FITNESS & HEALTH
Kate Middleton Umumkan Memiliki Kanker, Begini Kronologinya
Aulia Putriningtias
Sabtu 23 Maret 2024 / 06:55
Jakarta: Catherine, Putri Wales, telah didiagnosis menderita kanker dan telah memulai kemoterapi. Ia mengumumkan melalui pesan video pada hari Jumat, 22 Maret 2024.
"Pada bulan Januari, saya menjalani operasi perut besar di London dan pada saat itu, kondisi saya dianggap bukan kanker. Operasinya berhasil. Namun, tes setelah operasi menemukan adanya kanker," kata Kate Middleton dalam video yang telah diunggah.
"Oleh karena itu, tim medis saya menyarankan agar saya menjalani kemoterapi preventif dan saya sekarang berada pada tahap awal pengobatan tersebut," lanjutnya.
Kate Middleton sendiri tidak mengungkapkan jenis kanker apa yang dialaminya sekarang. Per Januari 2024 lalu, istri dari Pangeran William ini menjalani operasi perut. Operasi pun berjalan dengan lancar.
Baca juga: Apa Itu Operasi Perut yang Dilakukan Kate Middleton? Ini Pengertiannya
Dilansir dari Farnorth Surgery, operasi perut dapat meringankan gejala berbagai kondisi perut. Hal tersebut seperti cedera, trauma, atau nyeri akibat pecahnya usus buntu atau untuk mengendalikan pendarahan internal.
Operasi perut diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu laparotomi dan operasi laparoskopi. Laparotomi merupakan operasi besar yang memerlukan sayatan besar di perut pasien dan waktu pemulihan yang lebih lama.
Pada operasi laparoskopi, sayatan yang dibuat jauh lebih kecil. Oleh karena itu, tindakan ini menghasilkan lebih sedikit jaringan parut, kehilangan darah yang minimal, nyeri pasca operasi yang lebih sedikit, dan waktu pemulihan yang lebih cepat.
Operasi perut yang terbesit di pikiran masyarakat salah satunya adalah kelahiran caesar. Namun, kamu mungkin memerlukan operasi perut jika memiliki salah satu kondisi medis berikut, yaitu:
- Radang usus buntu.
- Kematian janin atau keguguran.
- Gejala yang tidak dapat dijelaskan yang mengganggu rongga perut.
- Pendarahan perut yang tidak diketahui penyebabnya.
Meski belum diketahui pasti jenis kanker apa, tetapi Kate Middleton tengah menjalankan kemoterapi. Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh.
Cara kerja kemoterapi dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Efek samping yang ditimbulkan dari kemoterapi juga berbeda-beda.
Beberapa orang bisa merasakan kelelahan, mual, sariawan, hingga rambut rontok sebagai efek samping kemoterapi yang ringan. Namun, ada juga yang memerlukan penanganan dokter dengan segera jika efek sampingnya cukup parah.
Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Selain itu, menurut dr. Sienny Agustin dalam Alodokter, kemoterapi memberikan ragam manfaat lain, seperti:
- Memperkecil ukuran tumor ganas dan meringankan rasa sakit.
- Mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain (metastasis).
- Menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan kanker.
Pengobatan kemoterapi umumnya dilakukan di rumah sakit guna memantau efektivitas dan kemungkinan munculnya efek samping. Sebelum kemoterapi dilakukan, dokter onkologi biasanya akan memeriksa kesehatan secara menyeluruh.
Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi. Jadi, selama menjalani pengobatan, ikuti selalu saran dokter dan hindari hal-hal yang bisa mengganggu proses pengobatan agar hasilnya pun optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
"Pada bulan Januari, saya menjalani operasi perut besar di London dan pada saat itu, kondisi saya dianggap bukan kanker. Operasinya berhasil. Namun, tes setelah operasi menemukan adanya kanker," kata Kate Middleton dalam video yang telah diunggah.
"Oleh karena itu, tim medis saya menyarankan agar saya menjalani kemoterapi preventif dan saya sekarang berada pada tahap awal pengobatan tersebut," lanjutnya.
Kate Middleton sendiri tidak mengungkapkan jenis kanker apa yang dialaminya sekarang. Per Januari 2024 lalu, istri dari Pangeran William ini menjalani operasi perut. Operasi pun berjalan dengan lancar.
Baca juga: Apa Itu Operasi Perut yang Dilakukan Kate Middleton? Ini Pengertiannya
Dilansir dari Farnorth Surgery, operasi perut dapat meringankan gejala berbagai kondisi perut. Hal tersebut seperti cedera, trauma, atau nyeri akibat pecahnya usus buntu atau untuk mengendalikan pendarahan internal.
Operasi perut diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu laparotomi dan operasi laparoskopi. Laparotomi merupakan operasi besar yang memerlukan sayatan besar di perut pasien dan waktu pemulihan yang lebih lama.
Pada operasi laparoskopi, sayatan yang dibuat jauh lebih kecil. Oleh karena itu, tindakan ini menghasilkan lebih sedikit jaringan parut, kehilangan darah yang minimal, nyeri pasca operasi yang lebih sedikit, dan waktu pemulihan yang lebih cepat.
Operasi perut yang terbesit di pikiran masyarakat salah satunya adalah kelahiran caesar. Namun, kamu mungkin memerlukan operasi perut jika memiliki salah satu kondisi medis berikut, yaitu:
- Radang usus buntu.
- Kematian janin atau keguguran.
- Gejala yang tidak dapat dijelaskan yang mengganggu rongga perut.
- Pendarahan perut yang tidak diketahui penyebabnya.
Meski belum diketahui pasti jenis kanker apa, tetapi Kate Middleton tengah menjalankan kemoterapi. Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh.
Cara kerja kemoterapi dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Efek samping yang ditimbulkan dari kemoterapi juga berbeda-beda.
Beberapa orang bisa merasakan kelelahan, mual, sariawan, hingga rambut rontok sebagai efek samping kemoterapi yang ringan. Namun, ada juga yang memerlukan penanganan dokter dengan segera jika efek sampingnya cukup parah.
Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Selain itu, menurut dr. Sienny Agustin dalam Alodokter, kemoterapi memberikan ragam manfaat lain, seperti:
- Memperkecil ukuran tumor ganas dan meringankan rasa sakit.
- Mencegah penyebaran, memperlambat pertumbuhan, sekaligus menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain (metastasis).
- Menghancurkan semua sel kanker hingga sempurna dan mencegah kekambuhan kanker.
Pengobatan kemoterapi umumnya dilakukan di rumah sakit guna memantau efektivitas dan kemungkinan munculnya efek samping. Sebelum kemoterapi dilakukan, dokter onkologi biasanya akan memeriksa kesehatan secara menyeluruh.
Mengobati penyakit berbahaya seperti kanker tidaklah mudah, termasuk saat menjalani sesi kemoterapi. Jadi, selama menjalani pengobatan, ikuti selalu saran dokter dan hindari hal-hal yang bisa mengganggu proses pengobatan agar hasilnya pun optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)