FITNESS & HEALTH
Stop Pakai Masker Biasa! Ini Jenis Masker Wajib Pas Erupsi Gunung Berapi
Aulia Putriningtias
Senin 07 September 2026 / 14:27
- Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat harus kembali menggunakan masker.
- Abu dari hasil erupsi Gunung Anak Krakatau mengandung silika.
- Jika terhirup tentunya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.
Jakarta: Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat harus kembali menggunakan masker. Namun, masker apa yang bisa digunakan?
Perlu Sobat Medcom ketahui bahwa abu dari hasil erupsi ini mengandung silika. Ini adalah partikel mineral dan kaca vulkanik yang sangat halus dan tajam, bersifat abrasif
Jika terhirup tentunya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Jadi, sangat penting untuk pemilihan masker yang tepat, terutama bagi anak-anak.
Dilansir dalam beberapa sumber, adapun beberapa masker yang bisa digunakan untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh, antara lain:
Masker KN95 dinilai efektif mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan memiliki lapisan filtrasi rapat yang mampu menyaring partikel mikro berukuran sangat kecil di udara.
Filtrasinya begitu tinggi, di mana mampu menyaring minimal 95 persen partikel halus atau particulate matter yang melayang di udara. Masker ini juga memakai serat multi-lapis yang menahan pecahan mineral tajam dan silika dari abu vulkanik agar tidak terhirup ke paru-paru.
Masker ini mampu menyaring minimal 95 persen partikel mikro di udara, termasuk abu vulkanik. Namun, ada perbedaan mendasar pada kecocokan segel (fit) di wajah.
Masker N95 umumnya menggunakan tali pengikat yang melingkari kepala (headloop). Desain ini memberikan tekanan yang lebih kuat sehingga menghasilkan segel yang lebih rapat dan minim kebocoran di sekitar wajah dibandingkan tali telinga (earloop) pada KN95.
Karena segel N95 sangat rapat, masker ini terasa lebih ketat dan membutuhkan usaha bernapas yang sedikit lebih besar dibandingkan KN95.
Ada kelompok yang sangat perlu menggunakan masker seperti orang lanjut usia (lansia), anak-anak, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit komorbid.
Di antara dua masker tersebut, dapat memilih salah satunya. Namun, dikarenakan kenyamanan bagi anak-anak, masker N95 tidak disarankan untuk digunakan.
Kemudian, masker medis juga tidak disarankan digunakan. Hal ini karena memiliki banyak celah longgar di pinggir wajah dan tingkat filtrasi partikel kecil yang jauh lebih rendah daripada N95 atau KN95.
(TIN)
Perlu Sobat Medcom ketahui bahwa abu dari hasil erupsi ini mengandung silika. Ini adalah partikel mineral dan kaca vulkanik yang sangat halus dan tajam, bersifat abrasif
Jika terhirup tentunya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Jadi, sangat penting untuk pemilihan masker yang tepat, terutama bagi anak-anak.
Dilansir dalam beberapa sumber, adapun beberapa masker yang bisa digunakan untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh, antara lain:
1. Masker KN95
Masker KN95 dinilai efektif mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan memiliki lapisan filtrasi rapat yang mampu menyaring partikel mikro berukuran sangat kecil di udara.
Filtrasinya begitu tinggi, di mana mampu menyaring minimal 95 persen partikel halus atau particulate matter yang melayang di udara. Masker ini juga memakai serat multi-lapis yang menahan pecahan mineral tajam dan silika dari abu vulkanik agar tidak terhirup ke paru-paru.
2. Masker N95
Masker ini mampu menyaring minimal 95 persen partikel mikro di udara, termasuk abu vulkanik. Namun, ada perbedaan mendasar pada kecocokan segel (fit) di wajah.
Masker N95 umumnya menggunakan tali pengikat yang melingkari kepala (headloop). Desain ini memberikan tekanan yang lebih kuat sehingga menghasilkan segel yang lebih rapat dan minim kebocoran di sekitar wajah dibandingkan tali telinga (earloop) pada KN95.
Karena segel N95 sangat rapat, masker ini terasa lebih ketat dan membutuhkan usaha bernapas yang sedikit lebih besar dibandingkan KN95.
Masker mana yang cocok untuk anak-anak dan kelompok rentan?
Ada kelompok yang sangat perlu menggunakan masker seperti orang lanjut usia (lansia), anak-anak, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit komorbid.
Di antara dua masker tersebut, dapat memilih salah satunya. Namun, dikarenakan kenyamanan bagi anak-anak, masker N95 tidak disarankan untuk digunakan.
Kemudian, masker medis juga tidak disarankan digunakan. Hal ini karena memiliki banyak celah longgar di pinggir wajah dan tingkat filtrasi partikel kecil yang jauh lebih rendah daripada N95 atau KN95.
(TIN)