Inovasi dosen UGM Denteksi. DOK UGM
Inovasi dosen UGM Denteksi. DOK UGM

Cukup Foto Pakai HP, Dosen UGM Ciptakan 'Denteksi', AI yang Bisa Cek Kesehatan Gigi Mandiri

Renatha Swasty • 28 April 2026 18:03
Ringkasnya gini..
  • Tingkat kesehatan gigi pasien secara keseluruhan dapat terlihat cukup dari analisis hasil jepretan foto kamera ponsel dari berbagai sisi.
  • Rifqi menyarankan validasi pakar untuk pengambilan tindakan lebih lanjut.
  • Denteksi telah menyabet pengakuan dari berbagai kompetisi inovasi maupun lembaga resmi.
Jakarta: Tim dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan platform skrining kesehatan gigi berbasis Artificial Intelligence (AI), bernama Denteksi. Tingkat kesehatan gigi pasien secara keseluruhan dapat terlihat cukup dari analisis hasil jepretan foto kamera ponsel dari berbagai sisi.
 
Platform ini memiliki tingkat akurasi hasil pemeriksaan mencapai 90 persen untuk skrining gigi sehat. Sementara itu, pada skrining karies, akurasi juga telah mencapai lebih dari 80 persen.
 
Dosen Prodi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, Sekolah Vokasi UGM, Muhammad Fakhurrifqi, mengungkap kisah di balik pengembangan Denteksi. Platform skrining ini digagas pada tahun 2021 saat pandemi covid-19. 

Pembatasan sosial berskala besar di kala itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses konsultasi dan pemeriksaan gigi, yang membatasi intensitas interaksi antara dokter gigi dan pasien. Rifqi menggandeng dua orang rekan dari Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan: drg. Dewi Arifahni, MHPM dan drg. Dhinintya Hyta Narissi. 
 
Ketiganya mengembangkan Teledentistry menggunakan aplikasi chat, di mana pasien dapat berkonsultasi dengan dokter. Seiring meningkatnya jumlah peminat, Rifqi dan tim mengembangkan aplikasi computer vision. 
 
Penyesuain tersebut meliputi kurasi jumlah foto hanya menjadi tiga sisi, penambahan arahan standar pengambilan foto, hingga pengembangan Odontogram yang menyajikan rekam medis dan rekomendasi tindakan bagi pasien, yang baru dirilis di awal tahun ini. 
 
“Kalau dulu periksa gigi itu kan harus ketemu dokter gigi, diperiksa satu per satu. Nah kalau di Denteksi, cukup foto bagian depan, atas, sama bawah, langsung kelihatan. Versi sekarang, kita menambahkan beberapa algoritma untuk menghadirkan rekam medis, Odontogram. Posisi nomor (gigi) berapa, sakit apa, udah langsung dibuat hasil laporannya dan tingkat akurasi jauh lebih tinggi,” papar Rifqi dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 28 April 2026. 
 
Rifqi mengatakan tingkat akurasi hasil pemeriksaan telah mencapai 90 persen untuk skrining gigi sehat. Sementara itu, pada skrining karies, akurasi juga telah mencapai lebih dari 80 persen. 
 
Cukup Foto Pakai HP, Dosen UGM Ciptakan Denteksi, AI yang Bisa Cek Kesehatan Gigi Mandiri
Inovasi dosen UGM Denteksi. DOK UGM
 
Meski demikian, Rifqi menegaskan dalam berbagai bidang, AI masih berada di bawah level profesional. Sehingga, ia tetap menyarankan validasi pakar untuk pengambilan tindakan lebih lanjut. 
 
“Setiap saya ketemu pakar, mereka sudah menerima dan selalu mandukung. Tetapi, skrining kan gunanya untuk mengetahui level awal saja. Kalau ada perlu tindakan lebih lanjut silakan ketemu dokter gigi. Untuk penegakan diagnosis masih tetap butuh expert,” ujar dia. 
 
Sejak dirilis pada Agustus 2022, Denteksi telah menyabet pengakuan dari berbagai kompetisi inovasi maupun lembaga resmi. Seperti meraih penghargaan untuk kategori mutu pelayanan kesehatan pada Indonesia Health Inovation Award (IHIA) tahun 2022. 
 
Masih di tahun yang sama, mendapat Juara 1 pada Konvensi Mutu Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2022. Tahun selanjutnya, eksistensi Denteksi semakin diakui dengan award Jakarta Innovation Awards (JIA) 2023 yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta pada September 2023.
 
Sederet prestasi ini tidak akan diraih tanpa kredibilitas produk yang dihadirkan. Hak Cipta Denteksi beroperasi di bawah naungan PT Senyum Cerdas Indonesia. 
 
Dalam satu kali praktik, Denteksi dapat melakukan pemeriksaan pada sekitar 100 orang anak dalam kurun waktu 3 jam. Beberapa pihak yang telah bekerja sama menyelenggarakan praktik skrining meliputi Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Flores, Yayasan Gistrav Islamia School, dan Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 
 
Meskipun kolaborator pengguna masih terbatas, laman telah dapat diakses dan digunakan secara terbuka oleh publik melalui tautan https://denteksi.senyumcerdas.id/
 
Rifqi membuka diri untuk kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kepercayaan dan pengakuan dari berbagai pakar tentu menjadikan potensi Denteksi sebagai asisten AI masa depan yang dapat membantu kinerja dan menjawab keterbatasan jumlah dokter gigi di Indonesia demi mengupayakan kesehatan gigi generasi yang lebih optimal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan