FITNESS & HEALTH

Parents Wajib Tahu! Ternyata Kualitas Susu Anak Bukan Cuma Soal Vitamin

A. Firdaus
Kamis 18 Juni 2026 / 15:48
Ringkasnya gini..
  • Kualitas susu ternyata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kandungan gizi yang ada di dalamnya.
  • Pada produk susu formula, proses produksi umumnya melalui berbagai tahapan, mulai dari pencampuran, pemanasan, homogenisasi, evaporasi, hingga pengeringan.
  • Kebiasaan orang tua membaca informasi nilai gizi pada kemasan merupakan langkah yang sangat penting.
Jakarta: Pemenuhan gizi sejak dini menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Karena itu, banyak orang tua kini semakin teliti memilih produk susu dengan memperhatikan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga mineral yang tercantum pada label kemasan.

Namun, kualitas susu ternyata tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kandungan gizi yang ada di dalamnya. Cara produk tersebut diproses sebelum sampai ke tangan konsumen juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Pada produk susu formula, proses produksi umumnya melalui berbagai tahapan, mulai dari pencampuran, pemanasan, homogenisasi, evaporasi, hingga pengeringan. Proses tersebut bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas produk, tetapi pengolahan yang terlalu intensif dapat memengaruhi struktur alami dan ketersediaan zat gizi di dalam susu.
Berbeda dengan susu segar yang diolah menjadi susu bubuk melalui proses yang lebih singkat, pendekatan ini dinilai dapat membantu mempertahankan kesegaran serta kandungan gizi alami dalam bahan baku.

Kajian ilmiah menunjukkan bahwa pemanasan berulang dan proses pengolahan yang intensif dapat mengubah struktur protein serta komponen penting lainnya dalam susu. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kualitas gizi, daya cerna, hingga kemampuan tubuh dalam menyerap zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Doktor Ilmu Gizi, Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz., mengatakan kebiasaan orang tua membaca informasi nilai gizi pada kemasan merupakan langkah yang sangat penting. Namun, menurutnya, komposisi bahan juga perlu mendapat perhatian.

"Nama bahan yang tercantum pada urutan pertama dalam daftar komposisi mencerminkan kandungan utama dari produk tersebut. Karena itu, orang tua perlu memahami tidak hanya kandungan gizinya, tetapi juga bahan dasar yang digunakan," ujarnya.

Seiring berkembangnya inovasi pangan anak, industri kini mulai mengembangkan pendekatan produksi yang lebih sederhana dan terukur. Bahkan, sejumlah penelitian terbaru mengembangkan proses produksi susu formula yang lebih minimal guna menjaga keamanan mikrobiologis sekaligus menekan perubahan pada protein.

Pendekatan ini membantu menjaga kualitas bahan baku dan meminimalkan perubahan yang terjadi selama proses pengolahan. Dengan demikian, kualitas susu tidak hanya dinilai dari tambahan berbagai zat gizi, tetapi juga dari bagaimana kandungan tersebut tetap terjaga sejak bahan baku hingga menjadi produk akhir.

Meski demikian, Dr. Arif kembali menegaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi pilihan terbaik dan harus diutamakan sebagai sumber nutrisi utama, terutama pada bayi usia 0 hingga 6 bulan.

Penggunaan susu formula sebagai pendamping dianjurkan pada kondisi tertentu dan sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan. Orang tua juga diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi serta lebih cermat memahami komposisi produk agar dapat mengambil keputusan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH