Baca Juga :
Menembus Batas Jarak: Cerita di Balik Kemitraan Strategis Philips & Indonesia Lewat Program SIHREN
Ekspansi ini sekaligus memperkuat jaringan purna jual fisik Signify di Indonesia, setelah sebelumnya mengoperasikan toko serupa di Surabaya dan Denpasar.
"Konsumen makin menyadari bahwa memilih pencahayaan bukan sekadar mengganti lampu yang mati, melainkan investasi untuk menciptakan ruang yang sesuai dengan karakter hunian," ujar Dedy saat acara peresmian di Ruko Odessa, Gading Serpong, Kamis, 17 September 2026.
Sentuhan Langsung di Tengah Gempuran AI
Menjawab pesatnya visualisasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam desain interior, Head of Marketing Consumer Signify Commercial Indonesia, Burhan Noor Sahid, menegaskan bahwa industri pencahayaan memiliki karakteristik yang unik."Fitur digital atau AI memang membantu memberikan gambaran umum. Namun, pencahayaan sangat bergantung pada persepsi visual langsung mata manusia. Warna dan temperatur cahaya sering kali terdistorsi jika hanya dilihat melalui layar kamera," terang Burhan.
Oleh karena itu, toko ini dilengkapi dengan Experience Zone yang mereplikasi berbagai tata ruang hunian, seperti kamar tidur, ruang makan, dan ruang keluarga. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung merasakan langsung dampak pencahayaan terhadap estetika ruangan.
Burhan memaparkan tiga konsep utama pencahayaan yang diusung dalam toko ini:
1. Functional Lighting: Pencahayaan mendasar untuk menunjang aktivitas harian seperti bekerja, belajar, dan memasak.2. Multi-layer and Decorative Lighting: Penggabungan pencahayaan estetis sebagai elemen dekorasi interior sekaligus pembentuk suasana.
3. Smart Lighting: Teknologi pencahayaan pintar dengan fitur pengaturan skenario cahaya, tingkat pencahayaan (dimming), penjadwalan, hingga efisiensi energi melalui aplikasi.
Rangkul Ekosistem Industri Properti
Dedy Bagus Pramono menambahkan, kendati kanal e-commerce berkembang pesat untuk transaksi produk pengganti, pasar luring (offline) masih mendominasi industri pencahayaan hingga 80–90 persen.Toko fisik dinilai memainkan peran vital dalam memberikan edukasi serta konsultasi teknis bagi pemilik rumah maupun profesional. Melalui pilar layanannya, Philips Lighting Store Gading Serpong menyediakan konsultasi desain pencahayaan hingga kunjungan langsung ke lokasi untuk proyek pembangunan atau renovasi hunian.
"Kami tidak hanya menyasar pengguna akhir (end-user), tetapi juga merangkul ekosistem properti seperti kontraktor, arsitek, desainer interior, hingga pengembang (developer). Kami berharap fasilitas ini menjadi pusat inspirasi pencahayaan terlengkap di wilayah Tangerang dan sekitarnya," pungkas Dedy.
Baca Juga :
Transformasi RS Makin Ngebut, Riset Philips Future Health Index 2026 Buktikan Power-nya AI
(Nur Aldiansyah Amirulloh)