FITNESS & HEALTH

Kemenkes: Pengampuan Layanan Prioritas Stroke agar Mampu Tangani Kasus Stroke di Seluruh Provinsi

Yatin Suleha
Kamis 27 Oktober 2022 / 15:26
Jakarta: Pada 29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap terjadinya stroke.

Dalam webinar Kemenkes beberapa waktu lalu, Direktur P2PTM, Dr. Eva Susanti, S.Kp,M.Kes, melalui paparannya berjudul "Strategi Operasional Pencegahan dan Pengendalian Stroke di Indonesia" mengatakan menurut data global Penyakit Tidak Menular (PTM) membunuh 41 juta jiwa setiap tahunnya. Ini setara dengan 71 persen kematian global.

Dan 15 juta jiwa di antaranya meninggal pada usia 30-69 tahun. "Prevalensi stroke di Indonesia itu 10,9 per mil dari data Riskesdas tahun 2018. Sementara yang tertinggi ada di Kalimantan Timur, sekitar 14,7 per mil. Sementara terendah ada di Papua sekitar 4,1 per mil," buka dr. Eva.

Dan dalam isu stroke tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menetapkan RSUP Dr. Hasan Sadikin sebagai salah satu Rumah Sakit Pengampu Regional Layanan Prioritas di Provinsi Jawa Barat.  

Penunjukan ini merupakan bagian dari rencana strategis transformasi layanan kesehatan untuk mencapai visi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan melalui transformasi layanan rujukan.


("Penyebab stroke di dunia dan kondisi di Indonesia, kita bisa melihat bahwa kalau kita bisa mencegah faktor risiko prilaku yang menjadi penyebab terjadinya stroke di mana kalau kita melihat di dunia ada 1 dari 5 kasus, stroke terjadi akibat obesitas," papar Direktur P2PTM, Dr. Eva Susanti, S.Kp,M.Kes. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)

Sebagai implementasi dari hal tersebut, telah dilakukan Launching Kegiatan Pengampuan Layanan Prioritas Stroke: melalui Workshop Tindakan Pembedahan Clipping pada Pasien Aneurisma Cerebrovaskular oleh Tim Pengampu Stroke Nasional RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono di  RSHS, pada Rabu, 26 Oktober 2022.

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderitanya. Oleh karena itu Kemenkes menginstruksikan dilakukannya program pengampuan untuk memperbanyak fasilitas kesehatan yang mampu menangani kasus stroke di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Diharapkan melalui program ini, akan lebih banyak pasien stroke yang tertangani secara cepat, sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.

Plt. Direktur Utama RSHS, dr. Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP.,MMRS mengatakan RSHS sebagai RS Pengampu Regional dalam program layanan prioritas ditargetkan untuk mencapai stratifikasi layanan strata paripurna. 

Untuk mencapai pemenuhan standar stratifikasi ini, RSHS bekerja sama dengan RS Pengampu Nasional, RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono dalam pendampingan tindakan medis salah satunya proctoring tindakan bedah clipping untuk dapat memenuhi standar stratifikasi.

Hal ini juga merupakan peran serta RSHS dalam transformasi kesehatan ini dengan mendukung peningkatan aksesibilitas layanan rujukan yang berkualitas.

Dengan dilakukannya pengampuan ini, dr. Yana Akhmad mengungkapkan bahwa para dokter ahli bedah saraf RSHS  dapat merevitalisasi kembali bagaimana kompetensinya dalam menangani kemampuan kasus pasien Aneurisma Cerebrovaskular. Ke depan, pasien stroke yang terdiagnosa seperti ini tidak usah dirujuk ke luar daerah karena tindakan ini dapat dilakukan di RSHS.
(TIN)

MOST SEARCH