FITNESS & HEALTH

Obesitas, Penyakit yang Bisa Menjadi Masalah Jangka Panjang

Raka Lestari
Kamis 04 Maret 2021 / 12:12
Jakarta: World Health Organization (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan, yang dapat mengganggu kesehatan. Bagi masyarakat Asia, seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas angka 25.

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan, obesitas harus dipahami sebagai penyakit kronis yang kompleks, progresif, dan dapat kambuh (muncul kembali).

"Menganggap bahwa obesitas adalah akibat kesalahan individu karena terlalu banyak asupan dan kurang berolahraga adalah kekeliruan yang umum terjadi. Pada kenyataannya, obesitas adalah berat badan berlebih yang diakibatkan oleh berbagai faktor genetik, psikologis, sosiokultural, ekonomi, dan lingkungan," ujar Prof. Suastika dalam Media Briefing: Jangan Anggap Remeh Obesitas, si Penyakit Kronis Serius pada Rabu, 3 Maret 2021.

"Dan fakta penting lainnya adalah, begitu seseorang mengalami keadaan obesitas, keadaan ini akan menjadi masalah yang panjang, bahkan seumur hidup, dan kembalinya pertambahan berat badan umum terjadi," sambungnya.

Prof. Suastika menekankan bahwa penyakit-penyakit kronis biasanya berhubungan dengan obesitas. Obesitas telah dikaitkan dengan hampir 200 penyakit. Beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker.

Data pada 2016 di Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta orang penyandang diabetes, 11 juta orang dengan hipertensi juga mengalami kondisi kelebihan berat badan atau obesitas.

“Seperti penyakit kronis lainnya, tidak ada solusi yang mudah untuk menangani obesitas. Obesitas adalah penyakit multifaktor yang membutuhkan pendekatan dari berbagai segi, termasuk pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, intervensi psikologis, dan juga obat-obatan atau tindakan operatif apabila dibutuhkan," terang Prof. Suastika.  

Obesitas di Indonesia melonjak dengan mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat, dari 19,1% pada 2007 hingga 35,4% pada 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH