Bukan cuma dance biasa, tarian yang satu ini mungkin lebih cocok disebut sebagai sebuah ‘aksi’ yang cukup menarik perhatian para netizen karena dianggap menghibur. Terlebih lirik lagu pengiringnya yang dianggap kawin dengan gerakan yang dilakukan menjadikan netizen beramai-ramai mereka ulang tren aksi unik ini.
Lirik lagu “Pikiranku tak dapat kumengerti / Kaki di kepala, kepala di kaki,” yang diambil dari lagu lawas Noah Band menjadi bait utama yang digunakan dalam tren loncat-loncat ini. Setelah 22 tahun rilis, lagu ini malah kembali viral berkat tren menghibur yang dibuat netizen secara tidak sengaja. Namun sebenarnya, apa sih makna dari lirik lagu fenomenal ini?
Lirik Lagu Noah - Di Atas Normal
Pikiranku tak dapat kumengertiKaki di kepala kepala di kaki
Pikiranku patutnya menyadari
Siapa yang harus dan tak harus kucari
Tetapi tak dapat kumengerti
Sesuatu yang baru kusadari
Kau tinggalkanku tanpa sebab yang pasti
Sesuatu yang harusnya terjadi
Kau sakiti aku
Kau yang harus kubenci
Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari hati yang kubenci
Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari hati yang kubenci
Tetapi tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Tak dapat kumengerti
Ku mencari sesuatu yang telah pergi
Ku mencari hati yang kubenci
Ku mencari sesuatu yang tak kembali
Ku mencari hati yang kubenci
Ku mencari tetap tak dapat kutemui
Ku mencari hati yang kubenci
Makna Lirik Lagu
Lagu yang menjadi bagian dari salah satu album populer dari Noah (sebelumnya Peterpan) bertajuk Bintang di Surga yang rilis pada 2004 ini ternyata kandung makna yang cukup dalam. Frasa “Di Atas Normal” menggambarkan kondisi mental atau pikiran seseorang setelah mengalami patah hati yang cukup hebat. Dalam ceritanya, lagu ini menggambarkan seseorang yang tidak bisa mengendalikan pikirannya setelah ditinggal pergi oleh seorang kekasih. Logika dan emosinya tidak dapat dikendalikan dan terjemahkan karena syok yang dialami membuatnya tidak dapat berpikir jernih. Insiden patah hati ini membuatnya bingung antara harus membenci orang yang menyakitinya atau malah tetap menaruh harapan padanya sehingga membuat ia merasa seakan “kaki di kepala, kepala di kaki.”Kesadaran dan akal sehatnya jelas mengetahui bahwa ia tidak dapat mencari dan terus mengharapkan orang yang jelas telah menyakitinya. Namun, hatinya bertentangan dengan itu karena masih ada rasa sayang yang tersisa untuk kekasihnya tersebut sekalipun hatinya telah remuk dan lebur. Pergulatan ini membuat ia tak dapat mengerti pikirannya sendiri seperti yang tertera pada bait “Pikiranku tak dapat kumengerti.”
Sang vokalis menyebutkan hal serupa saat menjelaskan mengenai makna yang terkandung dalam lirik ini setelah merilis aransemen barunya pada 2022 untuk lagu ini. “Tentang seseorang yang kehilangan akal sehatnya karena cinta kemudian menjadi bingung dibuatnya. Meskipun, ia sadar sebenarnya hal itu tidak baik baginya ketika mengharapkan seseorang yang sudah pergi akan kembali lagi,” jelas Ariel.
Keputusasaan tersebut tergambar jelas melalui lirik yang berbunyi “ku mencari sesuatu yang telah pergi / ku mencari hati yang kubenci.”
Fase denial yang ketara menjadikan lirik ini memiliki makna mendalam bagi pendengar yang merasa terkoneksi karena mengalami kejadian serupa. Perihal cinta memang terkadang membuat logika kehilangan jalan lurusnya hingga terasa seperti kaki dan kepala bertukar posisi.
(Vira Farhatul Maula)