FITNESS & HEALTH

Jangan Rebahan! Ini Bisa Memperburuk Pembekuan Darah pada Pasien Covid-19

Kumara Anggita
Kamis 11 Februari 2021 / 12:07
Jakarta: Beberapa pasien covid-19 mengalami pembekuan darah yang bisa berdampak pada kematian. Untuk mengurangi tingkat keparahan, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Vito Anggarino Damay mengungkapkan bahwa kamu perlu menghindari rebahan.

Dokter Vito menjelaskan, pembekuan darah pada pasien covid-19 terjadi karena adanya peradangan akibat infeksi dari virus. Ia mengingatkan bahwa untuk mengatasinya, pasien perlu untuk diberikan pengencer darah berupa antikoagulan dengan bantuan dokter langsung.

“Memang ternyata 30-40 persen pasien covid-19 mengalami peningkatan d-dimer,” ujar dr. Vito di Instagram @doktervito.

Pada kasus covid-19 sering terjadi pembekuan darah. Bisa dikatakan salah satu penyebabnya adalah reaksi imunitas.

"Jadi adanya pertanda peradangan yang mengakibatkan kerusakan dari lapisan pembuluh darah dan juga aktifnya mekanisme pembekuan darah,” lanjutnya.

Hal ini tentunya berbahaya. Ia sempat menjelaskan di video tersebut bahwa pembekuan darah bisa menyebabkan kematian karena penyumbatan.

“Infeksi covid-19 menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan. Kerusakan pada sel ini mengaktifkan sistem pengentalan atau pembekuan darah. dan inilah yang berpotensi menyumbat pembuluh darah vena dan menyumbat pembuluh darah yang dari jantung ke paru-paru. Ini kalau tersumbat yang terjadi adalah kematian,” paparnya.

Ada beberapa faktor yang memperburuk keadaan pembekuan darah pada pasien covid-19. Dokter Vito menyebutkan bahwa itu adalah rebahan.

“Pembekuan harus dihindari dengan jangan rebahan saja, pembekuan semakin tinggi,” ujar dr. Vito.

Tak hanya itu, orang yang obesitas juga semakin berisiko. Sebab, orang obesitas dianggap sudah memiliki peradangan kronik.

“Obesitas. Ini membuat peradangan kronik yang terus menerus. Mereka yang obesitas itu sudah dalam keadaan inflamasi kronik dari sel-sel lemak. Jadi semakin meningkat,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH