FITNESS & HEALTH
Mengapa Vaksin Covid-19 Harus Diberikan dalam Dua Dosis?
Raka Lestari
Jumat 30 Juli 2021 / 18:05
Jakarta: Saat ini WHO merekomendasikan pemberian vaksin covid-19 secara penuh, yaitu dua dosis untuk mendapatkan kekebalan terhadap covid-19. Beberapa kelompok seperti tenaga kesehatan memang disarankan untuk mendapatkan suntikan ketiga. Hal itu, karena tenaga kesehatan merupakan kelompok yang sangat berisiko terhadap covid-19.
"Vaksin covid-19 pada umumnya diberikan dua kali dosis. Dosis pertama sebagai perkenalan awal tubuh terhadap bagian penting virus tersebut," ujar Indra Rudiansyah, selaku Researcher & Clinical Trial Team for Oxford / Astrazeneca COVID-19 Vaccine, dalam Bincang Media secara virtual, pada Kamis, 29 Juli 2021.
Menurut Indra, pada dosis pertama tubuh perlu waktu untuk memproses benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan dosis kedua digunakan untuk menguji sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.
"Lalu barulah dibentuk sel-sel imun memori, yang bisa digunakan untuk melawan virus yang sesungguhnya," tutur Indra.
Akan tetapi, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin meskipun sudah mendapatkan dosis secara penuh, memang akan berkurang jika tidak 'terpakai' atau tidak terinfeksi oleh covid-19.
"Mekanisme yang normal, setelah antibodi yang terbentuk dan tidak terpapar maka akan turun tapi tetap di maintain oleh tubuh. Antibodi adalah protein yang mempunyai paruh waktu dan akan didegradasi oleh tubuh saat waktu tertentu, tapi nanti akan diproduksi lagi oleh tubuh. Kita punya sel memori dan sel plasma, dengan reaktif yang cepat saat kita terinfeksi virus," jelas Indra.
Untuk mengoptimalkan antibodi yang sudah didapat tersebut, Indra menjelaskan bahwa tubuh perlu waktu untuk menghasilkan kekebalan. Jangan langsung merasa aman dan tidak mengindahkan prokes 5M.
Itulah mengapa, para dokter selalu menekankan, meskipun sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 baik itu dosis pertama, ataupun dosis kedua, kamu tetap harus melakukan protokol kesehatan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
"Vaksin covid-19 pada umumnya diberikan dua kali dosis. Dosis pertama sebagai perkenalan awal tubuh terhadap bagian penting virus tersebut," ujar Indra Rudiansyah, selaku Researcher & Clinical Trial Team for Oxford / Astrazeneca COVID-19 Vaccine, dalam Bincang Media secara virtual, pada Kamis, 29 Juli 2021.
Menurut Indra, pada dosis pertama tubuh perlu waktu untuk memproses benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Sedangkan dosis kedua digunakan untuk menguji sistem imun atau sistem kekebalan tubuh.
"Lalu barulah dibentuk sel-sel imun memori, yang bisa digunakan untuk melawan virus yang sesungguhnya," tutur Indra.
Akan tetapi, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin meskipun sudah mendapatkan dosis secara penuh, memang akan berkurang jika tidak 'terpakai' atau tidak terinfeksi oleh covid-19.
"Mekanisme yang normal, setelah antibodi yang terbentuk dan tidak terpapar maka akan turun tapi tetap di maintain oleh tubuh. Antibodi adalah protein yang mempunyai paruh waktu dan akan didegradasi oleh tubuh saat waktu tertentu, tapi nanti akan diproduksi lagi oleh tubuh. Kita punya sel memori dan sel plasma, dengan reaktif yang cepat saat kita terinfeksi virus," jelas Indra.
Untuk mengoptimalkan antibodi yang sudah didapat tersebut, Indra menjelaskan bahwa tubuh perlu waktu untuk menghasilkan kekebalan. Jangan langsung merasa aman dan tidak mengindahkan prokes 5M.
Itulah mengapa, para dokter selalu menekankan, meskipun sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 baik itu dosis pertama, ataupun dosis kedua, kamu tetap harus melakukan protokol kesehatan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)