FITNESS & HEALTH

Biar Gak Drama Pas Terluka, Coba Spray Plaster Tinggal Semprot Ini

Yatin Suleha
Kamis 17 September 2026 / 16:03
Ringkasnya gini..
  • Hansaplast memperkenalkan Spray Plaster, inovasi spray plaster pertama dan satu-satunya di Indonesia.
  • Spray Plaster membentuk lapisan pelindung fleksibel dan tidak terlihat yang membantu melindungi luka dari air dan kotoran.
  • Hansaplast memperluas edukasi wound care melalui kolaborasi dengan Kimia Farma dan Grab yang turut mendapat rekognisi MURI.

Jakarta: Luka kecil seperti lecet atau goresan memang kelihatannya sepele. Tapi kalau harus ditutup pakai plester, kadang terasa kurang nyaman, apalagi kalau lukanya ada di area yang banyak bergerak atau sulit ditempeli plester.

Kebutuhan akan perlindungan luka yang lebih praktis ini coba dijawab Hansaplast lewat Hansaplast Spray Plaster.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Hansaplast First Aid Conference (FAC) 2026 dan menjadi spray plaster pertama dan satu-satunya di Indonesia.

 

 

Spray plaster


Kalau biasanya plester perlu ditempel langsung pada kulit, produk ini cukup disemprotkan ke area luka. Setelah diaplikasikan, spray membentuk lapisan pelindung yang fleksibel dan tidak terlihat.

Format spray ini juga dirancang untuk area luka yang sulit dijangkau. Lapisan pelindungnya membantu melindungi luka dari air dan kotoran, sekaligus memungkinkan kulit tetap bernapas.

Hansaplast Spray Plaster menggunakan Ethyl Cellulose untuk membantu membentuk lapisan pelindung yang tahan air. Sementara itu, Glycerin dan Castor Oil membantu menjaga fleksibilitas lapisan tersebut.

Produk ini ditujukan untuk luka akut dan luka superfisial, seperti goresan, lecet, luka kecil, maupun luka ringan yang umum terjadi saat olahraga atau aktivitas di luar ruangan.


Hansaplast First Aid Conference 2026
(Hansaplast First Aid Conference 2026. Foto: Dok. Hansaplast)
 

Edukasi wound care gak cuma soal produk

 


Peluncuran Spray Plaster menjadi bagian dari Hansaplast FAC 2026 yang mengangkat tema “Complete Wound Care: Comprehensive Management of Acute Wounds and Scar Therapy”.

Lewat acara ini, Hansaplast mempertemukan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, melalui berbagai sesi edukasi, diskusi bersama ahli, dan wound-care workshop.

Salah satu sesi membahas bagaimana apoteker dapat memperluas edukasi wound care melalui komunikasi digital.

Peran apoteker juga menjadi perhatian karena mereka kerap menjadi salah satu tempat pertama masyarakat berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan ringan, termasuk memahami cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka.

 

 

Gandeng Kimia Farma dan Grab


Edukasi wound care kemudian diperluas Hansaplast melalui kolaborasi dengan Kimia Farma dan Grab.

Bersama Kimia Farma, Hansaplast menjalankan program Tanya Luka melalui jaringan apotek dan tenaga kefarmasian.

Program ini memberikan edukasi serta konsultasi mengenai cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka. Kolaborasi tersebut mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka dengan jumlah peserta terbanyak.

Sementara itu, Hansaplast Siaga Squad bersama Grab memberikan edukasi dasar mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka kepada para mitra pengemudi.

Program ini juga mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka kepada mitra pengemudi dengan jumlah peserta terbanyak.

Lewat Hansaplast Spray Plaster dan berbagai inisiatif tersebut, Hansaplast memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan sekaligus edukasi perawatan luka.

Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi dan pilihan perawatan luka yang lebih mudah serta sesuai dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.


Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH