FITNESS & HEALTH
Varises Bikin Kaki Terasa Berat? Kenali Treatmentnya dan Layanan Brawijaya Hospital
A. Firdaus
Sabtu 29 Agustus 2026 / 13:17
- Varises terjadi saat katup vena bermasalah sehingga pembuluh darah melebar dan menonjol.
- Treatment varises meliputi EVLA, RFA, dan sclerotherapy sesuai kondisi pasien.
- Brawijaya Hospital hadir di Padel 17an Medcom dengan layanan pemeriksaan varises gratis.
Jakarta: Pembuluh darah di kaki terlihat menonjol dan berkelok? Bisa jadi itu varises. Kondisi ini memang sering dianggap cuma mengganggu penampilan, padahal varises juga bisa menimbulkan keluhan seperti kaki terasa berat, nyeri, gatal, hingga bengkak.
Varises terjadi ketika katup di dalam pembuluh darah vena tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, darah dapat berkumpul di pembuluh darah dan membuatnya melebar serta terlihat lebih jelas di bawah kulit.

(Proses pemeriksaan varises dalam layanan kesehatan gratis Brawijaya Hospital di Padel 17an Medcom, Republic Padel, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026. Foto: Dok. Medcom.id)
Nggak semua varises langsung membutuhkan tindakan medis. Penanganannya bergantung pada kondisi pembuluh darah dan keluhan yang dialami. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan treatment yang paling sesuai.
Salah satu pilihan penanganannya adalah endothermal ablation, termasuk endovenous laser ablation (EVLA) dan radiofrequency ablation (RFA). Prosedur ini menggunakan energi laser atau radiofrekuensi untuk menutup vena yang bermasalah sehingga aliran darah dialihkan ke pembuluh yang lebih sehat.
Ada juga sclerotherapy, yaitu penyuntikan bahan tertentu ke dalam pembuluh darah yang mengalami varises agar vena tersebut menutup. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan tindakan operasi.
Sebelum menentukan tindakan, dokter biasanya melakukan pemeriksaan untuk melihat kondisi dan aliran darah pada vena. Salah satunya melalui duplex ultrasound, sehingga treatment bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan terkait penyakit pembuluh darah dan varises adalah Brawijaya Hospital.
Dalam layanan dokter spesialis bedah kardiotoraks dan vaskularnya, Brawijaya Hospital mencantumkan beberapa tindakan untuk penyakit vena dan varises, yaitu EVLA, RFA, dan sclerotherapy. Layanan tersebut menjadi bagian dari penanganan penyakit pembuluh darah yang ditangani oleh dokter spesialis terkait.
Pilihan treatment tentunya nggak bisa disamaratakan. Kondisi varises setiap orang berbeda sehingga pemeriksaan tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan tindakan.
Varises, Bahaya Enggak Sih?
Brawijaya Hospital turut hadir dalam gelaran Padel 17an Medcom yang berlangsung di Republic Padel, TB Simatupang, Jakarta, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Selain kompetisi Ganda Putri dan Ganda Campuran, acara tersebut juga menghadirkan layanan pemeriksaan varises gratis dari Brawijaya Hospital bagi peserta dan pengunjung.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian Padel 17an Medcom.id yang turut diisi aksi sosial berupa penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.
Meski kegiatan pemeriksaan gratis tersebut sudah berlangsung, keluhan seperti pembuluh darah kaki yang makin menonjol, kaki terasa berat, nyeri, atau bengkak tetap sebaiknya nggak diabaikan. Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui kondisi pembuluh darah dan menentukan apakah diperlukan treatment lebih lanjut.
Desi Indasari
(FIR)
Varises terjadi ketika katup di dalam pembuluh darah vena tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, darah dapat berkumpul di pembuluh darah dan membuatnya melebar serta terlihat lebih jelas di bawah kulit.

(Proses pemeriksaan varises dalam layanan kesehatan gratis Brawijaya Hospital di Padel 17an Medcom, Republic Padel, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026. Foto: Dok. Medcom.id)
Treatment varises ada apa saja?
Nggak semua varises langsung membutuhkan tindakan medis. Penanganannya bergantung pada kondisi pembuluh darah dan keluhan yang dialami. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan treatment yang paling sesuai.
Salah satu pilihan penanganannya adalah endothermal ablation, termasuk endovenous laser ablation (EVLA) dan radiofrequency ablation (RFA). Prosedur ini menggunakan energi laser atau radiofrekuensi untuk menutup vena yang bermasalah sehingga aliran darah dialihkan ke pembuluh yang lebih sehat.
Ada juga sclerotherapy, yaitu penyuntikan bahan tertentu ke dalam pembuluh darah yang mengalami varises agar vena tersebut menutup. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan tindakan operasi.
Sebelum menentukan tindakan, dokter biasanya melakukan pemeriksaan untuk melihat kondisi dan aliran darah pada vena. Salah satunya melalui duplex ultrasound, sehingga treatment bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Brawijaya Hospital punya treatment varises apa saja?
Salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan terkait penyakit pembuluh darah dan varises adalah Brawijaya Hospital.
Dalam layanan dokter spesialis bedah kardiotoraks dan vaskularnya, Brawijaya Hospital mencantumkan beberapa tindakan untuk penyakit vena dan varises, yaitu EVLA, RFA, dan sclerotherapy. Layanan tersebut menjadi bagian dari penanganan penyakit pembuluh darah yang ditangani oleh dokter spesialis terkait.
Pilihan treatment tentunya nggak bisa disamaratakan. Kondisi varises setiap orang berbeda sehingga pemeriksaan tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan tindakan.
Baca Juga :
Varises, Bahaya Enggak Sih?
Brawijaya Hospital hadirkan pemeriksaan varises gratis di padel 17an Medcom
Brawijaya Hospital turut hadir dalam gelaran Padel 17an Medcom yang berlangsung di Republic Padel, TB Simatupang, Jakarta, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Selain kompetisi Ganda Putri dan Ganda Campuran, acara tersebut juga menghadirkan layanan pemeriksaan varises gratis dari Brawijaya Hospital bagi peserta dan pengunjung.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian Padel 17an Medcom.id yang turut diisi aksi sosial berupa penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.
Meski kegiatan pemeriksaan gratis tersebut sudah berlangsung, keluhan seperti pembuluh darah kaki yang makin menonjol, kaki terasa berat, nyeri, atau bengkak tetap sebaiknya nggak diabaikan. Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui kondisi pembuluh darah dan menentukan apakah diperlukan treatment lebih lanjut.
Desi Indasari
(FIR)