Dewa 19 & Sheila On 7 (Foto: Instagram)
Dewa 19 & Sheila On 7 (Foto: Instagram)

Kebangetan! Lagu Hindia, Dewa 19 hingga Sheila On 7 Dipakai untuk Latih AI Tanpa Izin

Basuki Rachmat • 23 Juni 2026 10:25
Ringkasnya gini..
  • Skandal AI musik mencuat setelah 21,2 juta lagu diduga dipakai tanpa izin untuk melatih AI, termasuk katalog Dewa 19 dan Sheila On 7.
  • SZA mengaku 238 lagunya masuk dataset AI tanpa izin. Penelusuran juga menemukan lagu Hindia, Perunggu, dan Sheila On 7 ikut terdampak.
  • The Atlantic mengungkap jutaan lagu digunakan sebagai data pelatihan AI. Musisi dunia hingga Indonesia kini menyoroti isu hak cipta digital.
Jakarta: Industri musik global kembali diguncang isu krusial terkait pelanggaran hak cipta digital. Sebanyak 21,2 juta trek musik baru-baru ini terungkap telah dieksploitasi dan disalahgunakan datanya tanpa izin (scraped data) demi kepentingan pelatihan kecerdasan buatan (AI).
 
Banyak karya lagu dari berbagai musisi dan label rekaman dicuri secara sepihak untuk melatih model AI musik generatif. Dampaknya pun bisa dibilang sangat mengerikan: kini siapa pun bisa dengan mudah meniru vokal, struktur penulisan lagu (songwriting), aransemen instrumen, hingga sampel musik milik para musisi tanpa adanya kesepakatan lisensi resmi.
 
Fakta mengejutkan ini merupakan hasil investigasi mendalam dari laporan terbaru The Atlantic yang diteliti oleh jurnalis investigasi, Alex Reisner. Laporan tersebut dibuat dan dikumpulkan lewat sebuah basis data (web dataset) interaktif bernama AI Watchdog.

Diinisiasi sejak tahun 2025, AI Watchdog awalnya merupakan alat diagnostik digital yang melacak penggunaan buku, literatur penelitian, dan media video tanpa izin oleh perusahaan teknologi.
 
Kini, perluasan investigasi ke sektor musik berhasil mengubah basis data pelatihan AI yang sebelumnya sangat tertutup dan tidak transparan menjadi alat publik yang dapat diakses secara bebas. Inovasi ini memberikan bukti empiris kepada para musisi, label, dan tim hukum mengenai karya spesifik apa saja yang telah dicaplok oleh sistem kecerdasan buatan tersebut tanpa izin.
 
Tepat pada 12 Juni 2026, The Atlantic resmi meluncurkan sistem pengawas AI terbaru bertajuk "Sleeping-DISCO-9M" yang menjadi bagian dari proyek AI Watchdog. Melalui sistem ini, mereka berhasil mengidentifikasi sedikitnya 9.713.413 trek musik dari YouTube beserta data lirik dari situs Genius.com.
 
​Dataset masif tersebut awalnya dikumpulkan oleh Sleeping AI, sebuah kelompok peneliti yang membangun dataset pelatihan dan secara terbuka membagikan riset mereka mengenai berbagai aspek pengembangan teknologi AI.

Ratusan Lagu SZA Dicuri, Termasuk Materi Unreleased!

Salah satu musisi dunia yang menjadi korban utama dalam lingkaran eksploitasi ini adalah SZA. Solois peraih 7 piala Grammy yang sukses besar lewat album SOS (2022) dan megahits "Kill Bill" ini mengaku syok berat setelah mendapati ratusan lagu miliknya masuk ke dalam kumpulan data pelatihan AI secara ilegal demi kepentingan monetisasi pihak lain.
 
"Barusan aku cek, ternyata AI musik sudah dilatih menggunakan 238 lagu milikku. Aku yakin beberapa di antaranya bahkan belum pernah dirilis," tulis SZA di Instagram Story, dikutip dari NME pada Senin, 22 Juni 2026.
 
Penyanyi bernama asli Solána Imani Rowe ini juga melayangkan kritik tajam dan kecaman keras kepada sesama pelaku industri kreatif yang justru mendukung praktik ilegal tersebut.
 
"Kalau kamu seorang musisi dan mendukung omong kosong seperti ini, itu menjijikkan. Dan nggak ada satu pun hal yang bisa kamu katakan untuk membuat aku menganggap ini baik-baik saja. Semoga kamu mendapatkan hidup yang memang pantas kamu dapatkan," tegas SZA.

Katalog Lagu Dewa 19, Sheila On 7, hingga Perunggu Turut Jadi Korban

Praktik culas pengumpulan data tanpa izin ini nyatanya tidak hanya menyasar para megabintang internasional. Saat Medcom.id mencoba menelusuri langsung basis data publik milik The Atlantic tersebut, hasilnya pun tidak kalah mencengangkan.
 
Sederet nama band dan musisi asal Indonesia pun ikut tercantum di dalam dataset milik The Atlantic. ​Katalog musik milik Dewa 19, Sheila On 7, Hindia, Nadin Amizah, hingga unit rock Perunggu terbukti ikut disalahgunakan sebagai bahan pelatihan AI musik generatif.
 
Kebangetan! Lagu Hindia, Dewa 19 hingga Sheila On 7 Dipakai untuk Latih AI Tanpa Izin
(Foto: Tangkapan layar dari situs The Atlantic)
 
Seperti yang bisa dapat kalian lihat dari gambar di atas, terlihat bahwa 46 lagu dari berbagai katalog album milik band Dewa 19 disalahgunakan tanpa izin. Sementara itu, band Sheila On 7 tercatat bahwa ada 52 lagu mereka yang dimasukkan ke dalam mesin AI tanpa persetujuan secara resmi.
 
Untuk skala domestik, Hindia menjadi musisi Indonesia yang karyanya paling banyak dieksploitasi, yakni sebanyak 59 lagu. Tidak ketinggalan, band yang kini tengah naik daun, Perunggu, juga harus mendapati 17 trek hits mereka dari album Memorandum (2022) dan Dalam Dinamika (2025) ikut masuk ke dalam daftar penyalahgunaan karya tersebut.
 

Kebangetan! Lagu Hindia, Dewa 19 hingga Sheila On 7 Dipakai untuk Latih AI Tanpa Izin
(Foto: Tangkapan layar dari situs The Atlantic)
 
Kini, mayoritas musisi dan asosiasi industri sepakat bahwa penggunaan karya kreatif sebagai data dasar pelatihan model kecerdasan buatan (AI) tanpa adanya skema pembagian royalti dan izin tertulis merupakan bentuk pelanggaran hukum yang nyata.
 
​Praktik scraped data ini dinilai sangat merugikan para pencipta lagu secara finansial serta mengaburkan batas etis antara inovasi teknologi dengan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI). Jika terus dibiarkan tanpa regulasi yang ketat, hal ini dikhawatirkan akan mematikan ekosistem kreativitas manusia di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA