FITNESS & HEALTH

Fakta Mengejutkan! Cuma 2,8% Orang Indonesia Sikat Gigi dengan Benar, Ini Solusinya

A. Firdaus
Rabu 08 April 2026 / 20:06
Ringkasnya gini..
  • Sekitar 96 persen masyarakat tidak mengunjungi dokter gigi dalam satu tahun terakhir.
  • Hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan cara yang benar.
  • Di era digital, cara penyampaian menjadi kunci agar pesan kesehatan lebih mudah diterima.
Jakarta: Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan gigi dan mulut. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dari Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 96 persen masyarakat tidak mengunjungi dokter gigi dalam satu tahun terakhir. Bahkan, hanya 2,8 persen yang menyikat gigi dengan cara yang benar.

Rendahnya kesadaran ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari rasa takut ke dokter gigi hingga minimnya akses informasi yang akurat dan mudah dipahami. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan baru dalam edukasi kesehatan gigi, terutama di era digital.

Menjawab tantangan tersebut, Pepsodent dari Unilever Indonesia menghadirkan program TeethTalk Academy for Dentfluencers. Inisiatif ini berupa pelatihan media sosial yang ditujukan bagi dokter gigi, mahasiswa kedokteran gigi, serta pegiat kesehatan mulut.
 
Program ini bertujuan mencetak generasi “dentfluencer”, yakni tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu menyampaikan edukasi secara menarik, relevan, dan mudah dipahami di platform digital.

Workshop perdana program ini digelar pada Maret 2026. Materi yang diberikan mencakup pengembangan ide konten, teknik produksi seperti pencahayaan dan editing, hingga personal branding serta strategi membangun interaksi di media sosial.

Program ini turut menghadirkan Milad Shadrooh, dental influencer asal Inggris yang dikenal luas di media sosial. Selain itu, sejumlah kreator Indonesia seperti Zaki Alfadilah, Twomann, dan Vinco juga terlibat untuk berbagi pengalaman dalam membangun konten yang engaging.

Senior Global Brand Director Oral Care Unilever, Madhurjya Banerjee, menilai peran dokter gigi sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, di era digital, cara penyampaian menjadi kunci agar pesan kesehatan lebih mudah diterima.

“Melalui TeethTalk Academy, kami ingin membantu dokter gigi membangun komunikasi yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat untuk berkunjung ke dokter gigi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Milad Shadrooh menilai media sosial memiliki potensi besar untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap perawatan gigi yang selama ini dianggap menakutkan.

“Dengan pendekatan yang lebih humanis dan mudah dipahami, cara pandang masyarakat bisa berubah. Program ini membantu para profesional membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens,” jelasnya.

Inisiatif TeethTalk Academy menjadi bagian dari transformasi Pepsodent dalam memperkuat perannya, tidak hanya sebagai brand perawatan gigi keluarga, tetapi juga sebagai penggerak edukasi kesehatan yang relevan secara budaya.

Ke depan, program ini direncanakan akan diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia serta pasar regional lainnya. Harapannya, semakin banyak konten edukasi kesehatan gigi yang kredibel, menarik, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Seiring meningkatnya peran media sosial dalam membentuk pemahaman generasi muda, kehadiran sumber informasi yang terpercaya menjadi semakin penting. Upaya ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dan membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi yang lebih baik secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH