KULINER

Rahasia Estetik Rasa Teh yang Gak Pernah Berubah Lintas Generasi

Yatin Suleha
Rabu 20 Mei 2026 / 18:19
Ringkasnya gini..
  • Tahu gak sih kalau teh itu minuman nomor dua yang paling banyak diminum di Indonesia setelah air putih?
  • Menurut data BPS dan riset Roy Morgan, teh bahkan nongkrong di 97% dapur keluarga kita.
  • Daun teh muda menjadi bagian yang paling dijaga karena memiliki kandungan dan karakter rasa terbaik.
Jakarta: Tahu gak sih kalau teh itu minuman nomor dua yang paling banyak diminum di Indonesia setelah air putih? Menurut data BPS dan riset Roy Morgan, teh bahkan nongkrong di 97% dapur keluarga kita. 

Menjelang Hari Teh Internasional, yuk kepoin kenapa rasa teh yang biasa kita minum—terutama dari Sosro—bisa sekonsisten itu dari dulu sampai sekarang!
   

1. "Vibe" perkebunan dataran tinggi


Tidak semua teh itu sama. Kualitas teh terbaik ternyata udah ditentukan sejak masih jadi daun muda di pohon. Kenapa harus di gunung? Karena udara sejuk dan kabut di sana bikin pertumbuhan daun teh jadi lebih lambat. 

Eits, jangan salah! Pertumbuhan yang lambat ini justru bagus banget karena bikin tanaman punya waktu lebih buat menghasilkan senyawa alami yang bikin aroma tehnya khas, wangi, dan rasanya halus pas diminum. Dan Sosro punya kebun teh sendiri di dataran tinggi Jawa Barat (kayak di Pangalengan, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur).
 

2. Dipetik dengan penuh ketelitian




(Daun teh muda menjadi bagian yang paling dijaga karena memiliki kandungan dan karakter rasa terbaik. Foto: Dok. Istimewa)

“Menghasilkan teh dengan cita rasa yang konsisten juga membutuhkan ketelitian manusia dalam menentukan daun teh muda mana yang dipetik, kapan waktu terbaik untuk memetik, hingga bagaimana daun teh muda diperlakukan setelah dipetik sehingga memenuhi standar layak olah," kata Devyana Tarigan, Head of Marketing Communications & Public Relations PT Sinar Sosro Gunung Slamat. 

Setelah dipetik, daun-daun ini gak boleh kelamaan nganggur dan harus langsung masuk proses pengolahan biar kesegarannya gak hilang.
   

3. Proses panjang


Di tengah gempuran minuman kekinian yang serba instan, brand ini tetap bertahan dengan komitmen Tea is Good—menjaga alam, mengandalkan ketelitian manusia, dan modal pengalaman puluhan tahun demi mempertahankan rasa otentik di setiap tetesnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH