FITNESS & HEALTH

Setelah Operasi Caesar, Apakah Bisa Melahirkan Secara Normal? Ini 3 Prosedurnya

Raka Lestari
Sabtu 18 September 2021 / 11:47
Jakarta: Bagi ibu yang sudah pernah melahirkan melalui operasi caesar, mungkin berpikir bahwa mereka sudah tidak bisa lagi berkesempatan untuk melahirkan normal. Namun ternyata, hal tersebut masih bisa dilakukan. Prosedur tersebut dinamakan dengan vaginal birth after caesarian (VBAC).

“Untuk bisa melakukan VBAC, memang ada beberapa syarat yang harus diperhatikan,” kata dr. Novan Satya Pamungkas, Sp.OG-KFM, Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan Fetomaternal RS Pondok Indah Bintaro Jaya.

Menurut dr. Novan, beberapa syarat yang perlu diperhatikan tersebut di antaranya adalah jarak antar persalinan, bagaimana kondisi janin beserta posisinya, ketebalan rahim, serta letak plasenta.

“Untuk mengetahui ketebalan rahim biasanya akan dilakukan pemeriksaan USG,” jelasnya.

“Jadi itu semua akan diperiksa, kalau memenuhi syarat maka bisa dilakukan percobaan persalinan normal setelah prosedur operasi caesar. Dan yang perlu diperhatikan, kalau mau melakukan VBAC itu harus dilakukan di rumah sakit,” saran dr. Novan.

Dr. Novan memberikan alasan kenapa harus di rumah sakit. Sebab di rumah sakit itu tenaga medisnya sudah siap semua. Sehingga kalau ada permasalahan saat persalinan tersebut, bisa segera dilakukan prosedur caesar.

Untuk melakukan VBAC pun menurut dr. Novan ada ketentuan khusus. Jadi tidak bisa dilakukan kalau sudah 2 kali operasi caesar. Sebenarnya, jumlahnya masih diperdebatkan. Tetapi kalau di Indonesia berdasarkan rekomendasi POGI batasannya adalah 2 kali operasi caesar,”ujar dr. Novan.

“Kalau sudah 2 kali melakukan operasi caesar memang untuk persalinan selanjutnya disarankan untuk melalui operasi caesar lagi. Ini karena semakin banyak operasi caesar yang dilakukan, akan semakin tinggi pula risiko terjadinya robekan rahim saat terjadinya kontraksi,” kata dr. Novan.

Pada saat kontraksi, menurut dr. Novan agar tidak merasa terlalu sakit, hal yang perlu diperhatikan adalah mindset. Jika dari awal sebelum hamil membayangkan kontraksi itu akan sakit, maka akan benar-benar sakit ketika kontraksi sesungguhnya.

“Tapi kalau pikirannya diubah menjadi mindset yang positif. Itu sangat-sangat bisa mengurangi kesakitan saat kontraksi. Saat ini kan sudah banyak pelatihan untuk menghadapi kontraksi, itu bisa dipraktekkan untuk mengurangi rasa sakit ketika kontraksi nanti,” tutup dr. Novan.
(FIR)

MOST SEARCH