FITNESS & HEALTH

Cukup Bergizikah Sarapan dengan Sereal?

Sunnaholomi Halakrispen
Senin 03 Februari 2020 / 18:10

Jakarta: Sereal merupakan salah satu makanan yang bisa dikonsumsi untuk sarapan. Mulai dari sereal yang disajikan dengan dimasak terlebih dahulu atau yang disajikan secara instan. 

Namun, apakah sarapan dengan sereal dapat memenuhi gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh?

"Sereal itu ada banyak. Ada orang makan sereal pakai oatmeal, ada yang tinggal buka kemasan langsung aduk pakai air panas. Kalau minuman serbuk yang sudah jadi, itu hanya gandum-ganduman," ujar dr. Diana Suganda, Sp.GK selaku Ahli Gizi, di Seribu Rasa Senopati, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan bahwa sereal mengandung karbohidrat yang melimpah. Jika ingin menikmatinya untuk sarapan, mudah saja. Kamu hanya perlu menambahkan bahan makanan lainnya, yakni susu, yogurt, dan telur.

"Bikin jus buah lagi. Jangan sereal sama air putih saja, karena itu sama saja kayak gadoin nasi. Jadi sekarang balik ke komposisinya apa sih, tambahin lagi kalau enggak seimbang," jelasnya.

Dr. Diana menekankan, sarapan hanya dengan sereal cokelat tidaklah memenuhi gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Sebab, sereal cokelat hanya mengandung karbohidrat dan gula.

Sedangkan, manusia diimbau mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terutama untuk anak-anak. Hal ini dapat memengaruhi proses tumbuh kembang, maupun kualitas kesehatan tubuh.

"Gizi tidak seimbang itu harus dicek lagi apakah sudah seimbang antara karbohidrat dengan protein, karena kalau kurang karbohidrat bisa ngantuk dan cranky," paparnya.

embed

(Sereal mengandung karbohidrat yang melimpah. Jika ingin menikmatinya untuk sarapan, mudah saja. Kamu hanya perlu menambahkan bahan makanan lainnya, yakni susu, yogurt, dan telur. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

Apabila anak tidak suka mengonsumsi sayur dan buah, anak rentan sembelit dan kurang serat. Kalori dalam kandungan makanan juga perlu diperhatikan. Jika berat badan anak naik, harus diperiksa, apakah berat tersebut sudah ideal dengan cukup gizi seimbang.

"Bukan berarti terlihat dari kegemukan. Kita harus cek, sudah ideal atau belum. Cek lagi komposisinya jangan sampai ada yang dominan dari takaran kebutuhan gizi," pungkasnya.

Di sisi lain, takaran gizi seimbang untuk orang dewasa memang berbeda dibandingkan untuk anak-anak. Kalori yang tidak ada faedah, kata dr. Diana, jangan dipakai. Salah satunya, mengonsumsi boba yang diyakininya mengandung kalori dan gula yang berlimpah.



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH