FITNESS & HEALTH
Kapan Waktu Terbaik Olahraga untuk Bakar Lemak Perut?
A. Firdaus
Sabtu 03 Januari 2026 / 12:10
Jakarta: Menurunkan berat badan bukan semata soal mengurangi porsi makan. Peran aktivitas fisik tetap menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh.
Olahraga membantu membakar kalori, memperkuat otot, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan metabolisme. Namun, hasil olahraga tak hanya ditentukan oleh jenis latihan. Waktu berolahraga juga ikut memengaruhi efektivitas pembakaran lemak.
Durasi, intensitas, hingga konsistensi memang penting, tetapi memilih jam yang tepat bisa membuat tubuh bekerja lebih optimal dalam mengolah energi.
Dengan waktu olahraga yang sesuai, metabolisme dapat meningkat, pembakaran kalori lebih maksimal, dan energi tubuh tetap stabil sepanjang hari. Lantas, kapan sebenarnya waktu ideal untuk berolahraga demi menurunkan berat badan?
Olahraga di pagi hari, terutama sebelum sarapan, kerap dianggap efektif untuk menurunkan berat badan. Saat perut masih kosong, cadangan glikogen tubuh berada pada level rendah, sehingga lemak lebih cepat digunakan sebagai sumber energi utama.
Tak hanya itu, olahraga pagi juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh sepanjang hari. Artinya, proses pembakaran kalori tetap berlangsung meski tubuh sedang beristirahat. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan lemak tubuh secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain manfaat fisik, olahraga pagi juga memberi efek positif bagi mental. Tubuh terasa lebih segar, mood lebih stabil, dan semangat beraktivitas pun meningkat.
Bagi sebagian orang, sore hari justru menjadi waktu favorit untuk berolahraga. Pada jam ini, suhu tubuh dan fleksibilitas otot biasanya berada di titik optimal, sehingga performa latihan bisa lebih maksimal dan risiko cedera cenderung lebih rendah.
Setelah mendapatkan asupan energi sepanjang hari, tubuh juga berada dalam kondisi yang lebih siap untuk melakukan latihan dengan intensitas lebih tinggi. Hal ini memungkinkan sesi olahraga berjalan lebih efisien dalam membakar kalori.
Tak kalah penting, olahraga sore juga berfungsi sebagai pelepas stres setelah menjalani rutinitas harian. Pikiran yang lebih rileks membantu latihan dilakukan dengan fokus, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara fisik maupun mental.
Pada akhirnya, waktu olahraga terbaik untuk menurunkan berat badan adalah waktu yang paling bisa kamu jalani secara konsisten. Setiap orang memiliki rutinitas dan jam biologis yang berbeda, sehingga tak perlu memaksakan diri berolahraga pagi jika itu justru terasa memberatkan.
Olahraga di sore atau malam hari tetap memberikan manfaat, selama dilakukan secara rutin dan disiplin. Kunci utamanya adalah keberlanjutan, bukan semata-mata jam latihan.
Meski begitu, olahraga berat sebaiknya dihindari terlalu larut malam karena dapat mengganggu kualitas tidur. Jika tetap ingin berolahraga di malam hari, pastikan memberi jeda sekitar 1–2 jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu untuk menenangkan diri dan beristirahat dengan optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Olahraga membantu membakar kalori, memperkuat otot, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan metabolisme. Namun, hasil olahraga tak hanya ditentukan oleh jenis latihan. Waktu berolahraga juga ikut memengaruhi efektivitas pembakaran lemak.
Durasi, intensitas, hingga konsistensi memang penting, tetapi memilih jam yang tepat bisa membuat tubuh bekerja lebih optimal dalam mengolah energi.
Dengan waktu olahraga yang sesuai, metabolisme dapat meningkat, pembakaran kalori lebih maksimal, dan energi tubuh tetap stabil sepanjang hari. Lantas, kapan sebenarnya waktu ideal untuk berolahraga demi menurunkan berat badan?
Pagi hari sebelum sarapan
Olahraga di pagi hari, terutama sebelum sarapan, kerap dianggap efektif untuk menurunkan berat badan. Saat perut masih kosong, cadangan glikogen tubuh berada pada level rendah, sehingga lemak lebih cepat digunakan sebagai sumber energi utama.
Tak hanya itu, olahraga pagi juga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh sepanjang hari. Artinya, proses pembakaran kalori tetap berlangsung meski tubuh sedang beristirahat. Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan ini dapat membantu menurunkan lemak tubuh secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain manfaat fisik, olahraga pagi juga memberi efek positif bagi mental. Tubuh terasa lebih segar, mood lebih stabil, dan semangat beraktivitas pun meningkat.
Sore hari atau setelah jam kerja
Bagi sebagian orang, sore hari justru menjadi waktu favorit untuk berolahraga. Pada jam ini, suhu tubuh dan fleksibilitas otot biasanya berada di titik optimal, sehingga performa latihan bisa lebih maksimal dan risiko cedera cenderung lebih rendah.
Setelah mendapatkan asupan energi sepanjang hari, tubuh juga berada dalam kondisi yang lebih siap untuk melakukan latihan dengan intensitas lebih tinggi. Hal ini memungkinkan sesi olahraga berjalan lebih efisien dalam membakar kalori.
Tak kalah penting, olahraga sore juga berfungsi sebagai pelepas stres setelah menjalani rutinitas harian. Pikiran yang lebih rileks membantu latihan dilakukan dengan fokus, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara fisik maupun mental.
Sesuaikan dengan ritme harian
Pada akhirnya, waktu olahraga terbaik untuk menurunkan berat badan adalah waktu yang paling bisa kamu jalani secara konsisten. Setiap orang memiliki rutinitas dan jam biologis yang berbeda, sehingga tak perlu memaksakan diri berolahraga pagi jika itu justru terasa memberatkan.
Olahraga di sore atau malam hari tetap memberikan manfaat, selama dilakukan secara rutin dan disiplin. Kunci utamanya adalah keberlanjutan, bukan semata-mata jam latihan.
Meski begitu, olahraga berat sebaiknya dihindari terlalu larut malam karena dapat mengganggu kualitas tidur. Jika tetap ingin berolahraga di malam hari, pastikan memberi jeda sekitar 1–2 jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu untuk menenangkan diri dan beristirahat dengan optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)