FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Chatbot, AI Kini Dipakai untuk Bantu Temukan Obat Baru

A. Firdaus
Rabu 02 September 2026 / 09:11
Ringkasnya gini..
  • Novo Nordisk menggandeng AWS untuk memanfaatkan AI dan cloud dalam mempercepat penemuan obat, meningkatkan efisiensi, dan mengembangkan terapi baru.
  • Teknologi AI juga akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan melalui Amazon Bedrock AgentCore.
  • Peran ilmuwan dan tenaga ahli tetap penting dalam menilai hasil yang dihasilkan teknologi.
Jakarta: Kecerdasan buatan (AI) kini semakin masuk ke berbagai bidang, termasuk dunia kesehatan. Bukan cuma membantu pekerjaan administratif, teknologi ini mulai dimanfaatkan untuk mendukung proses penemuan dan pengembangan obat.

Salah satunya dilakukan Novo Nordisk yang menggandeng Amazon Web Services (AWS) melalui kemitraan strategis untuk mempercepat penemuan obat sekaligus memodernisasi operasional perusahaan dengan teknologi agentic AI dan cloud.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Novo Nordisk dan AWS membentuk hub co-innovation di London. Di tempat ini, para engineer dan ilmuwan dari kedua perusahaan akan bekerja bersama memanfaatkan teknologi AI AWS untuk mengolah data dan wawasan yang dimiliki Novo Nordisk.

Tujuannya cukup ambisius, yakni membantu mempersingkat proses mulai dari identifikasi target terapeutik hingga pemberian dosis pertama obat kepada manusia.

"Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak inovasi di Novo Nordisk," ujar Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menggabungkan keahlian Novo Nordisk di bidang terapi penyakit kronis dengan perangkat dan layanan AWS yang dirancang untuk industri life sciences.
 

AI Bantu Mengolah Data Penelitian


Dalam kerja sama ini, Novo Nordisk menetapkan AWS sebagai penyedia cloud pilihan sekaligus mitra strategis AI.

Teknologi tersebut akan digunakan untuk membantu peneliti mengolah berbagai jenis data yang kompleks. Salah satunya melalui layanan seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock.

Keduanya akan dimanfaatkan untuk mendukung proses identifikasi target terapeutik dan membantu merancang terapi baru dengan lebih cepat.

AI juga akan digunakan untuk menghubungkan berbagai sumber data, termasuk data genomik, pencitraan, dan data klinis.

Dengan menggabungkan data tersebut, hasil penelitian pada tahap awal diharapkan dapat memberikan masukan yang lebih baik dalam merancang uji klinis.

Sederhananya, teknologi ini diharapkan membantu peneliti menemukan pola dan wawasan dari data dalam jumlah besar yang mungkin sulit diproses secara manual.
 

Puluhan Ribu Karyawan Ikut Terdampak


Kolaborasi Novo Nordisk dan AWS ternyata tidak hanya menyasar laboratorium penelitian.

Teknologi AI juga akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan melalui Amazon Bedrock AgentCore.

Novo Nordisk menyebut kolaborasi sebelumnya dengan AWS telah menghasilkan sejumlah dampak, termasuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk dokumentasi klinis.

Teknologi tersebut juga telah membantu meningkatkan produktivitas lebih dari 25 ribu karyawan.

Kini, kerja sama yang diperluas tersebut ditujukan untuk membangun fondasi teknologi yang aman dan dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan penemuan serta pengembangan terapi.

"Setiap bagian dari pekerjaan kami bersama Novo Nordisk pada akhirnya kembali pada satu hal: menghadirkan obat yang tepat kepada pasien dengan lebih cepat," ujar Matt Garman, CEO AWS.

Ia mengatakan Novo Nordisk memilih AWS sebagai mitra strategis AI untuk mengubah proses penemuan dan pengembangan obat dengan memanfaatkan berbagai layanan AI dan cloud.
 

AI Tetap Perlu Dikawal


Meski AI menawarkan kemampuan mengolah data dalam skala besar, penerapannya di bidang kesehatan tentu tidak sesederhana memasukkan data lalu menunggu teknologi memberikan jawaban.

Data penelitian medis sangat kompleks dan membutuhkan validasi ilmiah. Karena itu, peran ilmuwan dan tenaga ahli tetap penting dalam menilai hasil yang dihasilkan teknologi.

Novo Nordisk dan AWS juga menyatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan solusi AI yang bertanggung jawab, terutama karena teknologi digunakan dalam proses yang berkaitan langsung dengan kesehatan manusia.

Selain pengembangan obat, Novo Nordisk juga berkolaborasi dengan sejumlah unit bisnis Amazon yang bergerak di bidang kesehatan dan layanan terkait, termasuk Amazon Pharmacy, Amazon Ads, dan Amazon One Medical.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk mengeksplorasi cara baru dalam memasarkan dan menghadirkan terapi kepada pasien.

Pada akhirnya, pemanfaatan AI di industri farmasi bukan semata soal membuat proses menjadi lebih canggih. Harapannya, teknologi dapat membantu peneliti mengolah data lebih cepat, menemukan kandidat terapi dengan lebih efisien, dan memperpendek perjalanan dari penelitian menuju pasien.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH