FITNESS & HEALTH

AI Meningkatkan Kapasitas di Area yang Paling Dibutuhkan di Indonesia

Yatin Suleha
Rabu 19 Agustus 2026 / 21:21
Ringkasnya gini..
  • Pemimpin global teknologi kesehatan, Royal Philips, kembali merilis laporan tahunannya lewat Future Health Index 2026.
  • Kabar baiknya, riset ini menunjukkan kalau penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tanah air sudah beneran memberikan dampak positif.
  • Dalam FHI dipaparkan bahwa tenaga kesehatan di Indonesia melaporkan manfaat nyata dari penggunaan AI.
Jakarta: Pemimpin global teknologi kesehatan, Royal Philips, kembali merilis laporan tahunannya lewat Future Health Index 2026 (Philips Future Health Index/FHI) edisi ke-11 khusus untuk Indonesia. 

Kabar baiknya, riset ini menunjukkan kalau penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tanah air sudah beneran memberikan dampak positif bagi para nakes, pasien, sampai rumah sakit.

Dalam FHI dipaparkan bahwa tenaga kesehatan di Indonesia melaporkan manfaat nyata dari penggunaan AI, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kapasitas dan pemberian layanan kesehatan.
 
Manfaat finansial awal juga mulai terlihat. Di kalangan pemimpin institusi layanan kesehatan Indonesia, 43% melaporkan penghematan anggaran berkat penerapan AI, dibandingkan dengan 34% secara global.

Sementara 69% mengatakan manfaat dari investasi terhadap AI yang mereka lakukan telah memenuhi bahkan melampaui biayanya.
 

Dampak positif AI bagi tenaga kesehatan di Indonesia (Future Health Index 2026):



(Para narasumber membahas bagaimana AI mulai mendukung layanan kesehatan secara lebih praktis, sekaligus pentingnya kesiapan ekosistem. Foto: Dok. Philips)

1. Efisiensi alur kerja meningkat drastis: 88% nakes di Indonesia merasakan efisiensi kerja berkat AI (jauh di atas rata-rata global yang hanya 71%).

2. Diagnosis lebih sat-set: 87% nakes melaporkan akses hasil diagnosis yang lebih cepat, dan 82% terbantu dalam mempercepat pengambilan keputusan klinis.

3. Akses data pasien lebih terintegrasi: 75% nakes mudah mengakses data lintas tim medis (dibandingkan 57% secara global), sehingga memangkas waktu pencarian informasi.

4. Kapasitas layanan pasien bertambah: 69% nakes mampu melayani lebih banyak pasien berkat AI, dengan rata-rata tambahan 4 pasien baru per minggu.

5. Hemat waktu signifikan: Hampir 6 dari 10 tenaga kesehatan (59%) nakes menghemat waktu minimal 88 jam per tahun (setara lebih dari 2 minggu kerja penuh) untuk fokus pada penelaahan kasus yang lebih mendalam.

6. Work-life balance dan stres membaik: 67% nakes merasakan keseimbangan kerja yang lebih baik dan penurunan tingkat stres, serta separuhnya mengaku lebih jarang lembur atau membawa pekerjaan ke rumah.

7. Solusi pemerataan layanan: 81% nakes percaya AI punya potensi besar untuk mempersempit kesenjangan kualitas kesehatan antarwilayah dan membantu daerah yang kurang terlayani.

David Utama, Presiden Direktur Siloam International Hospitals yang juga hadir dalam acara media briefing Philips Future Health Index (FHI) 2026 Indonesia, Rabu, 19 Agustus 2026 di The Westin Jakarta juga mengatakan, "AI memberikan manfaat terbesar ketika diintegrasikan ke dalam alur kerja klinis dan membantu mengurangi hambatan dalam pekerjaan sehari-hari tenaga kesehatan."

“Bagi Siloam, peluangnya bukan sekadar menerapkan lebih banyak teknologi, tetapi mempercepat transformasi Siloam menuju Hospital of the Future yang selalu berfokus pada hasil klinis dan outcome terbaik bagi pasien."
 
"AI membantu tenaga kesehatan mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat, sekaligus menghadirkan lebih banyak waktu untuk interaksi yang bermakna dengan pasien."

"Dalam visi tersebut, teknologi berperan sebagai enabler yang memperkuat kapabilitas klinis, sementara dokter dan tenaga kesehatan tetap menjadi pusat pengambilan keputusan serta pemberian layanan bagi pasien."

"Untuk memperluas penerapan AI secara luas dan bertanggung jawab, dibutuhkan kepemimpinan klinis yang kuat, data yang tepercaya dan saling terhubung, tata kelola yang jelas, serta kolaborasi erat di seluruh ekosistem kesehatan.”


(How AI is changing the way clinicians work every day. Video: Dok. YouTube Philips)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH