FAMILY
Bukan Cuma AA-DHA, Parents Perlu Tahu “Perjalanan” Susu Formula
A. Firdaus
Selasa 11 Agustus 2026 / 15:27
- Pada sejumlah produk susu formula, istilah seperti “susu bubuk” tercantum sebagai bagian dari komposisi utama.
- Kualitas susu formula tidak hanya ditentukan oleh kandungan yang tertera di bagian belakang kemasan.
- Semakin lengkap informasi yang dimiliki, semakin mudah pula orang tua membuat keputusan yang sesuai untuk anak.
Jakarta: Saat memilih susu formula untuk si kecil, orang tua biasanya langsung sibuk membaca label kemasan. Mulai dari kandungan AA dan DHA, protein, vitamin, mineral, hingga jumlah gula tambahan menjadi beberapa hal yang sering dibandingkan.
Namun, ada satu hal yang mungkin masih sering terlewat: dari mana sebenarnya susu tersebut berasal?
Pada sejumlah produk susu formula, istilah seperti “susu bubuk” tercantum sebagai bagian dari komposisi utama. Informasi tersebut memang penting, tetapi belum tentu memberikan gambaran lengkap mengenai perjalanan bahan baku susu sebelum akhirnya menjadi produk yang dikonsumsi anak.
Padahal, kualitas susu formula tidak hanya ditentukan oleh kandungan yang tertera di bagian belakang kemasan. Prosesnya sudah dimulai sejak susu diperoleh dari sumbernya.
Mulai dari kondisi peternakan, kesehatan dan pakan sapi, proses pemerahan, pengangkutan, hingga pengolahan dan pengawasan kualitas, semuanya menjadi bagian dari perjalanan bahan baku yang perlu diperhatikan.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, mengatakan orang tua sebaiknya melihat susu formula secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berpatokan pada klaim yang terpampang di kemasan.
“Informasi tersebut tentu penting, tetapi kualitas suatu produk sebaiknya juga dipahami dari transparansi sumber bahan bakunya, bagaimana susu diproses, serta bagaimana kualitasnya dikendalikan pada setiap tahap,” ujar Prof. Rini.
Menurutnya, pengelolaan bahan baku dan proses produksi yang terintegrasi turut berperan dalam menjaga kualitas serta keamanan produk secara konsisten.
Dengan kata lain, orang tua tidak hanya perlu bertanya “isinya apa?”, tetapi juga bisa mulai mencari tahu “susunya berasal dari mana dan bagaimana prosesnya?”
Informasi mengenai sumber bahan baku dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai produk yang dipilih. Terlebih, susu formula menjadi salah satu bagian dari pola konsumsi anak yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Prof. Rini menambahkan, semakin lengkap informasi yang dimiliki, semakin mudah pula orang tua membuat keputusan yang sesuai untuk anak.
“Dengan informasi yang lebih lengkap, orang tua dapat membuat pilihan secara lebih terinformasi untuk anak,” katanya.
Jadi, saat berikutnya membeli susu formula, jangan hanya berhenti di bagian depan kemasan. Cek juga informasi komposisi dan sumber bahan bakunya. Karena dalam memilih asupan untuk si kecil, detail kecil juga layak diperhatikan, Parents.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Namun, ada satu hal yang mungkin masih sering terlewat: dari mana sebenarnya susu tersebut berasal?
Pada sejumlah produk susu formula, istilah seperti “susu bubuk” tercantum sebagai bagian dari komposisi utama. Informasi tersebut memang penting, tetapi belum tentu memberikan gambaran lengkap mengenai perjalanan bahan baku susu sebelum akhirnya menjadi produk yang dikonsumsi anak.
Padahal, kualitas susu formula tidak hanya ditentukan oleh kandungan yang tertera di bagian belakang kemasan. Prosesnya sudah dimulai sejak susu diperoleh dari sumbernya.
Mulai dari kondisi peternakan, kesehatan dan pakan sapi, proses pemerahan, pengangkutan, hingga pengolahan dan pengawasan kualitas, semuanya menjadi bagian dari perjalanan bahan baku yang perlu diperhatikan.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, mengatakan orang tua sebaiknya melihat susu formula secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berpatokan pada klaim yang terpampang di kemasan.
“Informasi tersebut tentu penting, tetapi kualitas suatu produk sebaiknya juga dipahami dari transparansi sumber bahan bakunya, bagaimana susu diproses, serta bagaimana kualitasnya dikendalikan pada setiap tahap,” ujar Prof. Rini.
Menurutnya, pengelolaan bahan baku dan proses produksi yang terintegrasi turut berperan dalam menjaga kualitas serta keamanan produk secara konsisten.
Dengan kata lain, orang tua tidak hanya perlu bertanya “isinya apa?”, tetapi juga bisa mulai mencari tahu “susunya berasal dari mana dan bagaimana prosesnya?”
Informasi mengenai sumber bahan baku dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai produk yang dipilih. Terlebih, susu formula menjadi salah satu bagian dari pola konsumsi anak yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Prof. Rini menambahkan, semakin lengkap informasi yang dimiliki, semakin mudah pula orang tua membuat keputusan yang sesuai untuk anak.
“Dengan informasi yang lebih lengkap, orang tua dapat membuat pilihan secara lebih terinformasi untuk anak,” katanya.
Jadi, saat berikutnya membeli susu formula, jangan hanya berhenti di bagian depan kemasan. Cek juga informasi komposisi dan sumber bahan bakunya. Karena dalam memilih asupan untuk si kecil, detail kecil juga layak diperhatikan, Parents.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)