FITNESS & HEALTH
Panduan Makanan Anak Balita Sesuai Usia, dari 1 sampai 3 Tahun
A. Firdaus
Jumat 21 Agustus 2026 / 09:12
- Memasuki usia toddler, pola makan anak mulai berubah.
- Berikan makanan dalam bentuk yang sesuai dengan kemampuan anak dan tetap awasi selama mereka makan.
- Orang tua tidak perlu terpaku pada satu menu, tetapi bisa terus mengenalkan berbagai makanan agar anak terbiasa dengan rasa dan tekstur yang berbeda.
Jakarta: Memasuki usia toddler, pola makan anak mulai berubah. Mereka makin aktif makan sendiri dan perlahan bisa menikmati lebih banyak jenis makanan. Tapi, kebutuhan dan pilihan makanan juga bisa berbeda sesuai usianya.
Mengutip artikel BabyCenter “Age-by-age guide to feeding your toddler”, berikut panduan makanan yang bisa diberikan berdasarkan usia anak.
Di usia ini, anak mulai belajar makan sendiri dan mencoba berbagai tekstur makanan. Orang tua bisa memberikan makanan yang mudah dikunyah dan dipotong kecil-kecil.
Beberapa pilihan yang bisa diberikan antara lain:
Memasuki usia 18 bulan, pilihan makanan anak bisa semakin beragam. Anak juga mulai menunjukkan preferensi terhadap makanan tertentu.
Menu sehari-hari tetap bisa mencakup kelompok makanan utama, seperti produk susu, biji-bijian, buah, sayuran, dan sumber protein.
Porsinya tidak perlu dipaksakan dalam jumlah besar. Yang penting, makanan yang diberikan cukup beragam dan sesuai kemampuan anak untuk mengunyah.
Saat menginjak usia 2–3 tahun, anak biasanya sudah lebih terbiasa makan sendiri. Di tahap ini, orang tua bisa terus mengenalkan variasi makanan dan membangun kebiasaan makan yang sehat.
Pilihan seperti susu rendah lemak, yogurt, keju, roti gandum, pasta, nasi, buah, sayuran matang, telur, tahu, dan kacang-kacangan tetap bisa menjadi bagian dari menu harian.
BabyCenter mencatat, susu rendah lemak atau tanpa lemak bisa mulai diberikan setelah anak berusia lebih dari 2 tahun. Namun, orang tua tetap bisa berkonsultasi dengan dokter jika punya pertanyaan soal jenis susu yang sesuai.
Selain jenis makanan, tekstur dan ukuran makanan juga penting. Berikan makanan dalam bentuk yang sesuai dengan kemampuan anak dan tetap awasi selama mereka makan.
Intinya, semakin besar usia anak, pilihan makanannya bisa makin beragam. Orang tua tidak perlu terpaku pada satu menu, tetapi bisa terus mengenalkan berbagai makanan agar anak terbiasa dengan rasa dan tekstur yang berbeda.
Desi Indasari
(FIR)
Mengutip artikel BabyCenter “Age-by-age guide to feeding your toddler”, berikut panduan makanan yang bisa diberikan berdasarkan usia anak.
Usia 12–18 Bulan
Di usia ini, anak mulai belajar makan sendiri dan mencoba berbagai tekstur makanan. Orang tua bisa memberikan makanan yang mudah dikunyah dan dipotong kecil-kecil.
Beberapa pilihan yang bisa diberikan antara lain:
- Susu full cream
- Keju dan yogurt
- Sereal yang diperkaya zat besi, seperti oat dan barley
- Roti gandum, pasta, nasi, atau sereal siap makan
- Buah segar yang dipotong kecil
- Sayuran yang sudah dimasak hingga lunak
- Telur, tahu, kacang-kacangan, dan sumber protein lainnya
Usia 18–24 Bulan
Memasuki usia 18 bulan, pilihan makanan anak bisa semakin beragam. Anak juga mulai menunjukkan preferensi terhadap makanan tertentu.
Menu sehari-hari tetap bisa mencakup kelompok makanan utama, seperti produk susu, biji-bijian, buah, sayuran, dan sumber protein.
Porsinya tidak perlu dipaksakan dalam jumlah besar. Yang penting, makanan yang diberikan cukup beragam dan sesuai kemampuan anak untuk mengunyah.
Usia 24–36 Bulan
Saat menginjak usia 2–3 tahun, anak biasanya sudah lebih terbiasa makan sendiri. Di tahap ini, orang tua bisa terus mengenalkan variasi makanan dan membangun kebiasaan makan yang sehat.
Pilihan seperti susu rendah lemak, yogurt, keju, roti gandum, pasta, nasi, buah, sayuran matang, telur, tahu, dan kacang-kacangan tetap bisa menjadi bagian dari menu harian.
BabyCenter mencatat, susu rendah lemak atau tanpa lemak bisa mulai diberikan setelah anak berusia lebih dari 2 tahun. Namun, orang tua tetap bisa berkonsultasi dengan dokter jika punya pertanyaan soal jenis susu yang sesuai.
Jangan Lupa Perhatikan Cara Makan Anak
Selain jenis makanan, tekstur dan ukuran makanan juga penting. Berikan makanan dalam bentuk yang sesuai dengan kemampuan anak dan tetap awasi selama mereka makan.
Intinya, semakin besar usia anak, pilihan makanannya bisa makin beragam. Orang tua tidak perlu terpaku pada satu menu, tetapi bisa terus mengenalkan berbagai makanan agar anak terbiasa dengan rasa dan tekstur yang berbeda.
Desi Indasari
(FIR)