FITNESS & HEALTH
5 Dampak Stres pada Kesehatan Gigi dan Mulut yang Perlu Diwaspadai
Fatha Annisa
Rabu 01 April 2026 / 17:45
- Stres tidak hanya memicu sakit kepala, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut.
- Stres memengaruhi kesehatan gigi dan mulut bahkan sebelum gejala yang lebih jelas muncul.
- Jaringan mulut sangat sensitif terhadap peradangan, perubahan hormon, hingga ketegangan otot.
Jakarta: Stres kerap dikaitkan dengan sakit kepala dan tekanan emosional. Nyatanya, stres berlebihan juga bisa berdampak pada kesehatan gigi dan mulut.
Stres kronis membuat tubuh bereaksi dalam berbagai cara, dan mulut sering menjadi salah satu bagian yang menunjukkan sinyal. Bahkan, kesehatan gigi dan mulut bisa terpengaruh sebelum gejala yang lebih jelas muncul.
Jaringan mulut sangat sensitif terhadap peradangan, perubahan hormon, hingga ketegangan otot. Oleh karenanya, tak jarang stres lebih dulu mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut.
Melansir Hindustan Times, Dr. Tania Nijhawan, Founder Udana Wellness, mengungkapkan bagaimana stres dapat berdampak signifikan bagi kesehatan gigi dan mulut:
Gejalanya bisa berupa gusi berdarah saat menyikat gigi, pembengkakan, rasa nyeri, atau bau mulut yang menetap.
Tekanan terus-menerus ini dapat mengikis enamel gigi, membuat gigi lebih sensitif, bahkan menyebabkan retakan kecil. Ketegangan pada otot rahang juga bisa menimbulkan sakit kepala, nyeri wajah, atau kaku saat membuka mulut.
Saat stres menyebabkan mulut kering, risiko gigi berlubang, infeksi, dan bau mulut ikut meningkat. Bahkan mulut kering ringan namun terus-menerus dapat memicu berkembangnya mikroorganisme berbahaya.
Di sisi lain, asupan makanan bergizi bisa terabaikan. Perubahan ini dapat melemahkan enamel, memicu pembentukan plak, dan memperlambat penyembuhan jaringan mulut. Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan sariawan dan meningkatkan sensitivitas gusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(PRI)
Stres kronis membuat tubuh bereaksi dalam berbagai cara, dan mulut sering menjadi salah satu bagian yang menunjukkan sinyal. Bahkan, kesehatan gigi dan mulut bisa terpengaruh sebelum gejala yang lebih jelas muncul.
Jaringan mulut sangat sensitif terhadap peradangan, perubahan hormon, hingga ketegangan otot. Oleh karenanya, tak jarang stres lebih dulu mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut.
Melansir Hindustan Times, Dr. Tania Nijhawan, Founder Udana Wellness, mengungkapkan bagaimana stres dapat berdampak signifikan bagi kesehatan gigi dan mulut:
| Baca juga: Jangan Abaikan! Ini Tanda Masalah Kesehatan yang Terlihat dari Gigi dan Gusi |
1. Peradangan Gusi
Stres jangka panjang membuat tubuh memproduksi lebih banyak kortisol, hormon yang dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan reaksi peradangan. Hal ini membuat gusi lebih rentan terhadap infeksi bakteri.Gejalanya bisa berupa gusi berdarah saat menyikat gigi, pembengkakan, rasa nyeri, atau bau mulut yang menetap.
2. Bruxism (menggemeretakkan gigi)
Menurut Dr. Tania, bruxism atau kondisi saat seseorang mengatupkan atau menggesekkan gigi juga sering dipicu oleh stres. Kondisi ini sering terjadi saat tidur sehingga banyak orang tidak menyadarinya.Tekanan terus-menerus ini dapat mengikis enamel gigi, membuat gigi lebih sensitif, bahkan menyebabkan retakan kecil. Ketegangan pada otot rahang juga bisa menimbulkan sakit kepala, nyeri wajah, atau kaku saat membuka mulut.
3. Penurunan produksi air liur
Dampak penting lainnya adalah berkurangnya produksi air liur, yang berperan melindungi mulut dengan membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, dan menjaga keseimbangan bakteri.| Baca juga: Remaja Sering Stres Malam Hari? Coba Tips Ini Biar Nggak Kepikiran Terus |
Saat stres menyebabkan mulut kering, risiko gigi berlubang, infeksi, dan bau mulut ikut meningkat. Bahkan mulut kering ringan namun terus-menerus dapat memicu berkembangnya mikroorganisme berbahaya.
4. Perubahan pola makan
Dr. Tania juga menyoroti bahwa pola makan sering berubah saat stres. Orang cenderung lebih sering ngemil, mengonsumsi gula lebih banyak, atau bergantung pada minuman berkafein dan asam untuk energi.Di sisi lain, asupan makanan bergizi bisa terabaikan. Perubahan ini dapat melemahkan enamel, memicu pembentukan plak, dan memperlambat penyembuhan jaringan mulut. Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan sariawan dan meningkatkan sensitivitas gusi.
5. Gangguan pencernaan dan daya tahan tubuh
Stres juga memengaruhi pencernaan dan sistem imun secara keseluruhan, yang turut berdampak pada kesehatan mulut. Sariawan berulang, perubahan indera perasa, atau bau mulut yang menetap sering muncul saat seseorang mengalami tekanan emosional.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)