KULINER

Apakah Matcha Mengandung Kafein? Biar Gak Salah, Cek Jawabannya!

Aulia Putriningtias
Selasa 13 Oktober 2026 / 13:51
Ringkasnya gini..
  • Matcha semakin populer sebagai pilihan minuman untuk menemani aktivitas sehari-hari.
  • Bubuk teh hijau asal Jepang ini sering dikonsumsi sebagai alternatif kopi.
  • Namun, masih banyak yang bertanya-tanya apakah matcha mengandung kafein atau tidak.
Jakarta: Matcha semakin populer sebagai pilihan minuman untuk menemani aktivitas sehari-hari. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya apakah matcha mengandung kafein atau tidak.

Bubuk teh hijau asal Jepang ini sering dikonsumsi sebagai alternatif kopi. Hal ini dikarenakan memiliki rasa khas dan dianggap dapat membantu menjaga fokus saat bekerja atau belajar.

Sebagian orang memilih matcha karena ingin tetap terjaga tanpa merasakan efek kafein yang terlalu kuat. Faktanya, matcha memang mengandung kafein alami. 
Jumlahnya dapat berbeda-beda bergantung pada jenis bubuk, takaran yang digunakan, dan cara penyajiannya. Karena itu, penting untuk memahami kandungan serta efek matcha agar konsumsinya tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.
 

Matcha tetap mengandung kafein


Lantas, apakah matcha mengandung kafein dan bagaimana pengaruhnya bagi tubuh. Jawabannya adalah ya, matcha mengandung kafein alami karena berasal dari daun teh hijau yang digiling menjadi bubuk halus.

Berbeda dari teh hijau biasa yang umumnya diseduh lalu daun tehnya dibuang, matcha dikonsumsi bersama bubuk daun teh yang telah dilarutkan dalam air. Hal ini membuat kandungan kafein dan senyawa lain dalam daun ikut dikonsumsi.

Kafein merupakan zat stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat. Zat ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk untuk sementara waktu. Itulah sebabnya matcha kerap diminum pada pagi hari atau saat seseorang membutuhkan konsentrasi tambahan.

Selain kafein, matcha juga mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang secara alami terdapat dalam teh, serta antioksidan seperti katekin. Meski demikian, keberadaan senyawa tersebut tidak membuat matcha bebas dari efek samping kafein.

Kandungan kafein dalam matcha tidak selalu sama pada setiap sajian. Takaran bubuk, jenis produk, dan cara penyajian dapat memengaruhi jumlah kafein yang masuk ke dalam tubuh.

Sebagai gambaran, satu sajian matcha yang dibuat menggunakan sekitar 1 gram bubuk dapat mengandung kurang lebih 30–40 miligram kafein. Jika menggunakan bubuk lebih banyak, misalnya untuk membuat matcha latte, kandungannya dapat meningkat hingga sekitar 70 miligram atau lebih, bergantung pada takaran yang digunakan.

Karena itu, matcha yang disajikan di kafe belum tentu memiliki kandungan kafein yang sama dengan matcha buatan sendiri. Ukuran gelas saja tidak cukup untuk menentukan jumlah kafein karena konsentrasi bubuk yang digunakan juga berpengaruh.
   

Matcha atau kopi, mana kafein lebih tinggi?


Secara umum, kopi seduh mengandung kafein lebih tinggi daripada matcha dalam ukuran sajian yang dibandingkan. Secangkir kopi seduh berukuran sekitar 240 mililiter dapat mengandung kurang lebih 90–100 miligram kafein. 

Sementara itu, matcha yang dibuat dari sekitar 1 gram bubuk umumnya mengandung sekitar 30–40 miligram kafein. Perbedaan tersebut membuat matcha dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mengonsumsi minuman berkafein dengan jumlah yang relatif lebih rendah. 

Namun, jumlah pastinya tetap bergantung pada resep, jenis produk, dan takaran yang digunakan. Matcha juga mengandung L-theanine yang berpotensi mendukung perhatian dan konsentrasi. 

Kombinasi kafein dan L-theanine sering dikaitkan dengan pengalaman fokus yang terasa lebih tenang bagi sebagian orang. Meski begitu, bukan berarti matcha pasti membuat tubuh lebih rileks atau tidak menimbulkan jantung berdebar.

Respons terhadap kafein berbeda-beda pada setiap orang. Karena itu, pilihan antara matcha dan kopi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, toleransi tubuh, serta kondisi kesehatan masing-masing.

Jika ingin menikmati matcha, perhatikan takaran bubuk, batasi tambahan gula, dan sesuaikan waktu minum dengan kebutuhan tidur. Dengan konsumsi yang bijak, matcha dapat menjadi alternatif minuman berkafein tanpa mengabaikan respons tubuh terhadap kafein.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH