FITNESS & HEALTH

Layanan Jantung Terpadu Bersama Heartology Cardiovascular Center

Yatin Suleha
Minggu 14 Februari 2021 / 16:47
Jakarta: Saat ini penyakit jantung menduduki peringat kedua terbanyak di Indonesia setelah stroke. Dinukil dari laman resmi Kemenkes tahun 2019, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Cut Putri Arianie mengatakan berdasarkan Sample Registrasion System (SRS) penyakit jantung menjadi penyebab kematian terbanyak kedua setelah Stroke.

Dr. Cut mengatakan dari 10 orang penderita penyakit tidak menular hanya 3 yang terdeteksi. Selebihnya tidak mengetahui bahwa dirinya sakit, karena penyakit tidak menular tidak ada gejala sampai terjadi komplikasi.

Penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular yang kejadiannya bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Data WHO tahun 2015 menunjukkan bahwa 70 persen kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (39,5 juta dari 56,4 kematian). 

Dari seluruh kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut, 45 persennya disebabkan oleh Penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian. Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 1,5 persen.
 

Pusat layanan jantung terpadu


Dan Brawijaya Healthcare Group melalui Brawijaya Hospital-Saharjo memperkenalkan salah satu layanan unggulannya yaitu Pusat Layanan Jantung Terpadu. Dioperasikan oleh Heartology Cardiovascular Center sebagai salah satu fasilitas pelayanan khusus di bidang kardiovaskular, telah berhasil melaksanakan Operasi Hybrid pertama di Indonesia pada hari Jumat, 5 Februari 2021 lalu.

Operasi Hybrid adalah operasi yang terdiri dari kombinasi operasi terbuka dan intervensi aorta yang dilakukan secara bersamaan dengan tiga prosedur:

1. Total Arch Replacement, yaitu penggantian bagian aorta ascenden dan arcus aorta dengan menggunakan prostetic graft (graft buatan)

2. Elephant Trunk, yaitu pemasangan graft untuk mempermudah prosedur stenting selanjutnya

3. Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR), yaitu pemasangan stent graft pada descending aorta


jantung
(Ruang Operasi Hybrid Brawijaya Hospital – Saharjo yang memungkinkan dilakukannya tindakan diagnostik, intervensi dan pembedahan pada saat yang sama. Foto: Dok. Brawijaya Hospital – Saharjo)


Operasi yang berlangsung selama enam sampai delapan jam tersebut dilakukan oleh tim dokter yang dipimpin oleh lima dokter spesialis yaitu Dokter Bedah Jantung dan Vaskular, sub-spesialisasi Thoraks, Kardiak dan Vaskular  hingga Dokter Jantung, sub-spesialisasi Intervensional Kardiologi dan Kegawatdaruratan Kardiovaskular.

Tindakan dilakukan di Ruang Operasi Hybrid Brawijaya Hospital – Saharjo yang memungkinkan dilakukannya tindakan diagnostik, intervensi dan pembedahan pada saat yang sama. 

Ruang operasi dilengkapi dengan mesin GE Discovery IGS 7, yang dilengkapi dengan robotic gantry yang memudahkan transisi antara imaging dan bedah, bebas suspensi di langit-langit sehingga mengurangi sumber kontaminasi. 

Operasi juga menggunakan beberapa teknologi canggih, kerja sama tim dokter dan strategi khusus yang tidak dilakukan pada operasi jantung lain, yaitu Heart Lung Machine, yang berfungsi sebagai pengganti jantung dan paru saat jantung dan paru pasien dihentikan. Strategi Hipotermic Arrest, dimana suhu tubuh diturunkan hingga 23 derajat Celsius.

Selain itu Strategi Circulatory Arrest, dimana seluruh aliran darah dihentikan, dan Strategi Selective Perfusion, dimana diberikan aliran darah tambahan untuk mencegah kerusakan organ saat aliran darah dihentikan.
 
Seluruh teknologi dan strategi tersebut, memerlukan beberapa monitoring saat operasi yang juga sangat jarang dilakukan pada operasi jantung lain, antara lain seperti dual artery line dan temperature monitoring, nirs (saturasi otak) dan monitoring kompleks lainnya. 

Sehingga hal ini melengkapi Brawijaya Hospital-Saharjo menyediakan layanan yang lengkap dan terpadu baik dari spesialisasi medis dan fasilitas.

Selain itu Brawijaya Hospital – Saharjo memiliki Center of Excellence / Layanan unggulan seperti Pusat Layanan Jantung Terpadu (Heart Center) yang bermitra dengan Heartology Cardiovascular Center, hingga Oncology Center yang menawarkan layanan multidisiplin untuk membantu pasien sejak tahap deteksi dini, investigasi, diagnosa, terapi medikal dengan kemoterapi/pembedahan, rehabilitasi, perawatan pasien pascabedah, dan terapi paliatif pada kanker stadium lanjut, dan lainnya.

“Fasilitas dan layanan yang tersedia di Brawijaya Hospital – Saharjo hadir sebagai pelayanan premium terpadu dengan afiliasi bersama Rumah Sakit lokal maupun internasional di kawasan Asia. Kerja sama aktif juga terus kami lakukan dengan institusi pendidikan terkait evidence-based medicine dengan penemuan terbaru dalam bidang kedokteran,” pungkas Dr. dr. Chamim SpOG, (K) Onk selaku Direktur Brawijaya Hospital – Saharjo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH