FITNESS & HEALTH

Kala Kolesterol Tinggi, Inilah Tanda dan Gejala pada Mata

Mia Vale
Rabu 03 Agustus 2022 / 11:05
Jakarta: Tubuh membutuhkan kolesterol, sejenis lemak, agar berfungsi dengan baik. Namun, memiliki terlalu banyak kolesterol dalam darah dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Dan salah satu gejala yang bisa timbul saat kolesterol tinggi adalah pada bagian mata

Yang harus diketahui, gejala umum kolesterol tinggi dapat mengubah tampilan mata atau area di sekitar mata. Ini mungkin juga memengaruhi penglihatan. Melansir dari Verywell Health, ada tanda dan gejala yang muncul di dalam dan di sekitar mata saat kolesterol meningkat.
 

Xanthelasma 


Merupakan gejala mata yang paling umum terkait dengan kolesterol tinggi, di mana terdapat area kekuningan yang datar atau agak menonjol di sekitar mata atau di dekat hidung. Ini disebabkan oleh penumpukan kolesterol di bawah kulit. Xanthelasma tidak memengaruhi penglihatan. Mereka umum terjadi pada wanita keturunan Asia atau Mediterania. 
 

Arcus senilis 


Kondisi ini juga bisa mengindikasikan kolesterol tinggi. Dengan kondisi ini, cincin biru, putih, atau abu-abu terang terbentuk di sekitar bagian luar depan mata karena lebih banyak kolesterol mencapai kornea. Cincin akan muncul di sekitar bagian mata yang berwarna (iris). Cincin tidak memengaruhi kemampuan untuk melihat. 

Awalnya, arcus senilis mungkin hanya muncul di bagian atas dan bawah kornea. Sampai akhirnya membentuk cincin penuh di sekitar kornea. Gejala ini lebih sering terjadi pada usia paruh baya. Pun bila kamu laki-laki atau berkulit hitam. 



(Sumbatan pada vena retina dapat membuat retina kurang dapat menyaring cahaya, sehingga memengaruhi penglihatan pengidapnya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Oklusi vena retina 


Retina adalah jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Retina menerima suplai darahnya melalui arteri retina dan vena retina. Ketika vena tersumbat, itu disebut oklusi vena retina. Ketika vena tersumbat, darah dan cairan tumpah ke retina. Ketika ini terjadi, area retina yang disebut makula bisa menjadi bengkak dan bisa memengaruhi penglihatan sentral.

Gejala oklusi vena retina meliputi: 

- Penglihatan kabur di satu mata 
- Perubahan penglihatan pada satu mata 
- Bintik-bintik gelap atau garis-garis pada penglihatan (floaters) 
- Nyeri pada mata yang terkena 
- Oklusi vena retina lebih sering terjadi pada orang berusia 50 tahun atau lebih. Kolesterol tinggi juga umum terjadi pada orang dengan oklusi vena retina

Sebuah studi tahun 2008 menemukan bahwa kolesterol tinggi dua kali lebih umum pada orang dengan oklusi vena retina sentral dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki kondisi mata.
 

Plakat Hollenhorst 


Gejala yang tidak umum ini hadir ketika sepotong kolesterol, atau fibrin, ditemukan di arteri di retina. Potongan kolesterol ini biasanya berasal dari arteri yang lebih besar di dalam tubuh, seperti arteri karotis, dan bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius. 

Plak ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan tidak menimbulkan gejala. Bahkan, seseorang mungkin tidak tahu kalau memilikinya sampai menyebabkan penyumbatan. 

Jika penyumbatan itu terlepas dan bergerak ke otak, bisa menyebabkan stroke, yang dapat memengaruhi penglihatan, kontrol motorik, atau kontrol sensorik. Stroke juga bisa berakibat fatal.

Jika melihat perubahan pada mata yang bertahap, segera ke dokter mata untuk diperiksa. Selain itu, diperlukan juga pemeriksaan kadar kolesterol dengan tes darah sederhana. 

(TIN)

MOST SEARCH