Sampul Album Bintang di Surga milik Peterpan (Foto: YouTube/Peterpan)
Sampul Album Bintang di Surga milik Peterpan (Foto: YouTube/Peterpan)

Cerita di Balik Sampul Album Bintang di Surga Peterpan, Garapan Kilat Cuma 1 Minggu!

Rafi Alvirtyantoro • 24 Juni 2026 20:48
Ringkasnya gini..
  • Kisah pembuatan sampul album ikonik Bintang di Surga milik Peterpan akhirnya terungkap setelah 22 tahun.
  • Proses pengerjaan desain grafis tersebut hanya memakan waktu satu minggu di tengah kejaran tenggat waktu yang ketat.
  • Fakta unik di balik penulisan judul lagu "2 DSD" ternyata berawal dari ketidaksengajaan atau salah ketik sebelum rilis.
Jakarta: Cerita di balik pembuatan sampul album Bintang di Surga dari band Peterpan akhirnya terungkap. Desain ikonik tersebut ternyata hanya dikerjakan dalam waktu satu minggu oleh sang desainer.
 
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, perancang grafis Thovfa EndOne menceritakan proses kreatif dari album Bintang di Surga berlangsung hingga akhirnya dipublikasikan. Ia mengaku belum pernah menyampaikan hal ini di mana pun sebelumnya.
 
“Berhubung banyak yang nanya,coba spill singkat prosesnya. Sekalian nostalgia..udah 22 tahun aja.. belum pernah di share dimanapun,” tulis Thovfa EndOne, dikutip pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kejar Tenggat di Tengah Persiapan Pernikahan

Proses pembuatan sampul album Bintang di Surga berawal dari panggilan produser musik Indrawati Widjaja, atau yang akrab disapa Bu Acin, selaku perwakilan dari Musica Studio's.

“Akhir Juni 2004, gw ditelp Bu Acin dari Musica. Minta desain album ke-2 Peterpan, harus cepat,” tulis Thovfa.
 
“Timing-nya pas banget — gw lagi H-1 bulan nikahan, dan pas butuh dana. Langsung gw sikat aja wkwk,” lanjutnya.
 
Setelah itu, Thovfa mengajukan ringkasan konsep untuk album kedua Peterpan tersebut. Konsep ini pun langsung diterima oleh pihak label rekaman.
 
“Brief konsep diajuin, alhamdulillah langsung di-ACC,” tulisnya.
 
Karena tenggat waktu pengerjaan sampul album yang dirilis pada tahun 2004 itu sangat ketat, Thovfa langsung pergi ke Bandung untuk menemui para personel Peterpan.
 
“Band lagi karantina rekaman di Bandung, deadline udah mepet. 27 juni 2004 dari jakarta gw, koh akong sama dan mas @firdausfadlil sang fotografer cuss ke sana,” tulis Thovfa.  

Tantangan Pemotretan di Dago Atas

Ia mengungkapkan bahwa gambar yang ada di sampul album Bintang di Surga diambil pada siang hari di kawasan Dago Atas, Bandung. Ada tantangan tersendiri yang dihadapi oleh Thovfa dan timnya saat itu.
 
“Aset mobil tua ready, lokasi: Dago atas. Motretnya siang bolong, Mas Daus pake Nikon D1X — salah satu pelopor DSLR pro di era transisi film ke digital. Tethering monitor masih sulit waktu itu, jadi terima aja apapun hasil jepretannya — mas Daus yang udah jaminan mutu hahahah jadi ga perlu di scan drum pake Negative film wkwkwk,” tulis Thovfa.
 
Jika diperhatikan, terdapat potret para anggota band Peterpan di cermin dalam mobil pada sampul album tersebut. Gambar ini ternyata diambil sebanyak tiga kali sebagai pilihan.
 
“Foto buat cover depan yang di dalam mobil itu 3x take: pertama 5 member bareng, kedua Ariel sendirian, ketiga kosongan interior mobil. Tiga aset itu yang gw compose jadi satu frame utuh di Photoshop 7.0. dg memory cekak file PSD cuma 40MB doang wkwkwk” tulis Thovfa.
 
Cerita di Balik Sampul Album Bintang di Surga Peterpan, Garapan Kilat Cuma 1 Minggu!
 

Misteri Typo Judul Lagu "2 DSD"

Pada kesempatan itu, sang desainer kembali membahas mengenai penulisan lagu "2 DSD" yang merupakan hasil salah ketik di album Bintang di Surga. Fakta menarik ini juga pernah dibahas oleh sang vokalis, Ariel, di mana judul lagu yang belum final sudah terlanjur dikirim ke perancang desain sampul.
 
“Judul lagu '2DSD' di tracklist itu sebenarnya salah ketik. Materi teks yang gw terima belum dikasih judul final. Kata Ariel, itu nama take ke-2 yang asal ke-type di keyboard — terus kebawa aja sampe rilis,” tulis Thovfa.  

Rampung dalam Waktu Satu Minggu

Ia mengatakan bahwa proses pengerjaan sampul album Bintang di Surga milik Peterpan hanya memakan waktu satu minggu, mengingat cepatnya tenggat waktu yang diberikan oleh pihak label.
 
“File final artwork kaset & CD gw serah terimakan ke label di awal Juli 2004 preview via email dan pake CDR burn pake Nero dan gw lanjut sibuk nyari gedung dan siapin seserahan,” tulis Thovfa.
 
“Gitu aja ceritanya. Ga ada drama, cuma proses kerja di tengah deadline ketat satset 1 minggu kelar Alhamdulillah…” pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA