop by Tokopedia pada November 2025.

Selain transaksi daring, TikTok juga mengembangkan TikTok GO by Tokopedia untuk menghubungkan penemuan restoran di platform dengan pengalaman bersantap secara langsung.

Dengan pola tersebut, sebuah konten kuliner dapat menjadi awal perjalanan konsumen, dari melihat rekomendasi, menemukan produk atau restoran, melakukan pembelian, hingga datang langsung ke lokasi.

Kreator Ikut Mengembangkan Cerita Kuliner

Foto 3 - Fadlia Hifzia, Jesselyn Lauwreen, Taufik Rustiadi, dan Vinny Laurencia
(Ki-ka) Fadlia Hifzia, Commercial Partnership, TikTok SEA; Jesselyn Lauwreen, Kreator Kuliner TikTok; Taufik Rustiadi, Owner Cimol Bojot AA; dan Vinny Laurencia, Kreator Affiliate TikTok, berfoto bersama dalam konferensi pers TikTok Food Fest 2026 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).(Foto: TikTok Indonesia)

Peran kreator juga menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut. Salah satunya chef dan kreator Jesselyn Lauwreen (@jesselynmci8), yang sejak 2021 memanfaatkan tren di TikTok sebagai inspirasi untuk mengembangkan berbagai resep.

Kontennya mencakup hidangan rumahan, makanan dengan pilihan lebih sehat, hingga olahan berbahan pangan lokal. Ia juga membagikan pengalamannya membangun bisnis F&B sehingga kontennya tidak hanya berisi inspirasi memasak, tetapi juga cerita mengenai proses menjalankan usaha kuliner.

Ada pula kreator affiliate TikTok Vinny Laurencia (@kulinersamacici) yang mengangkat kisah di balik usaha dan produk kuliner dalam kontennya.

Salah satu konten Vinny mengenai rumah makan nasi Padang Pondok Salero di Jakarta mendapat perhatian besar dan membantu mendatangkan pelanggan. Dalam perjalanannya sebagai kreator affiliate, ia juga mencatat penjualan produk kue sus hingga ratusan juta rupiah dalam enam jam melalui salah satu kampanye Lebaran yang didukung TikTok.

TikTok Food Fest 2026 Digelar Gratis

Rangkaian TikTok Food Fest 2026 telah berlangsung sejak Juli 2026 melalui sejumlah aktivitas, termasuk Food Directory dan kolaborasi kreator kuliner dengan pelaku usaha.

Puncak kampanye akan digelar pada 26-27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta. Lebih dari 40 pelaku usaha F&B akan berpartisipasi dalam festival tersebut.

Pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman, menu kolaborasi kreator, demonstrasi memasak, pertunjukan musik, aktivitas kebugaran, serta berbagai pengalaman interaktif. Ada pula permainan dan aktivitas berhadiah melalui Culinary Passport dan Make a TikTok, Lucky Draw.

Seluruh rangkaian festival tersebut dapat dinikmati secara gratis.

TikTok juga menghadirkan program Makan Dengan Makna yang mengajak masyarakat mengenal pilihan makanan lebih sehat, memahami nutrisi, dan menerapkan gaya hidup aktif. Program ini dikemas melalui kegiatan seperti Fun Run, Catching the Ingredient, serta demonstrasi memasak.

Partisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat rentan melalui donasi kepada Foodbank of Indonesia, dengan target mencapai Rp1 miliar.

Melalui TikTok Food Fest 2026, TikTok berharap ekosistem kuliner di platformnya tidak berhenti pada tren dan rekomendasi, tetapi dapat membuka peluang yang lebih luas bagi kreator maupun pelaku usaha F&B untuk berkembang.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA