3 Alasan Kamu Sering Pusing Saat Karantina
Jakarta: Pernahkah kamu sering merasa pusing di masa karantina seperti ini? Jika iya, kamu tidak sendirian.
Para ahli mengatakan pusing biasanya menyerang pada orang-orang yang rentan terhadap sakit kepala, kombinasi stres, menatap layar dalam waktu yang lama, serta sedang di karantina.
Dilansir dari Bustle, berikut penjelasan mengenai rasa pusing yang sering kamu alami, diantaranya:
1. Menatap layar terlalu lama
"Orang-orang menggunakan komputer dan smartphone secara terus-menerus selama hari-hari pandemi yang tertutup ini, apakah itu untuk bekerja atau bersenang-senang," kata Dr. Lori Russell-Chapin, Ph.D., co-direktur Pusat Penelitian Otak Kolaboratif di Bradley University.
Bayangkan dalam sehari kamu bisa menonton, berinteraksi lewat zoom, atau membalas chat. Kegiatan-kegiatan ini bisa menambah waktu pemakaian layarmu hingga 10 jam atau lebih dalam sehari.
“Banyak paparan pada layar dapat melukai kepala Anda, sebagian karena itu membuat mata Anda tegang,” ungkap Dr. Howard Krauss M.D., seorang ahli bedah saraf, mengatakan kepada Bustle.
“Kita ingin tetap menonton atau membaca, kita berjuang untuk tetap membuka mata dan tetap fokus, sampai kita berakhir dengan sakit mata dan sakit kepala," tambahnya.
2. Karantina tidak bisa kemana-mana
Selain itu, karantina juga membuat kamu tidak bisa banyak bermobilisasi yang banyak. Hal ini bisa menjadi pemicu rasa sakit kepala.
"Waktu layar yang lama dapat memprovokasi postur yang buruk atau posisi kepala, leher dan bahu yang berkelanjutan, yang dapat menyebabkan sakit leher dan kepala," kata Dr. Krauss.

(Sebuah studi yang diterbitkan dalam BMJ Open Ophthalmology pada tahun 2018 menemukan bahwa sakit kepala adalah salah satu gejala paling umum dari ketegangan mata akibat benda digital. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
3. Stres
Tak hanya itu, masalah pandemi ini juga merembet ke berbagai aspek kehidupan.
"Menghadapi tekanan keuangan dan menangani tuntutan keluarga, di dunia di mana tugas rutin menjadi misi yang berani, dapat menyebabkan siapa pun menderita sakit kepala karena stres,” ujar Dr. Gregory.
Dia mengatakan kombinasi stres, termasuk bekerja dari rumah, anak-anak yang belajar di rumah, serta banyaknya waktu menatap layar, dan ketegangan hubungan semua mungkin berkontribusi pada sakit kepala.
Stres sering menyebabkan migrain dan sakit kepala lainnya melalui kontraksi otot, seringkali di leher atau bahu. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal Of Headache & Pain pada tahun 2017 menemukan bahwa 80% orang dengan migrain menemukan situasi yang membuat stres menjadi pemicunya.
Cara mengatasinya
Jika mengalami sakit kepala 24 jam sehari, Dr. Russell-Chapin menyarankan agar kamu sering minum air putih, dan istirahat dari layar kapan pun kamu bisa. Juga, lakukan gerakan dan regangkan leher serta bahumu.
Lakukan juga kegiatan yang menyenangkan hati kamu seperti mandi busa, sesi kickboxing di ruang tamu, atau obrolan telepon dengan beberapa teman yang mungkin juga dapat membantu menghilangkan pusing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)