FITNESS & HEALTH

Biar Tetap Sehat, Lakukan 5 Olahraga Aman Berikut Bila Kamu Menderita Obesitas

Mia Vale
Selasa 01 November 2022 / 12:00
Jakarta: Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas akan merasakan beban tekanan yang sangat besar pada lutut, pinggang, panggul, dan pergelangan kaki saat beraktivitas. Dan biasanya mereka akan mengalami kesulitan untuk beraktivitas fisik secara intens seperti olahraga, misalnya. 

Padahal kita tahu, hanya mengatur pola makan tidak cukup untuk menurunkan berat badan, terlebih bila mengalami obesitas. Olahraga juga sangat disarankan guna membakar kalori dalam tubuh. 

Sayangnya, kondisi tubuh yang terlalu gemuk sering menyulitkan untuk bergerak secara berkala. Untuk itu, bagi seseorang yang mengalami obesitas harus pintar memilih olahraga yang low-impact. Jenis olahraga ini sangat minim tekanan pada tubuh dan persendian. 

Mau tahu olahraga apa saja yang bisa penderita obesitas lakukan? Rangkuman dari laman Hello Sehat akan menginformasikan untukmu!
 

Jalan kaki

Termasuk olahraga yang paling murah dan mudah dilakukan untuk penderita obesitas. Kamu bahkan tidak butuh banyak perlengkapan untuk melakukan olahraga ini. Berjalan memang tidak terlalu banyak membakar kalori. Namun, jika orang yang obesitas menjalankannya, total pembakaran kalori bisa lebih banyak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menyarankan berjalan minimal 10 ribu langkah dalam sehari agar aktivitas fisik lebih lama sehingga bisa membakar kalori lebih banyak.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
 

Berenang

Berenang merupakan salah satu olahraga low-impact yang baik untuk orang yang memiliki obesitas. Ketika beraktivitas di air, beban tubuh akan ikut ditopang oleh air. Dengan begitu, risko terbebaninya sendi dan tulang jadi lebih minim melalui olahraga ini. Berenang juga efektif mengatur pernapasan dan membakar kalori. Tak heran bila berenang cocok sebagai olahraga untuk orang obesitas.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Bersepeda

Meski terkesan berat, olahraga ini tergolong efektif membakar kalori, plus aman karena termasuk olahraga low-impact. Ada berbagai jenis sepeda yang bisa Anda gunakan, sepeda statis ataupun sepeda biasa. Kiat-kiat bersepeda pun bisa dilakukan agar tidak mudah lelah. Jadi, olahraga bisa konsisten. Agar lebih maksimal, bisa mencoba bersepeda selama 60 menit. Ingat, lakukan kecepatan bersepeda secara bertahap.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Taichi

Olahraga untuk orang obesitas ini menekankan pada latihan kelenturan. Ketika melakukan Taichi, kamu harus melakukan postur tertentu. Setiap gerakan postur akan beralih tanpa jeda. Jadi, tubuh seolah-olah bergerak dengan cara mengalir. Agar tubuh tetap bergerak mengalir, tetap diharuskan fokus layaknya meditasi. Napas pun perlu diatur agar semakin mudah fokus sehingga gerakan pun tetap stabil. Taichi juga baik untuk mengurangi nyeri sendi. Jadi, ini merupakan olahraga yang cocok untuk penderita obesitas dengan masalah sendi.

Tidak hanya meningkatkan kelenturan tubuh, keuntungan Taichi untuk orang obesitas, yaitu:

- memperbaiki suasana hati
- meningkatkan stamina
- memperkuat otot
- meningkatkan performa jantung


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Latihan kekuatan

Latihan ini tak kalah penting untuk dilakukan. Orang dengan obesitas memerlukan latihan ini untuk memperbaiki masalah postur tubuh serta meningkatkan metabolisme. Dengan latihan kekuatan, tubuh akan membangun otot lebih banyak. Ketika tubuh membangun otot lebih banyak, ini akan meningkatkan metabolisme saat istirahat. Semakin tinggi metabolisme, semakin cepat proses pembakaran kalori yang terjadi. Kamu dapat mencoba beberapa latihan beban di rumah menggunakan pemberat seperti dumbbell, atau bisa melakukan gerakan seperti push-up, squat, lunge, atau sit-up.


(Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
(yyy)

MOST SEARCH